Sepasang galaksi berjarak 10.000 dan 6.000 juta tahun cahaya kebetulan berada di posisi yang relatif sempurna terhadap bumi telah membentuk ‘Cincin Einstein’ yang langka.

Karena dua galaksi sejajar begitu sempurna, cahaya dari yang paling jauh, atau sumber galaksi, sedang dibengkokkan oleh gravitasi galaksi yang lebih dekat. Hal ini membuat cahaya dari galaksi terjauh muncul sebagai lingkaran hampir sempurna bila dilihat dari bumi, menyelimuti cahaya dari galaksi yang lebih dekat.

Cincin baru ini ditemukan secara tidak sengaja ketika Margherita Bettinelli, dari Instituto de Astrofísica de Canarias (IAC) di Kepulauan Canary, yang sedang menggunakan ‘Dark Energy Camera’ (DECam) 13 kaki (4 meter) Blanco Telescope di Chile.

Dia menganalisis bintang-bintang di Sculptor galaksi kerdil dan melihat morfologi aneh dari cincin Einstein tersebut. ‘Cincin Einstein Canarias’ yang baru ditemukan ini adalah salah satu yang paling simetris ditemukan sampai sekarang dan hampir melingkar, menunjukkan bahwa kedua galaksi hampir sempurna sejajar.

“Galaksi yang sedang kita pelajari adalah Sculptor bulat kerdil. Ini adalah, galaksi redup, kecil, sangat dekat, pada 290.000 tahun cahaya. Hal ini hampir transparan dan objek di balik itu dapat dengan mudah dilihat,” kata Dr Antonio Aparicio, salah satu astrofisikawan IAC yang memimpin penelitian mengatakan pada MailOnline.

“Cincin Einstein Canarias yang ditemukan ini, adalah objek yang sangat jauh, di belakang Sculptor bulat kerdil. Hal ini yang membuat dua galaksi, satu hampir persis di belakang yang lain. Yang terjauh adalah sekitar 10.000 juta tahun cahaya, yang satunya adalah 6.000 juta tahun cahaya,” tambah Dr Aparicio.

Teori Relativitas einstein
Teori Einstein mengatakan benda sangat besar menekuk ruang-waktu di sekitar mereka, yang menyebabkan jalan cahaya membelok. Analogi kisi-kisi tentang deformasi ruang-waktu yang disebabkan oleh massa planet ditunjukkan dalam foto.

Mempelajari fenomena ini memberi kita informasi terutama yang relevan tentang komposisi sumber galaksi, dan juga tentang struktur medan gravitasi serta materi gelap di dalam galaksi lensa.

Cincin Einstein adalah bayangan terdistorsi dari galaksi yang sangat jauh, yang disebut ‘sumber’. Distorsi ini dihasilkan oleh pembengkokan sinar cahaya dari sumber yang disebabkan oleh galaksi masif, disebut ‘lensa’, yang terletak antara galaksi dan pengamat.

Medan gravitasi kuat yang dihasilkan oleh galaksi lensa tersebut mendistorsi struktur ruang-waktu di lingkungan sekitar, dan hal ini tidak hanya menarik benda-benda yang memiliki massa, tetapi juga membengkokan jalan cahaya.

Menurut studi ini dipublikasikan dalam “Monthly Notices of the Royal Astronomical Society” ini, ketika dua galaksi yang persis sejajar, citra galaksi yang lebih jauh diubah menjadi lingkaran hampir sempurna yang mengelilingi galaksi lensa. Sedangkan penyimpangan dalam lingkaran tersebut disebabkan oleh asimetri di galaksi sumber. Karena dua galaksi harus sempurna sejajar, dan fenomena ini jarang ditemukan.

Cincin Einstein 

Cincin Einstein (Einstein Ring) adalah ilusi optic yang terjadi saat melengkungnya struktur ruang angkasa akibat benda bermassa. Hal ini mengukuhkan eksistensi dari Teori Relativitas Umum, yang dikemukakan tahun 1915, oleh Albert Einstein, pemenang Nobel Fisika dan pernah dinobatkan sebagai “manusia abad ini”.

Dalam Teori Relativitas Umum dikatakan, “ruang angkasa adalah anyaman medan ruang-waktu, dan benda langit bermassa dapat melengkungkan ruang-waktu mengikuti benda langit tersebut”. Dimana dapat dianalogikan seperti ini : saat anda berbaring di sofa, sofa akan melengkung mengikuti struktur tubuh anda, begitu juga yang terjadi di luar angkasa, misalnya, benda bermassa seperti matahari, akan melengkungkan ruang-waktu sehingga menyebabkan “pusaran” yang menjangkar bumi untuk terus mengelilingi matahari.

Efek ilusi optic Cincin Einstein juga dikenal dengan sebutan Lensa Gravitasi, yaitu dimana terjadinya pembelokan cahaya disekitar distribusi massa yang besar.  (ran)

https://youtu.be/FrZ5qeDNLcA

Share

Video Popular