Pada 26 April 1986 dini hari, reaktor nuklir di pembangkit listrik nuklir no 4 Ukraina ( Uni Soviet pada waktu itu) meledak (kekuatannya setara dengan 500 buah bom atom yang dijatuhkan di Jepang) sehingga zat-zat radioaktif dalam jumlah yang sangat besar telah meluap, dan terjadilah bencana nuklir yang paling parah di dunia sampai saat ini.

Bencana ini mengakibatkan 31 orang langsung meninggal, puluhan ribu orang terpengaruh zat radioaktif sehingga akan meninggal atau menderita sakit parah dalam jangka panjang. Sampai sekarang masih terdapat bayi-bayi yang dilahirkan dengan kelainan bentuk karena terpengaruh radiasi radioaktif. Di Chernobyl sendiri saat 30 tahun setelah bencana nuklir, kadar radiasinya masih tetap tinggi, namun para ilmuwan menemukan bahwa di sana telah menjadi surga bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan.

Menurut pemberitaan The Telegraph, Profesor Mike Wood, seorang naturalis dari Salford University menyelidiki dan menyampaikan bahwa kerusakan yang diakibatkan oleh bencana nuklir terbesar di dunia terhadap alam raya adalah lebih kecil dari pada terhadap manusia.

Radiasi nuklir hingga kini masih tetap mengganggu umat manusia

Buangan debu radio aktif pada tahun itu mengikuti pergerakan udara telah menyebar ke wilayah barat Uni Soviet dan wilayah EropaTimur dan Semenanjung Skandinavia di Eropa Utara. Karena pengaruh arah angin, maka yang paling berat terkena pencemarannya adalah Ukraina, Belarus, dan Rusia, menurut perkiraan terdapat kira-kira 60% zat radioaktif jatuh di tanah Belarus.

Daerah sekeliling sampai sekarang masih diselimuti bayang- bayang radiasi. Kebanyakan anak mengalami kelainan, jumlah anak yang menderita penyakit bawaan sejak lahir meningkat secara menyolok. Kasus kanker anak-anak tahun lalu telah meningkat 20%, terutama penderita penyakit kanker kelenjar gondok jauh lebih banyak dari pada penderita di negara lain pada kelompok usia yang sama.

Racun ledakan Chernobyl menyebar ke Eropa, membunuh ribuan orang dengan derita penyakit kanker dan penyakit lain yang berhubungan dengan radiasi, di Belarus, Rusia dan Ukraina bahkan berlanjut menyebabkan lahirnya bayi-bayi cacat dan berpenyakit.

Setelah manusia dievakuasi

Dalam waktu belasan hari setelah terjadinya bencana, pihak berwajib mengumumkan radius 30 km di sekeliling perusahaan merupakan daerah terlarang, lebih dari 120 ribu orang dievakuasi, binatang dan tumbuh-tumbuhan ditinggalkan di dalam tingkat radiasi tinggi. Setelah terbengkelai 30 tahun, gedung apartemen bertingkat yang hampir runtuh dan Kota Pripyat yang jalan- jalannya telah dipenuhi rerumputan menjadi tanda bencana nuklir abad tersebut.

Namun, semakin banyak kaum naturalis beranggapan, bencana itu mungkin telah menghasilkan manfaat lingkungan yang diluar dugaan.

Di dalam daerah seluas 1.800 mil persegi yang melintasi perbatasan Ukraina dan Belarusia itu, setelah manusia ditarik ke luar, belakangan ini telah menjadi cagar alam terbesar di Eropa bagi pertamasyaan margasatwa dan burung-burung. Telah ditemukan banyak jenis hewan yang bukan “spesies asli” daerah tersebut.

Selain babi hutan, serigala, rusa kecil, dan rusa muntjac, masih juga terdapat hewan yang hampir punah seperti kerbau liar Eropa dan kuda Przewalski yang datang dari Belarusia melalui perjalanan lintas perbatasan. Mereka beranak pinak dalam jumlah besar. Kuda Przewalski merupakan kuda liar satu-satunya di dunia (jenis kuda yang belum pernah dijinakkan oleh manusia).

Pada akhir tahun 2014, Sergei Gashchak ahli biologi Ukraina mempelopori riset keanekaragaman hayati Chernobyl, di tempat tersebut dia menemukan beruang merah, meskipun beruang merah bukan jenis yang mendekati kepunahan, namun telah hilang dari daerah tersebut lebih dari satu abad.

Pakar: “Radioaktivitas memang selalu ada dalam lingkungan”

Dikatakan oleh seorang staf perusahaan perlindungan radiasi Swedia: Bumi sebenarnya memang sudah mengandung radiasi, dan radiasi juga selalu memang ada di dalam lingkungan, sebab itu alam raya harus mengembangkan seperangkat mekanisme pemugaran, untuk memperbaiki akibat dari pada radiasi. Namun ketika terjadinya bencana nuklir Chernobyl, alam raya sama sekali belum siap untuk menghadapi
kadar radiasi yang bertambah secara drastis, terjadilah katastropi lingkup luas dalam alam raya.

Namun 20 tahun setelah bencana, ketika sekelompok ilmuwan melintasi wilayah karantina, memasuki daerah berbahaya dengan kadar radiasi ribuan kali di atas normal untuk menyelidiki perubahan ekologi daerah bencana, ternyata menemukan bahwa ekologinya sangat berbeda dari pada yang dibayangkan.

Bukan saja kondisi kesehatan hewan di dalam wilayah tersebut sangat baik, pepohonan juga tumbuh subur dan sedang dengan langkah lambat tapi pasti menelan kota terbengkelai yang pernah ditinggali umat manusia, hal mana menunjukkan bahwa kondisi pertumbuhan dari tumbuh- tumbuhan ini pun sangat baik. (Epochtimes/Pur/Yant)

Share
Tag: Kategori: MISTERI SERBA SERBI

Video Popular