Sejumlah wilayah perairan es dahulu pernah berkembang dan menyusut di permukaan Mars, menurut analisis baru dari data permukaan di kutub planet tersebut.

Ilmuwan planet percaya bahwa data radar yang dikumpulkan oleh Mars Reconnaissance Orbiter NASA menunjukkan tanda-tanda zaman es di daerah kutub, dan bahwa Mars dapat mengalahkan ujung ekor zaman es.

Menurut temuan yang dipublikasikan di jurnal “Science”, para peneliti di Southwest Research Institute, temuan ini menunjukkan zaman es tersebut digerakkan oleh kekuatan yang sama dengan yang di bumi, mengisyaratkan bahwa dua planet berevolusi dan berkembang sepanjang rute yang sama.

Data radar menunjukkan peningkatan jumlah es yang menutup tudung atas kutub, sebagian besar ada di kutub utara, dimana tim yakin itu adalah bukti-bukti peristiwa glasial. Terlebih lagi, data tersebut sejalan dengan model sebelumnya tentang tudung es tersebut berdasarkan pengamatan sebelumnya.

zaman es di planet mars
Data radar permukaan Mars menunjukkan akumulasi sekitar 87.000 kilometer kubik es di kutub, sebagian besar ada di kutub utara (diilustrasikan)

“Kami menemukan tingkat percepatan akumulasi es paling puncak 100-300 meter di tudung kutub. Volume dan ketebalan es tersebut cocok dengan prediksi model dari awal tahun 2000-an. Pengamatan radar tudung es ini menyediakan sejarah rinci akumulasi es dan erosi yang terkait dengan perubahan iklim,” kata Dr Isaac Smith, seorang peneliti di SwRI dan penulis utama makalah.

Kelompok yang berbasis di Texas menganalisis data dari kutub Mars dan menemukan bahwa sekitar 87.000 kilometer kubik es telah ada sejak zaman es Mars lalu, diperkirakan sekitar 370.000 tahun yang lalu, ketika Neanderthal dan Homo erectus telah muncul di bumi.

Para peneliti mengatakan bahwa jika es telah terdistribusi secara merata di seluruh planet itu akan membentuk lapisan 60 cm (24 inci) ketebalannya.

planet mars sebelum menjadi yang sekarang
Nasa baru-baru ini menghasilkan animasi berdasarkan data dari misi Mavern, yang menunjukkan evolusi planet Mars saat menjadi dunia berair sampai menjadi batu merah kering hingga hari ini.

Menurut tim SwRI, temuan ini menunjukkan bahwa ada erosi besar di kutub, diikuti oleh akumulasi es sampai hari ini, yang semuanya menunjuk ke zaman es. Mereka percaya studi lebih lanjut tentang sejarah es di planet tersebut dapat menawarkan petunjuk lebih lanjut tentang bagaimana bentuk orbit Mars, kemiringan pada porosnya sebagaimana rotasinya telah berubah, yang mempengaruhi pembekuan dan pencairan di permukaan selama jutaan tahun.

Ini bisa berarti bahwa di masa depan para ilmuwan dapat bekerja lebih akurat tentang sejarah iklim untuk Mars, termasuk bagaimana es tersebut berkembang maju dan mundur dari pertengahan garis lintang, yang bahkan bisa menawarkan wawasan untuk tetangga-tetangga planet tersebut.

“Karena iklim di Mars berfluktuasi dengan ayunan yang lebih besar di kemiringan sumbu, dan es akan mendistribusikan secara berbeda untuk setiap ayunan, maka Mars terlihat secara substansial berbeda di masa lalu ketimbang sekarang,” kata Dr Smith.

“Selain itu, karena Mars tidak memiliki lautan saat ini, ia merupakan ‘laboratorium’ sederhana untuk memahami ilmu iklim di bumi,” lanjutnya.

Nasa baru-baru ini telah menghasilkan animasi berdasarkan data dari misi Mavern, dimana menunjukkan evolusi Mars dari saat menjadi dunia berair sampai menjadi planet merah kering hari ini. Mavern diluncurkan pada tahun 2013 dan dirancang oleh badan antariksa untuk menyelidiki keadaan Mars.

Animasi itu menunjukkan area besar planet merah dulunya adalah biru, karena lautan menguap dan menyusut selama jutaan tahun. Jejak di batuan di permukaan planet memberikan ciri khas bahwa air cair pernah mengalir di antara mereka. Di permulaan planet, sejarahnya lebih hangat, itu bisa berarti beberapa daerah bahkan seperti rawa. (ran)

Share

Video Popular