Oleh  Xia Xiaoqiang

Menurut majalah Hongkong ‘Zhengming’ edisi Juni 2016, pada 14 Mei lalu, putra sulung Jiang Zemin yakni Jiang Mianheng telah menghadap Komite Pengawas Kedisiplinan Partai Komunis Tiongkok/ PKT untuk menerima  ‘wawancara.’ Namun ‘wawancara’ menghendaki Jiang Mianheng mendeklarasi kekayaan pribadi dan keluarga yang tersimpan di luar negeri serta mempertanggungjawabkan keabsahannya. Selain itu ia juga ditanya apakah ada mendirikan perusahaan di luar negeri dan sebagainya.

Pada Maret lalu  pengacara HAM Shanghai Zhrng Enchong mengungkapkan bahwa Jiang Zemin dan putranya sudah berada dalam pengendalian pihak berwenang. Bila ditilik dari serangkaian operasi pengepungan yang menyeluruh terhadap Jiang Zemin, keluarga serta antek-anteknya, tampaknya pihak berwenang sedang menggiring Jiang Zemin dan putranya menuju bentuk penangkapan seperti yang dilakukan terhadap Zhou Yongkang.

Seperti apa bentuk penangkapan ala Zhou Yongkang? Yaitu mengungkap kasus korupsi pribadi dan keluarga secara besar-besaran melalui media Tiongkok. Setelah itu, ‘memunculkan’ yang bersangkutan di media untuk membantah rumor-rumor yang melibatkan dirinya, tetapi kemudian satu per satu anggota keluarga dan orang kepercayaannya diinterogasi, ditangkap dan dipecat. Setelah itu Zhou tidak lagi muncul di media untuk suatu periode sampai ia diumumkan sudah ditangkap dan dipecat oleh pihak yang berwenang.

Pola pembasmian terhadap koruptor kakap di Tiongkok selama 2 tahun terakhir ini yaitu dengan cara menelanjangi kasus korupsi pejabat melalui anggota keluarganya sendiri, oleh sekretaris kantor ataupun pribadi dan kroni-kroninya. Jiang Zemin pun tidak terkecuali.

Sejak 2015, pengusutan terhadap kasus korupsi Jiang Zemin dan keluarganya terus dipercepat. Masyarakat Tiongkok dengan melihat gaya dan cara pihak berwenang ‘menghabisi’ para koruptor dan kroni Jiang seperti Xu Rong, Xu Caihou, Zhou Yongkang, Ling Jihua, Guo Boxiong dan lainnya, menyimpulkan sendiri 6 langkah perburuan ‘harimau.’ Di antaranya langkah nomor 2 itu berbunyi:  Dua K (keluarga dan kroni) jadi tertimpa masalah.

Sejak pertengahan tahun lalu, sejumlah eksekutif BUMN Tiongkok yang memiliki hubungan kepentingan pribadi dengan Jiang Mianheng telah dipecat dan ada yang ditangkap.

Media ‘Caixin’ yang pro Xi Jinping dalam tahun-tahun terakhir ini sering menerbitkan berita yang berkaitan dengan dipecatnya seorang pejabat senior dengan analisanya yang cukup mendetail sebelum kejadian. Dan sering kali analisanya tidak jauh meleset dari fakta. Salah satu contohnya seperti artikel tertanggal 11 Januari 2015 yang mengungkap secara rinci tentang hubungan dagang dibentuk antara saudara Ling Jihua bernama Ling Wancheng dengan Jiang Mianheng.

Munculnya berbagai berita di sejumlah media resmi belakangan ini yang membawa nama Jiang Mianheng terlihat masih mengikuti cara lama, yakni model yang digunakan untuk melaporkan kasus-kasus kejahatan  Zhou Yongkang dan Ling Jihua sebelum mereka ditangkap pihak berwenang. Tetapi, apapun cara yang hendak digunakan media dan pihak otoritas, yang pasti ialah sejak ‘panah di atas busur’ sudah diarahkan ke Jiang Zemin, media dengan jelas menunjukkan kepada kita bahwa penyidikan kasus korupsi Jiang Zemin dan keluarga sudah dilakukan rezim Xi Jinping.

Memasuki 2016, nama Jiang Zemin semakin tenggelam, ia sudah tidak dimuat lagi dalam pemberitaan media kecuali yang terakhir kali saat ia mengikuti parade senjata September tahun lalu. Bagi Jiang Zemin yang suka pamer,  ini jelas tidak wajar bukan?  Tetapi bila ditengok dari sudat pandang lain, itu mungkin suduh cukup menjelaskan kepada kita bahwa Jiang Zemin  sudah berada dalam pengendalian pihak berwenang sehingga tidak berkutik.

Setelah kedua orang ayah dan anak itu digiring menuju jalan yang terpaksa dilalui oleh Zhou Yongkang sehingga ia ditangkap dan diminta untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Bagaimana dengan nasib selanjutnya dari kedua orang ayah dan anak itu? Sepertinya juga akan sama.  (sinatra/rmat)

Share

Video Popular