Sebuah lubang hitam yang sangat besar telah terlihat di permukaan matahari, seiring dengan munculnya badai matahari yang akhir-akhir ini semakin meningkat aktivitasnya. Area gelap raksasa tersebut adalah celah di dalam korona matahari, membakar atmosfer yang panas.

Lubang-lubang di atmosfer matahari adalah fitur biasa dan Solar Dynamics Observatory (SDO) NASA telah mendeteksi satu yang sangat besar yang menutupi belahan bumi utara bintang kita. Lubang korona itu terlihat dengan menggunakan teleskop yang mengorbit, yang menatap terus-menerus di bawah sinar matahari untuk memantau aktivitasnya, awal bulan ini.

Lubang korona merupakan daerah korona, aura plasma yang mengelilingi matahari, di mana medan magnet menjangkau ke luar angkasa daripada mengulang kembali turun ke permukaan matahari. Partikel yang bergerak di sepanjang medan magnet dapat meninggalkan matahari daripada terjebak di dekat permukaan.

Hal ini menyebabkan material surya mempercepat aliran angin surya dalam kecepatan tinggi. Angin surya (solar wind) adalah suatu aliran partikel bermuatan (yakni plasma) yang menyebar ke segala arah dari atmosfer terluar matahari yang dikenal dengan korona. Kecepatan alirnya sekitar 400 km/dt, dengan waktu tempuh dari Matahari ke bumi selama 4-5 hari.

Penampakan ini tertangkap oleh Solar Dynamics Observatory menunjukkan bagian dari korona dimana partikel-partikel meninggalkan matahari, menyebabkan cahaya yang jauh lebih redup, sehingga lubang koronal terlihat gelap.

angin surya, cahaya utara
Lubang korona lain digambarkan di sini pada Oktober 2015 lalu (foto kiri). Angin surya cepat dapat berinteraksi dengan medan magnet bumi, menciptakan badai geomagnetic, jenis energi yang bertindak seperti baterai besar di planet ini dan menyebabkan energi magnetik bervariasi. Ini adalah proses yang menyebabkan cahaya utara muncul (foto kanan).

Angin surya cepat ini dapat berinteraksi dengan medan magnet bumi, menciptakan badai geomagnetic, jenis energi yang bertindak seperti baterai besar di planet ini dan menyebabkan energi magnetik bervariasi. Badai geomagnetik juga menyebabkan Cahaya Utara muncul.

Video ini tertangkap pada panjang gelombang ultraviolet ekstrim pada 193 angstrom, jenis cahaya yang biasanya terlihat oleh mata kita, tetapi di sini dapat terlihat sebagai ungu.

SDO adalah pesawat ruang angkasa yang diluncurkan oleh NASA dengan harapan dapat memahami penyebab variabilitas matahari dan dampaknya di bumi.

Tujuan dari SDO adalah untuk menentukan bagaimana medan magnet matahari dihasilkan dan disimpan, dan bagaimana energi magnetik yang tersimpan ini diubah dan dilepaskan. Diharapkan hasil dari SDO ini bisa memberi kita petunjuk tentang bagaimana angin surya dapat mempengaruhi komunikasi atau satelit dekat bumi. (ran)

https://youtu.be/W-peSqV6WqQ

Share

Video Popular