Erabaru.net. Seorang ahli jantung pernah mengatakan kepada saya bahwa minum setengah botol anggur merah setiap hari adalah obat untuk mencegah meningkatnya kadar kolesterol yang lebih baik daripada obat penurun kadar kolesterol yang ia biasa resepkan.

Paradoks Perancis

Minat terhadap manfaat anggur terhadap kesehatan muncul pada tahun 1980 an oleh karena itu disebut sebagai “Paradoks Perancis”. Para peneliti terkejut, menemukan bahwa orang Perancis dengan asupan tinggi lemak, memiliki tingkat kematian akibat penyakit jantung koroner yang lebih rendah dibandingkan dengan orang Inggris. Le Paradoxe Français paling jelas dilihat di daerah Gascony—pusat produksi lemak Saucisses de Toulouse—yang dianggap sebagai ‘mimpi buruk’ para ahli jantung.

Sebagai contoh, di Toulouse risiko seorang pria meninggal akibat serangan jantung adalah lima sampai enam kali lebih rendah daripada pria yang tinggal di Belfast, Irlandia atau Glasgow, Skotlandia, sedangkan risiko seorang wanita meninggal akibat serangan jantung adalah dua belas kali lipat lebih rendah.

Namun orang Perancis banyak makan lemak jenuh, memiliki kadar kolesterol yang tinggi juga, perokok berat dan sedikit berolahraga, tapi mengapa orang Perancis memiliki risiko menderita penyakit jantung koroner yang lebih rendah dibanding dengan penduduk negara industri lainnya kecuali Jepang?

Apakah anggur itu?

Gagasan bahwa minum anggur dapat memberi perlindungan terhadap penyakit jantung pertama kali diperdebatkan di The Lancet pada tahun 1979. Para peneliti sebenarnya menyelidiki apakah tingkat kesehatan di negara maju membuat penduduknya menjadi panjang umur.

Namun yang mengejutkan, mereka menemukan kebalikannya—jumlah dokter bertambah, kematian bayi juga meningkat, tapi yang lebih mengejutkan, mereka menemukan hubungan negatif yang kuat antara kematian penyakit jantung koroner dengan alkohol.

Maka peneliti di mana-mana segera menyelidiki hubungan yang menarik ini dan dua belas tahun kemudian, data dari 17 negara yang diketahui mengonsumsi anggur dan lemak susu, tampaknya memastikan bahwa akar penyebabnya adalah paradoks Perancis.

Orang Perancis rata-rata minum setengah botol anggur setiap hari, sementara di Skotlandia dan Irlandia, di mana penyakit jantung koroner merebak, penduduknya minum lager, bir, stout atau spirit. Karena sebagian besar (72 persen) dari produksi anggur Perancis adalah merah atau merah muda ketimbang putih, maka dianggap anggur merah yang mencegah terjadinya penyakit jantung koroner.

Orang Perancis terkenal minum alkohol hampir setiap hari dalam seminggu, biasanya pada saat makan.

Di Irlandia, dua pertiga dari total konsumsi alkohol terjadi pada hari Jumat dan Sabtu pada pesta minum alkohol yang memiliki efek buruk pada tekanan darah dibandingkan dengan asupan yang biasa.

Meskipun anggur adalah minuman yang paling memberi perlindungan terhadap penyakit jantung, tinjauan yang diterbitkan dalam BMJ pada tahun 1996 mengutip empat penelitian menunjukkan hubungan yang sama karena minum bir, dan empat penelitian menunjukkan hubungan yang sama karena minum spirit.

Kesimpulannya adalah bahwa semua minuman beralkohol dikaitkan dengan berkurang terjadinya penyakit jantung koroner, dan bahwa banyak manfaat yang memang berasal dari alkohol itu sendiri, bukan komponen lain yang ditemukan dalam berbagai jenis minuman.

Salah satu cara di mana alkohol dianggap melindungi tubuh terhadap penyakit jantung koroner adalah dengan melepaskan plak kolesterol yang banyak sekali menempel pada dinding arteri.

Meskipun cerita menarik, bukti menunjukkan kebalikannya. Ketika dilakukan pemeriksaan arteri koroner pada lebih dari 3000 orang yang berusia 33 tahun – 45 tahun, tingkat kalsifikasi (yaitu, pengerasan dinding arteri koroner) adalah 8 persen pada orang yang tidak pernah minum alkohol, 9 persen pada orang yang minum alkohol 1 sampai 6 gelas setiap minggu, 13 persen pada orang yang minum alkohol 7 sampai 13 gelas setiap minggu dan 19 persen pada orang yang meminum alkohol 14 gelas atau lebih setiap minggu.

Alkohol juga memiliki efek pada hati yaitu untuk meningkatkan sintesis kolesterol-HDL (kolesterol baik) yang bertindak seperti pengangkut kolesterol-LDL (kolesterol jahat) dari arteri dibawa kembali ke hati untuk diproses.

Awalnya efek alkohol terhadap kolesterol-HDL dianggap sudah menurunkan risiko sampai setengah terhadap penyakit jantung koroner.

