Oleh: Karen Charlton

Kita sudah lama tahu bahwa ceri mengandung berbagai vitamin dan mineral. Yang lebih penting, ceri berkhasiat untuk otak, maka masukan ceri dalam daftar belanja Anda.

Flavonoid

Flavonoid adalah zat gizi yang mengandung lebih dari 6.000 senyawa yang unik. Flavonoid tersebar luas pada tanaman, dan dikelompokkan menjadi lima subklas: flavonol, flavan-3-ols, flavones, flavonones dan antosianin.

Flavonoid melindungi tanaman dari kerusakan akibat mikroba dan serangga. Flavonoid memberi karakteristik sensorik pada makanan seperti rasa, kesepatan dan warna.

Antosianin memberi pigmen merah, biru dan ungu pada buah seperti stroberi, ceri, blueberry dan plum. (Alexeysun / Shutterstock)
Antosianin memberi pigmen merah, biru dan ungu pada buah seperti stroberi, ceri, blueberry dan plum. (Alexeysun / Shutterstock)

Antosianin memberi pigmen merah, biru dan ungu pada buah seperti stroberi, ceri, blueberry dan plum. Antosianin juga ditemukan pada anggur merah, teh, kopi, dan beberapa sayuran seperti bawang merah dan kubis.

Bagaimana berries meningkatkan kesehatan otak?

Buah yang kaya antosianin terbukti memengaruhi otak dalam beberapa cara. Diperkirakan bahwa sejumlah jalur bekerja sama untuk meningkatkan fungsi kognitif dan mencegah kerusakan otak.

Pertama, kandungan antioksidan yang tinggi pada buah ini dapat membasmi radikal bebas dan mengurangi peradangan di otak.

Selain itu, flavonoid dalam buah ini memiliki potensi untuk menghambat kematian sel saraf (neuron), dan meningkatkan hubungan antara sel saraf, terutama di area otak yang terkait dengan fungsi pembelajaran dan memori (hipokampus).

Flavonoid juga mencegah penggumpalan beta amiloid (Aβ) di otak sehingga mencegah pembentukan plak amiloid. Plak amiloid yang lengket yang terdiri dari protein beta amiloid ini menumpuk di luar sel saraf, dan menyebabkan terjadinya penyakit Alzheimer.

Mengonsumsi buah yang kaya antosianin dapat meningkatkan kemampuan belajar, memori dan keterampilan motorik.

Penelitian menunjukkan bahwa individu yang mengonsumsi berries secara teratur (dua sampai tiga kali seminggu) memiliki fungsi otak yang lebih baik dan cenderung sedikit menderita dementia dibanding individu dengan usia yang sama yang tidak mengonsumsi berries secara teratur.

Diet dan demensia

Demensia adalah penyebab tunggal terbesar kecacatan pada orang dewasa yang berusia di atas 65 tahun dan merupakan penyebab utama kedua kematian di kelompok usia ini. Penundaan sedikit waktu terjadinya demensia dan perkembangan demensia selanjutnya nyata-nyata mengurangi beban penyakit ini pada masyarakat.

Dalam sebuah riset, menunjukkan potensi jus ceri yang kaya akan antosianin dalam meningkatkan memori pada penderita demensia tipe Alzheimer taraf ringan sampai sedang yang berusia lanjut, di mana 200 ml jus ceri setiap hari diberikan kepada penderita tersebut.

Setelah 12 minggu, individu yang rutin minum jus ceri menunjukkan peningkatan nilai tes yang berhubungan dengan memori dan mengingat kata secara nyata dibandingkan dengan individu yang minum jus buah lain yang mengandung sedikit antosianin.

Buah ungu yang berkhasiat

Sebuah plum Australia yang dibesarkan dan dikembangkan oleh para ilmuwan Pemerintah Queensland yang tergabung dalam Queen Garnet, memiliki hingga lima kali kadar antosianin dibandingkan plum normal. (Sea Wave / Shutterstock)
Sebuah plum Australia yang dibesarkan dan dikembangkan oleh para ilmuwan Pemerintah Queensland yang tergabung dalam Queen Garnet, memiliki hingga lima kali kadar antosianin dibandingkan plum normal. (Sea Wave / Shutterstock)

Semakin banyak ditemukan manfaat kesehatan dari buah yang kaya akan antosianin, permintaan akan buah dengan manfaat kesehatan yang unggul akan meningkat. Sebuah plum Australia yang dibesarkan dan dikembangkan oleh para ilmuwan Pemerintah Queensland yang tergabung dalam Queen Garnet, memiliki hingga lima kali kadar antosianin dibandingkan plum normal.

Penelitian pada binatang sejauh ini menunjukkan hasil yang mengesankan terhadap potensinya untuk meningkatkan kesehatan. Tikus gemuk yang minum jus plum Queen Garnet menunjukkan tekanan darah tinggi, hati berlemak, fungsi jantung yang buruk dan artritis kembali normal hanya dalam waktu delapan minggu.

Kita sekarang menyelidiki peran plum Queen Garnet terhadap fungsi kognitif pada individu dengan tanda awal adanya kehilangan memori.

Bagaimana Anda yakin terhadap buah ini ?

Penelitian berbasis makanan adalah rumit. Pertama, kita perlu memahami bagaimana metabolisme tubuh terhadap senyawa bioaktif.

Antosianin dengan cepat dipecah dalam saluran cerna menjadi berbagai zat yang berbeda (disebut metabolit), banyak yang dibuang ke dalam urin dalam waktu sekitar enam jam. Senyawa antosianin yang utuh adalah yang memberi efek fisiologis.

Sampai saat ini belum diketahui “dosis” antosianin yang diperlukan untuk mendapat manfaat kesehatan, dan berapa banyak yang harus dimakan dari sumber makanan. Pada penelitian ditemukan penurunan tekanan darah setelah lebih dari enam jam minum 300 ml jus ceri sekaligus, dibandingkan minum tiga kali 100 ml jus ceri dengan jarak waktu lebih dari tiga jam.

Ada kemungkinan bahwa antosianin dalam makanan dapat berinteraksi dengan zat gizi lain, dan kombinasi makanan dapat menunjukkan manfaat yang lebih besar dibanding mengonsumsi antosianin sendiri.

Semangkuk ceri tidak sanggup melawan faktor gaya hidup lainnya yang menyebabkan penurunan fungsi kognitif. Berhenti merokok, mengurangi lemak jenuh dan aktif secara fisik juga penting untuk menjaga otak dari penuaan.(Epochtimes/Vivi/Yant)

Karen Charlton adalah lektor Fakultas Kedokteran, Universitas Wollongong, Australia.

Share
Tag: Kategori: Headline KESEHATAN

Video Popular