JAKARTA – Partai Komunis Indonesia (PKI) yang sudah lama tak menampakkan wujudnya secara terang benderang kini disebut-sebut sudah mulai unjuk gigi dengan berbagai aktivitas terselubung. Bahkan para pendukung Komunis sudah aktif secara langsung mengkampanyekan ideologi mereka serta aktivitas di berbagai daerah.

Hal demikian diungkapkan oleh salah satu tokoh militer Indonesia Mayjen (Purn) Kivlan Zein disela-sela kegiatan seminar simposium nasional “Mengamankan Pancasila dari Ancaman Kebangkitan PKI dan Ideologi Lain” di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (1/6/2016).

Menurut Kivlan, kebangkitan ideologi komunis bukan tak mempunyai alasan. Hal demikian bisa dilihat dengan berbagai penyebaran simbol komunis yanga marak diberbagai daerah beberapa waktu lalu bahkan sudah diucapkan oleh anggota DPR RI Ribka Tjiptaning. Tak hanya itu, para pendukung PKI ini juga memiliki dendam kesumat hingga mereka mengusulkan membongkar kembali kuburan pahlawan revolusi.

Atas segala macam yang dilakukan oleh para pendukung PKI, Kivlan menyatakan sudah siap menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi ketika para simpatisan PKI mewujudkan rencana-rencana mereka. “Mereka siap, kita pecinta pancasila sudah mempersiapkan kekuatan apabila mereka bangkit akan kita pukul, tak ada lagi akan terdadak seperti  1948 dan 1965,” ujar mantan Kepala Staf Kostrad ABRI.

Kivlan mengaku pernah menggerebek secara langsung pertemuan pendukung PKI di sebuah tempat di Salatiga, Jawa Tengah. Menurut Kivlan, para pendukung PKI ini sedang mempersiapkan langkah untuk kongres serta reorganisasi elemen serta partai komunis di Indonesia. Langkah-langkah yang dilakukan PKI, sesuai dengan doktrin-doktrin komunis yakni teror, memutarbalikkan fakta,agitas, propoganda dan fitnah sebagaimana dalam kongres PKI digelar 2010 lalu.

Keberadaan sebanyak 100.000 pucuk senjata api yang diperoleh PKI pimpinan DN Aidit yang diterima dari Partai Komunis Tiongkok saat dipimpin oleh Mao Zedong puluhan tahun silam hingga kini tak jelas keberadaan senjata-senjata itu. Kivlan mengingatkan, pada saat itu memang PKI sudah mengumumkan membubarkan diri dan diperintahkan untuk menyembunyikan senjata-senjata tersebut.

Ketika organisasi PKI sudah kembali terbentuk, ujar Kivlan, senjata-senjata api yang tak diketahui rimbanya dikhawatirkan akan dikeluarkan. Bahkan menurut Kivlan, gerakan PKI kini dipimpin oleh seorang yang bernama Wahyu Setiaji. Sosok penggerak PKI ini bahkan sudah membuat kepengurusan tingkat ranting di Indonesia serta sudah siap berkoordinasi untuk membangkitkan komunis yang sudah lama terkubur.

Tak hanya soal reorganisasi, Kivlan menuturkan bahwa kantor lama PKI yang terletak di Jalan Matraman, Jakarta dicurigai akan kembali digunakan untuk berbagai aktivitas menyongsong kebangkitan PKI di Indonesia. Kivlan mencurigai kantor yang disamarkan dengan sebuah nama perusahaan dipersiapakan, ketika pemerintah pada akhirnya benar-benar memaafkan PKI. Padahal, kenyataan PKI sebagai pelaku menyebabkan nyawa rakyat Indonesia menjadi korban kekejaman PKI.

Kivlan menuturkan para pendukung PKI masih saja terus mendorong serta mengkampanyekan agar pemerintah dan parlemen mencabut TAP MPR RI yang menegaskan bahwa paham komunisme/marxisme/leninisme sebagai paham dilarang di Indonesia. Selanjutnya para pendukung PKI ditenggarai juga mengusulkan pembubaran Kodim/Dandim sebagai basis mengamankan  rakyat.

Atas segala upaya kampanye yang dilakukan oleh para pendukung PKI, Kivlan mengaku sudah siap untuk melakukan perlawanan. Kivlan memberikan estimasi bahwa jumlah pendukung PKI di Indonesia diperkirakan sudah mencapai 15 juta orang. “Kalau mereka lawan kita hantam, kekuatan mereka cukup dibilang 15 juta siap bergerak, mereka sudah ngomong, kalau mereka siap kita juga siap,” pungkas Kivlan. (asr)

Share

Video Popular