Pada temuan yang lebih baru, yang melibatkan hampir 150.000 orang Norwegia, menunjukkan efek alkohol terhadap kolesterol-HDL tidak memberi penjelasan penting; pria dan wanita yang minum alkohol lebih dari sekali seminggu secara nyata lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal akibat penyakit jantung koroner, terlepas dari kadar kolesterol-HDL nya, dibandingkan dengan mereka yang jarang atau tidak pernah minum alkohol.

Alkohol memiliki kerja mirip aspirin yaitu mengurangi kelengketan trombosit (platelet) dan mencegah terjadinya pembekuan darah yang tidak diinginkan.

Pengenceran darah ini juga akan menjelaskan peningkatan risiko terhadap stroke yang diakibatkan oleh asupan alkohol yang tinggi.

Meskipun belum diketahui mekanisme yang pasti, tampaknya minum sedikit alkohol adalah menguntungkan.

Makalah penelitian disertai oleh pernyataan yang meyakinkan seperti, “Minum alkohol dalam jumlah sedang dua atau tiga kali sehari mencegah terjadinya penyakit jantung koroner”, dan bahwa, “alkohol adalah obat yang … harus digunakan secara teratur tetapi hanya pada dosis sedang sekitar 20 gr atau 30 gr per hari yang mengurangi risiko penyakit jantung koroner sebanyak 40 persen”.

Antioksidan dalam Anggur

Anggur adalah cairan yang banyak mengandung polifenol antioksidan seperti flavonoid, flavonol, katekin, antosianin, dan tanin yang larut.

Minum anggur dapat mencegah terjadinya penyakit jantung koroner karena anggur dapat menetralisir radikal bebas yang berlebihan dan mengurangi oksidasi kolesterol-LDL.

Kulit dan biji buah anggur mengandung kadar antioksidan tertinggi dan terkuat (misalnya, prosianidin dan ftoalexin seperti resveratrol) yang melindungi buah anggur terhadap sengatan Matahari dan serangan jamur.

Anggur merah secara alami memiliki kadar antioksidan yang lebih tinggi daripada anggur putih atau champagne, karena sari yang tersisa lebih basah dan melekat dengan kulit lebih lama untuk menyerap pigmen merah.

Dosis tambahan antioksidan ini menjelaskan mengapa minum anggur merah memberi manfaat kesehatan yang lebih besar dibanding anggur putih.

Namun, tidak terbukti bahwa minum anggur merah memberi manfaat kesehatan yang lebih besar dibanding anggur putih.

Terlepas dari kenyataan bahwa antioksidan polifenol secara nyata lebih tinggi dalam anggur merah, minum anggur putih memberi efek yang sama terhadap pelebaran arteri.

Dalam sebuah penelitian kecil yang melibatkan 14 relawan penderita penyakit arteri koroner,pelebaran arteri brachialis secara nyata meningkat tiga kali lipat enam jam setelah minum anggur baik warna putih ataupun merah.

Tidak ditemukan perubahan kadar polifenol darah setelah minum anggur merah ataupun putih, tampaknya antioksidan polifenol bukan merupakan komponen yang aktif.

Apakah berpengaruh minum anggur merah atau putih?

Sebuah penelitian jangka panjang yang melibatkan hampir 129.000 orang di California sepakat bahwa minum anggur secara nyata menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung koroner—pengurangan 30 persen risiko untuk pria dan pengurangan 40 persen risiko untuk perempuan—jika dibandingkan dengan individu yang lebih suka minum bir atau minuman keras.

Individu yang minum anggur kurang dari sekali seminggu memiliki risiko 6 persen lebih rendah untuk meninggal akibat penyakit jantung koroner, dibandingkan individu yang minum anggur 2 atau 3 hari per minggu memiliki risiko 16 persen lebih rendah untuk meninggal akibat penyakit jantung koroner, individu yang minum anggur 4 atau 5 hari per minggu memiliki risiko 23 persen lebih rendah untuk meninggal akibat penyakit jantung koroner, dan individu yang minum anggur setiap hari atau hampir setiap hari memiliki risiko 33 persen lebih rendah untuk meninggal akibat penyakit jantung koroner. Ini merupakan dosis yang berlaku untuk semua jenis anggur, apakah itu anggur merah, putih, merah muda atau berkilau yang memberi respons berkurangnya risiko untuk meninggal akibat penyakit jantung koroner.

Jelas ada banyak faktor pendukung bahwa orang yang minum anggur seringkali adalah wanita, lulusan perguruan tinggi, bukan perokok dan peminum dosis sedang, suka melakukan olahraga dan menjalani diet yang sehat yang banyak makan buah, sayuran, ikan, salad, dan minyak zaitun.

Hal ini mempersulit penafsiran penelitian ini kecuali peneliti harus berhati-hati menyesuaikan data untuk menjelaskan perbedaan ini.

Intinya adalah, tidak dapat menemukan bukti yang meyakinkan bahwa anggur merah lebih mencegah terjadinya penyakit jantung koroner daripada anggur putih.

Catatan: Jika Anda minum minuman beralkohol, batasi asupan jumlah sedang (hingga 20-30 gr / hari untuk pria dan 10-20 gr / hari untuk wanita).(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular