Oleh: Su Yang

Tim peneliti internasional menemukan bahwa alam semesta berkembang lebih cepat 5-9 persen dari yang diperkirakan. Bisa jadi hal ini disebabkan oleh kekuatan misterius yang disebut radiasi gelap, dan pada akhir hidupnya, alam semesta akan mengalami apa yang disebut “robekan besar” atau “big rip” dan menghancurkan dirinya.

Selama 2,5 tahun lamanya, tim peneliti yang dipimpin Adam Riess, astrofisikawan dan peraih Hadiah Nobel Fisika dari John Hopkins University, mengukur gerakan sekitar 2,400 Cepheid dan kurang lebih 300 supernova tipe Ia menggunakan Teleskop Hubble milik NASA.

Cepheids dan supernova tipe Ia adalah bintang yang sangat terang, sehingga jaraknya dapat diukur dengan tepat. Menurut hasil pengukuran tersebut, para peneliti menghitung laju perkembangan alam semesta atau yang dikenal dengan konstanta Hubble saat ini, yakni sekitar 73.2km / s / mpc (mpc = megaparsec, setara dengan 3,26 juta tahun cahaya), jauh lebih cepat 5 – 9 % dari perkiraan awal. Ini berarti bahwa 9,8 milyar tahun kemudian, jarak antara benda langit di alam semesta akan meningkat dua kali lipat.

Temuan ini mendorong para ilmuwan untuk mempertimbangkan kembali pemahaman kita tentang alam semesta, terutama konsep terkait energi gelap dan materi gelap.

Menurut teori ilmiah yang ada sekarang, bahwa benda langit seperti bintang, planet dan materi normal semacam gas hanya menduduki 5% di alam semesta. Sementara sisanya didominasi materi gelap sebesar 25% dan 70 %-nya adalah energi gelap. Baik materi gelap maupun energi gelap itu tak terlihat, dan sejauh ini belum terdeteksi secara langsung.

“Salah satu dari beberapa akhir ekspansi alam semesta yang sedemikan cepat ini adalah, hancurnya struktur temporal alam semesta, yang merupakan akhir dari alam semesta,” kata Brad Tucker, salah satu astronom dari Australian National University, Australia.

Galaksi-galaksi akan bergerak amat cepat, sehingga cahayanya tidak mampu bergerak melintasi alam semesta seperti yang dapat diamati sekarang. Dampaknya, langit akan terlihat gelap.

Terkait mengapa alam semesta berekspansi dengan cepat, ada beberapa kemungkinan, salah satunya energi gelap mengalami perubahan seiring dengan berlalunya waktu. Kedua, materi gelap jauh lebih kuat atau menunjukkan gejala yang tidak biasa di bawah pengaruh gravitasi. Kemungkinan ketiga disebabkan oleh kekuatan misterius yakni radiasi gelap. Beda dengan energi gelap maupun materi gelap, radiasi gelap ini mungkin sejenis neutrino. (Epochtimes/joni/rmat)

Share
Tag: Kategori: ASTRONOMI

Video Popular