Kedua Majelis Filipina pada Senin (29/5/2016) bertemu dalam upacara konfirmasi Rodrigo Duterte sebagai presiden baru Filipina menggantikan Benigno Aquino III. Bulan ini Rodrigo berhasil memperoleh suara dukungan cukup tinggi dan keluar sebagai pemenang dalam pemilihan presiden.

Rodrigo Duterte yang kini berusia 71 tahun tidak hadir dalam acara konfirmasi tersebut. Ia memilih untuk tetap berada di kota yang terletak di bagian selatan Filipina di mana ia masih menjabat sebagai walikota.

“Seumur hidup ini saya belum pernah mengikuti upacara konfirmasi terhadap terpilihnya siapa pun,” katanya.

Majelis dalam upacara konfirmasi itu juga mengumumkan Maria Leonor ‘Leni’ Robredo sebagai Wakil Presiden Filipina. Presiden dan wakilnya akan memiliki masa jabatan selama 6 tahun dan sesuai rencana mereka akan mengucapkan sumpah jabatan pada 30 Juni 2016 mendatang.

Rodrigo Duterte lahir di kota Maasin, Leyte Selatan pada 28 Maret 1945. Setelah menyelesaikan studi di Fakultas Hukum San Beda, Manila dan diangkat sebagai pengacara pada 1972. Ia mengikuti ayahnya Vicente untuk mulai berkarir di bidang politik. Vicente pernah menjabat sebagai gubernur propinsi dan walikota Davao City, Mindanao.

Dalam beberapa dekade berikutnya, Rodrigo Duterte memilih kota terbesar pulau Mindanao yakni Davao City sebagai basis untuk mengembangkan karir politiknya. Pada 1986-1988 ia diangkat menjadi Pengganti Walikota Davao. Pada 1988, ia diangkat sebagai walikota. Setelah itu, selama lebih dari 20 tahun berikutnya ia juga pernah menjabat sebagai anggota kongres, wakil walikota Davao dan kedudukan untuk tugas-tugas lainnya.

Kota Davao yang terkenal dengan berbagai kasus kriminal seperti pembunuhan, penculikan, pemerasan, penyelundupan dan lainnya langsung berubah total dan menjadi kota yang paling aman di Filipina setelah walikota Davao dijabat oleh Rodrigo.

Akhir 2015, Rodrigo ikut mencalonkan diri sebagai presiden. Dalam ucapan kampanyenya ia pernah berjanji akan menggunakan tangan besi dalam mengatasi kriminalitas di Filipina bila terpilih sebagai presiden. Ia meminta waktu 6 bulan untuk membasmi penjahat. Sebagai presiden nanti, ia akan memberikan wewenang kepada petugas keamanan untuk bertindak tegas. Rodrigo juga sudah memperingatkan bahwa puluhan ribu penjahat mungkin bisa menemui ajal bila tidak mau bertobat.

Pemilu Presiden Filipina berlangsung pada 9 Mei 2016. Panitia Pemilu baru menyelesaikan perhitungan suara pada 27 Mei lalu dengan hasil Rodrigo Duterte menang telak terpilih sebagai presiden baru.  (sinatra/rmat)

Share

Video Popular