Organisasi Bulan Sabit Libya (Libyan Red Crescent) pada Jumat (3/6/2016) melaporkan bahwa telah ditemukan sedikitnya 117 jenasah yang terdampar di pesisir Zwara, Libya. Kebanyakan dari mereka adalah wanita diduga merupakan bagian dari penumpang kapal yang hendak menyeberangi laut Mediteranian menuju Eropa.

Central News Agency mengutip ucapan jurubicara Organisasi Bulan Sabit Libya Khames el-Boussefi kepada AFP, “Sampai saat ini, sudah 117 jenasah yang sudah ditemukan dan 70 % adalah kaum wanita dengan 6 orang anak.”

“Kita berencana untuk mengirim tim menuju perairan sekitar Zwara untuk melakukan pencarian dan penyelamatan,” katanya lebih lanjut.

Menurut ‘Independent’ Inggris, petugas penjaga pantai Libya tak lama ini melihat ada sebuah kapal yang hanyut di laut, namun tidak ditemukan lagi setelah beberapa hari lalu dicari. Pada Kamis (2/6/2016) yang lalu mendapat kabar dari Zwara bahwa mereka telah menemukan 85 jenasah yang terdampar di pesisir sekitar, pada Jumat (3/6/2016) kembali mengangkat lebih dari 100 jenasah dari sana.

Sementara itu, petugas penjaga pantai Yunani mengatakan bahwa pihaknya telah menyelamatkan 340 orang penumpang kapal yang terbalik di perairan dekat Pulau Crete. Selain itu juga mengangkat 9 jenasah yang terapung di laut dan masih melakukan pencarian terhadap ratusan penumpang yang belum ditemukan.

AFP melaporkan, IOM (International Organization for Migration) menyebutkan bahwa kapal itu mengangkut sedikitnya 700 orang kaum pengungsi.

Ini adalah kapal pengungsi kedua yang tenggelam di Laut Aegea. Menunjukkan bahwa sindikat mungkin membuka rute baru.

Kota pelabuhan di Libya menjadi pilihan bagi pengungsi yang ingin menyeberang ke Eropa. Menurut data yang dihimpun UNHCR bahwa lebih dari 2.500 orang pengungsi menemui ajal dalam perjalanan laut, meskipun lebih dari 200.000 orang sudah pernah menjalani penyeberangan dengan menggunakan kapal laut. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular