Oleh Wu Ying

Ketua Dewan Gubernur Federal Reserve System Janet Yellen di Universitas Harvard pada Jumat (27/5/2016) kemarin mengatakan bahwa bila kinerja ekonomi AS menunjukkan adanya peningkatan, maka kenaikan suku bunga pada beberapa bulan mendatang bisa dilakukan.

Pernyataan Yellen di depan publik itu ‘dibaca’ oleh para pelaku pasar sebagai potensi terjadinya kenaikan suku bunga AS pada Juli mendatang lebih tinggi daripada Juni.

Laporan CNBC pada 27 Mei menyebutkan, mengenai kenaikan suku bunga the Fed itu, Yanet mengatakan, “Ini sudah tepat, dan pernah juga saya katakan bahwa tindakan yang dilakukan the Fed untuk menaikkan suku bunga secara bertahap dengan prinsip kehati-hatian dalam beberapa bulan ke depan ini adalah langkah yang tepat.”

The Fed pada pertengahan Mei telah merilis notulen rapan April yang di dalamnya tercantum isyarat akan menaikkan suku bunga yang mungkin dilaksanakan pada Juni tahun ini. Beberapa anggota the Fed sebelumnya juga pernah mengatakan bahwa kenaikan suku bunga baiknya dilaksanakan lebih awal daripada terlambat.

Yellen pada awal tahun ini pernah mengatakan, keputusan untuk menaikkan suku bunga harus diperlakukan dengan sangat hati-hati. Saat itu tingkat inflasi AS tidak naik, belum mampu mencapai 2 % yang ditargetkan the Fed, sedangkan ekonomi global masih bergejolak.

Hari ini Yellen mengatakan, perekonomian AS terus membaik. Setelah kuartal pertama menunjukkan kinerja pertumbuhan yang kurang baik, ternyata mampu rebound dalam kuartal kedua tahun ini. Stabilnya harga minyak dan nilai mata uang dollar AS diperkirakan mampu mendorong naik angka inflasi seperti yang ditargetkan the Fed.

Pertemuan anggota Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mendatang akan diadakan pada 14 – 15 Juni mendatang. Sebelum para pelaku pasar berspekulasi tentang probabilitas kenaikan suku bunga pada Juni adalah 28 % dibanding Juli yang 57 %. Namun setelah pernyataan Yellen hari ini, maka probabilitas itu meningkat menjadi 34 % dan 62 %. Ini berarti, pelaku pasar percaya bahwa the Fed akan menaikkan suku bunga yang potensi diberlakukannya pada Juli lebih besar daripada Juni.

Untuk laju kenaikan suku bunga, Yellen mengatakan bahwa the Fed tidak ingin mempercepat kenaikan suku bunga, karena dapat menyebabkan perlambatan ekonomi.

“Mempercepat kenaikan suku bunga akan memicu resesi atau penurunan pertumbuhan, kita harus menyesuaikan kenaikan dengan situasi ekonomi yang ada. Kehati-hatian itu tidak kalah penting,” kata Yellen.

Selain menyikapi kenaikan suku bunga, Yellen juga menjelaskan bahwa ekonomi AS mengalami kemajuan pesat sejak krisis keuangan global. Berubah dari “pemulihan yang lambat” terutama dalam hal kinerja pasar tenaga kerja, menjadi “lapangan kerja penuh” (full employment) istilah yang digunakan ekonom. Meskipun kinerja di beberapa bidang masih perlu diperbaiki, seperti kenaikan pada gaji dan  produktivitas. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular