Selama lima bulan Shen Yun Performing Arts memulai tur dunianya untuk tahun ke-10 dengan pertunjukan perdana dilakukan di Houston, AS pada tanggal 22 Desember 2015, perusahaan tarian klasik dan musik Tiongkok yang sudah mendunia, kini membawa lagi kesuksesan pada sesi pertunjukan tahun ini yang berakhir di Pittsburgh dan Hamilton, Kanada pada 11 Mei 2016.

Dengan memiliki empat kelompok pertunjukan, Shen Yun berhasil mengunjungi hampir 120 kota di 19 negara, di lima benua, dan mengadakan lebih dari 400 kali per¬tunjukan yang membuat penonton di seluruh dunia bersorak, menangis, dan antusias dalam menyaksikan kegembiraan dan warna-warni dari pertunjukan tersebut.

Perusahaan yang berbasis di New York, AS ini telah memesona penonton tua dan muda, mulai dari daerah beriklim subtropis di Taiwan hingga ke kota-kota tepi laut yang indah di Down Under (Australia dan Selandia Baru) serta pusat-pusat budaya di Eropa, dari semangat kota-kota Amerika Latin di Buenos Aires, Argentina dan Mexico City, Meksiko, hingga ke tempat-tempat bergengsi di Timur Laut Amerika. Mereka menemukan makna mendalam dalam legenda yang berbeda dan cerita Shen Yun yang disajikan di atas panggung sebagai bagian dari misinya untuk menghidupkan kembali budaya Tiongkok yang diilhami Dewa.

Setiap kali tirai dinaikkan untuk menampilkan program acara baru, pemilik bisnis Rene Puente yang menonton salah satu pertunjukan perdana di Houston pada 23 Desember 2015, langsung mengetahui dia berada di sana untuk sesuatu yang spektakuler.

“Setiap kali tirai naik sungguh menggembirakan … Saya telah melihat beberapa pertunjukan dalam hidup saya, tapi hanya ini yang paling menakjubkan,” ujarnya.

Keindahan dan kearifan budaya Tiongkok kuno memiliki efek mendalam pada seorang ibu pebisnis dan putrinya yang menonton performa terakhir Shen Yun di Hamilton pada 11 Mei 2016.

Ketika mereka menyaksikan pertunjukan tersebut, mereka berdua meneteskan air mata, menggambarkan seberapa dalam mereka tersentuh oleh performa Shen Yun.

“Jiwa kami diperkaya. Kami tidak akan sama. Kami datang sebagai orang-orang tertentu tetapi kita meninggalkan orang-orang yang berbeda malam ini, kita semua. Saya tahu itu. … Semua orang meninggalkan pujian pada malam ini,” kata Denise Duncan, yang menonton Shen Yun dengan ibunya, Nicole.

Bennet Horton Jr, seorang penulis, yang menyaksikan Shen Yun di Knoxville pada 13 Januari. Dia mengaku tak sanggup untuk menggambarkan dengan kata-kata tentang pengalamannya saat menon-ton pertunjukan.

“Ada keakraban spiritual di seluruh hal,”katanya.

Mungkin sama kualitasnya dengan yang dipikirkan Kim Yeong Gyun, seorang penulis Korea Selatan, yang menonton Shen Yun pada 1 Mei di Gunpo, Korea Selatan, bahwa akan meninggalkan pengaruh pada dunia yang akan menghargainya dari waktu ke waktu.

“Pengaruhnya [memurnikan] akan terasa dari waktu ke waktu… Ini seperti minum obat. Efeknya datang cepat bagi sebagian orang, tetapi lambat bagi orang lain.”

Dalam perkataan jurnalis mode Abel Hernandez, yang menyaksikan Shen Yun di Barcelona, Spanyol pada 17 Maret, melalui Shen Yun, seseorang akan memasuki dunia lain. “Pada saat itu, Anda tidak di sini, Anda berada di surga, dan Anda berada di surga dengan tradisi Tiongkok. Dan Anda menghindari semua kejahatan hanya menikmati dan merasakan jiwa.”

Di San Francisco, John Hone, wakil presiden perusahaan real estate Colliers International, mengatakan orang menikmati Shen Yun dengan jiwa mereka.

“Acara ini berbicara kepada jiwa, bukan pikiran. Anda merasakan acara daripada mengintelektualitaskannya,” kata John Hone. “Cerita-cerita yang universal; mereka berbicara dengan jiwa manusia dan emosi … sesuatu yang jauh di dalam kita semua yang kadang tak terlukiskan melalui kata-kata.”

‘Kenikmatan bagi jiwa dan raga’

Menurut Anggota Parlemen Kanada, David Sweet, Shen Yun melampaui pertun¬jukan akan keindahan tari dan musik semata.

“Ini cara yang bagus untuk menikmati budaya Tiongkok, dan pada saat yang sama mengalami perasaan dan emosi kita sendiri,” kata David Sweet setelah menonton performa Shen Yun pada 26 April di Mississauga, Ontario.

“Kesannya tidak hanya hiburan semata, tapi pengem¬bangan diri seseorang, pengetahuan, dan belajar,” tambahnya.

Pengalaman ini yang banyak orang di Tiongkok tidak memiliki kesempatan untuk melihat performa terkenal ini, karena rezim komunis Tiongkok telah menekan kebebasan berekspresi, mereka pergi ke luar negeri untuk menikmatinya.

Mr. Chen, yang tinggal di Tiongkok daratan, datang ke Kaohsiung, Taiwan, hanya untuk melihat Shen Yun. Baginya, itu “seperti tali yang menarik saya keluar dari semua kekacauan dalam kehidupan nyata.”

Setelah menonton pertunjukan, ia merasa, “setiap serat keberadaan saya terasa santai. Tekanan yang saya rasakan atau kemarahan dari konflik antara saya dan rekan kerja menjadi lenyap setelah saya menikmati musik Shen Yun,” katanya.

Tapi itu bukan hanya orang Tiongkok daratan yang melakukan perjalanan ribuan mil hanya untuk menonton Shen Yun.

Uma Viswanathan, seorang eksekutif sebuah organisasi yang berfokus pada mem¬bantu gadis-gadis muda yang terpinggirkan, dengan program rehabilitasi yang berbasis seni di India, terbang dengan kelompok yang terdiri dari delapan orang, dari India ke Kota Taiyuan, Taiwan pada 15 April untuk menyaksikan Shen Yun.

“Sungguh indah, dan benar-benar membawa kami ke dunia lain,” katanya.

Senator Argentina, Lidia de Pérez, yang melihat Shen Yun di Buenos Aires pada 5 Mei 2016, mengatakan bahwa Shen Yun menyajikan nilai-nilai yang sering kali disisihkan dalam dunia modern kita.

“Nilai-nilai yang transenden, dan ketika kita kehilangan pandangan darinya, semua benar-benar hilang,” katanya. “Saya pulang dengan jiwa saya telah diisi ulang dan merasa seperti suara saya kian lantang dan terus menyerukan kebebasan.”

Di Tokyo, pengusaha Jepang Katsuhito Takahashi kembali menonton pertunjukan Shen Yun tahun ini bersama dengan 60 temannya pada 24 April 2016, dan mengatakan ia berencana untuk kembali tahun depan bahkan dengan lebih banyak teman lagi.

“Ini kenikmatan lengkap bagi jiwa dan pikiran saya,” kata Katsuhito Takahashi, presiden Heisei Sough Corporation.” (Epochtimes/Ajg/Yant)

Bersambung

Share
Tag: Kategori: KELUARGA

Video Popular