Para peneliti telah menemukan bahwa akupunktur menyebabkan reaksi biokimia khusus yang mengurangi peradangan dan nyeri otot. Penelitian yang dipublikasikan dalam Molecular Neurobiology, meneliti efek tusuk jarum pada titik akupunktur di kaki. Tim peneliti mengukur efek yang luar biasa. Rangsangan akupunktur manual menurunkan pengaturan makrofag M1 (sel pro-peradangan) dan meningkatkan pengaturan makrofag M2 (sel anti-peradangan). Akibatnya, akupunktur mengurangi nyeri dan pembengkakan.

Bidang akupunktur neurobiologis melanjutkan penelitian untuk memecahkan misteri besar, bagaimana cara kerja akupunktur? Rahasianya adalah biokimia. Makrofag M2 merupakan sumber penting dari IL-10 (interleukin-10), suatu sitokin anti-peradangan yang memainkan peran penting dalam respon imun. Sitokin adalah protein yang dilepaskan oleh sel yang mengatur reaksi antara sel. Akupunktur berhasil menurunkan pengaturan makrofag M1 dan meningkatkan pengaturan makrofag M2 sehingga meningkatkan pelepasan konsentrasi IL-10 yang lebih besar. Sebagai hasil dari pelepasan IL-10 adalah nyeri dan peradangan berkurang secara nyata.

Penelitian ini mengukur respons jaringan otot dan menegaskan bahwa perubahan makrofag fenotip M1 ke M2 dipicu oleh rangsangan akupunktur. Akupunktur ibarat membalik saklar di mana pertama-tama respons peradangan awal berkurang dan kemudian memicu respons penyembuhan. Penurunan makrofag M1 dan peningkatan pengaturan makrofag M2 dipicu oleh akupunktur yang menghasilkan berkurangnya nyeri otot dan peradangan.

Para peneliti menguji proses biokimia dengan menambahkan agen penghambat IL-10 dalam percobaan laboratorium. Ketika IL-10 dihambat secara kimia, akupunktur tidak mengurangi nyeri dan pembengkakan. Namun, ketika tidak ada agen penghambat IL-10, akupunktur berhasil mengurangi nyeri dan pembengkakan. Peningkatan pengaturan makrofag M2 oleh akupunktur berhasil menciptakan sumber IL-10 yang lebih besar. Para peneliti mencatat, “Temuan ini memberikan bukti baru bahwa akupunktur manual menghasilkan perubahan fenotipik dalam makrofag dan meningkatkan konsentrasi IL-10 dalam otot untuk mengurangi nyeri dan peradangan.”

Makrofag diperlukan oleh tubuh untuk mengatasi cedera otot. Selama cedera, makrofag M1 diproduksi dan melepaskan biokimia peradangan termasuk sitokin pro-peradangan. Makrofag M2 memiliki sifat anti-peradangan dan merangsang pelepasan interleukin-10. Suatu proses cedera memiliki tahap peradangan awal di mana terjadi peningkatan pengaturan makrofag M1 pro-peradangan. Kemudian pada fase pemulihan di mana terjadi peningkatan pengaturan makrofag M2 anti-peradangan untuk merangsang penyembuhan dan perbaikan. Akupunktur manual berhasil memicu perubahan fenotip di mana terjadi penurunan pengaturan makrofag M1 dan peningkatan pengaturan makrofag M2 yang menyebabkan peningkatan IL-10, nyeri berkurang dan pembengkakan berkurang.( Healthcmi.com/Vivi/Yant)

Share
Tag: Kategori: Headline KESEHATAN

Video Popular