Erabaru.net. Secara konseptual, kita selalu berpendapat bahwa kepribadian wanita itu harus lemah lembut, perhatian dan feminim.

Namun, kita menemukan, bahwa perempuan yang pemarah dan mudah naik darah sekarang juga tidak sedikit.

Karena faktor dari rasa tanggungjawab, dan bekerja untuk memberikan yang terbaik, ada beberapa wanita yang kerap tidak bisa menahan emosinya/amarah.

Apa pun alasannya, mereka yang mudah naik darah dan suka marah-marah, dipastikan akan berdampak pada kesehatan fisik dan mental individu, selain itu juga mempengaruhi kualitas hidupnya.

Berikut beberapa dampak buruk secara fisik pada wanita yang sering marah-marah :

Gangguan pada fungsi paru-paru

Ketika seseorang melampiaskan amarahnya, akan memicu aliran darah dari jantung melonjak drastis, selain itu, napas juga bekerja dengan cepat, dan meningkatkan frekuensi bernapas, serta gelembung paru-paru juga akan terus mengembang, tidak sempat untuk mengendur, sehingga menyebabkan disfungsi paru-paru.

Gangguan pada menstruasi

Saat marah, emosional yang berlebihan, dapat menyebabkan premenstrual syndrome atau sindrom pra menstruasi, jika tidak segera diatasi, akan memicu terjadinya stagnasi (kemacetan peredaran energi vital) atau stasis darah (penyumbatan darah), hingga akhirnya mengarah pada gangguan endokrin, dan membuat haid tidak teratur.

Rentan terserang kanker

Kaum wanita yang mudah naik darah dan memendam amarahnya, atau depresi jangka panjang, dapat menyebabkan sistem endokrinnya menjadi kacau. Sekadar diketahui, tubuh Anda akan menghasilkan sejenis hormon kortikosteroid saat Anda marah, jika timbunan senyawa ini berlebihan di dalam tubuh, akan menghambat fungsi sel kekebalan tubuh, sehingga menurunkan sistem kekebalannya, hingga pada akhirnya akan rentan memicu terjadinya kanker.

Meskipun sangat sulit rasanya untuk mengendalikan diri saat emosi memuncak, tapi dampaknya juga sangat fatal akibat amarah yang labil, jadi, demi kesehatan bersama, terutama bagi mereka yang lekas naik darah dan marah-marah, khususnya kaum wanita, sebaiknya belajarlah untuk bisa hidup berdampingan dengan emosional (suasana hati) Anda.

Agar tidak lekas naik darah, pertama-tama kita harus belajar mengatur atau menyelaraskan emosi masing-masing individu, jalan-jalan atau bepergian kemana saja, biarkan batin ini tenang sejenak, atau nikmati makanan manis dan semacamnya, bisa membantu meredakan suasaan hati yang galau, labil dan semacamnya. (Epochtimes/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: Headline KESEHATAN

Video Popular