Oleh: Freddy Silva

Bukti kumulatif menunjukkan hal sebaliknya bahwa situs-situs megalitikum dan tempat-tempat suci kuno lainnya sebenarnya menarik, menyimpan, dan bahkan menghasilkan medan energi mereka sendiri, menciptakan jenis lingkungan dimana seseorang dapat memasuki kondisi kesadaran yang berubah-ubah.

Teknologi spiritual

Medan magnet di situs-situs suci kuno itu memiliki pengaruh yang besar terhadap tubuh manusia, khususnya unsur besi yang terlarut dalam pembuluh darah, belum lagi jutaan partikel magnetik yang mengambang di dalam tengkorak, serta kelenjar pineal, yang sangat sensitiv terhadap medan geomagnetik.

Dalam lingkungan dimana intensitas medan geomagnetik menurun, seseorang akan mengalami gejala psikis dan supranatural.

Sebuah penyelidikan menyeluruh ke wilayah Carnac, Perancis, yang memiliki sekitar 80.000 situs megalitikum, mengungkapkan teknologi spiritual yang sama. Pada awalnya peneliti terkemuka, Pierre Mereux, bersikap skeptis bahwa situs megalitikum memiliki kekuatan khusus.

Penelitian Mereux terhadap Carnac menunjukkan bagaimana dolmen (batu megalitikum yang berdiri) memperkuat dan melepaskan energy dari Bumi sepanjang hari, dengan pembacaan terkuat terjadi pada dini hari. Tegangan dan variasi magnetik yang terkait, mengikuti fenomena yang dikenal sebagai induksi listrik.

Menurut Mereux: “Dolmen berperilaku sebagai kumparan atau solenoid, dimana arus terinduksi, terprovokasi oleh medan magnet yang bervariasi, lemah dan kuat, di sekitarnya. Namun fenomena ini tidak diproduksi dengan intensitas yang tinggi kecuali jika dolmen tersebut dibangun dengan batu kristal yang kaya kuarsa, seperti granit.”

Pembacaan Mereux terhadap menhir (batu tunggal, biasanya berukuran besar, yang dipahat seperlunya sehingga berbentuk tugu dan biasanya diletakkan berdiri tegak di atas tanah) mengungkapkan energi yang berdenyut secara berkala di bagian dasar, bermuatan positif dan negatif, hingga berjarak 10 meter dari monolit tegak ini, beberapa di antaranya masih menunjukkan ukiran ular.

Denyutan ekstrim berulang kira-kira setiap 70 menit, menunjukkan bahwa menhir terus melakukan pengisian dan pengosongan secara teratur.

Komposisi batu dan kemampuan mereka untuk menghasilkan energi menjadi sangat tinggi pada unsur kuarsa, batu khusus yang menjadi piezoelektrik, yang berarti mereka menghasilkan listrik ketika dikompresi atau mengalami getaran.

Megalitikum dari Carnac merupakan 31 fraktur zona gempa paling aktif di Perancis, yang berada dalam keadaan konstan getaran, membuat batu elektromagnetik menjadi aktif.

Hal ini menunjukkan bahwa menhir tidak ditanam di lokasi ini secara kebetulan, terutama karena mereka diangkut dari jarak 97 kilometer dari tempat asal batuan. Hal itu dikarenakan kehadiran dan orientasi mereka dalam hubungan langsung dengan magnet terestrial.

Situs suci dan portal magnetik

Banyak tradisi kuno di seluruh dunia sama- sama memiliki aspek keanehan: mereka mempertahankan bagaimana tempat-tempat tertentu di muka Bumi memiliki konsentrasi energi yang jauh lebih tinggi daripada yang lain. Situs-situs tersebut, yang diberi nama “bintik-bintik rusa” oleh suku Hopi di Amerika Utara, akhirnya menjadi dasar bagi banyak situs suci dan struktur kuil yang kita lihat sekarang.

Yang menarik adalah bahwa setiap budaya menyatakan tempat-tempat khusus itu terhubung dengan Langit melalui tabung berongga atau pembuluh, dan dengan koneksi ini, jiwa mampu terkoneksi dengan Dunia lain selama proses ritual. Namun, hal ini juga memungkinkan saluran bagi dunia roh untuk masuk ke dunia fisik ini.

Pada 2008, NASA mungkin secara tidak sengaja telah membuktikan pengamatan tentang hal itu ketika menerbitkan rincian dari penyelidikan peristiwa perpindahan fluks, dimana ia menjelaskan bagaimana Bumi terkait dengan Matahari oleh jaringan portal magnetik yang terbuka setiap delapan menit.

Penemuan tersebut membantu untuk memvalidasi, di mata ilmiah, keyakinan lama yang dipegang oleh para dukun kuno dalam rekaman sejarah bahwa situs megalitikum, kuil-kuil kuno merupakan tempat bagi orang-orang yang ingin mengasingkan diri dari dunia normal, di mana seseorang dapat terhubung dengan lokasi yang jauh melampaui lingkup planet ini.

Oleh karena itulah, para imam Mesir kuno menganggap kuil-kuil mereka lebih dari sekadar batu mati. Setiap pagi mereka bangun dengan melakukan orasi di setiap kamar kuil, memperlakukan kuil sebagai organism hidup yang tidur di malam hari dan terbangun saat fajar. (Epochtimes/Osc/Yant)

Share

Video Popular