32 buah pesawat bomber AS yang kurang pengalaman dan sangat tidak jitu itu, toh pada akhirnya ada 4 buah bom yang berhasil menyasar juga kapal induk “Kaga” milik Jepang. Kapal raksasa “Kaga” tersebut telah dihancurkan total dalam tempo beberapa menit.

Kobaran api besar di kapal induk “Kaga” membuat orang Jepang yang berada di kapal induk “Akagi” tertegun, sampai-sampai mereka tidak menyadari bahwa pesawat bomber AS juga terbang menuju kapal mereka. Setelah kapal induk “Akagi” juga terhunjam oleh bom, seabrek pesawat, bom dan torpedo yang berada di atas dek kapal pada meledak bagaikan teori domino. Api besar menjalar menyasar bahan bakar dan mesiu yang menumpuk tidak beraturan di atas dek, maka sekali lagi terjadi ledakan dahsyat, sehingga potongan besar dek penerbangan beterbangan di udara.

Dua kapal induk Jepang yang lain yakni “Hiryu” dan “Soryu” juga dibombadir oleh pesawat AS, lantaran tumpukan bom dan torpedo memenuhi dek, begitu terkena bom segera menimbulkan ledakan beruntun. Dalam pertempuran di hari itu, 4 Juni 1942, 74 tahun silam, 4 buah kapal induk dari armada penggempur Jepang semuanya hancur sedangkan Amerika Serikat hanya kehilangan sebuah kapal induk saja.

Maka dibawah rekayasa “kehendak Ilahi” tentara Jepang yang terus-menerus melakukan pergantian dari torpedo ke bom dan dari bom diganti lagi ke torpedo, di dalam kekacauan tumpukan torpedo dan bom yang memenuhi atas dek yang kemudian diledakkan oleh pesawat AS yang persentase kejituannya sangat buruk, hancur sudah armada penggempur negeri Matahari Terbit itu.  

Pergantian pemimpin pasukan yang serba “kebetulan”

Pertempuran Midway masih ada lagi satu kebetulan yang menarik.

Setelah pertempuran di pagi hari itu usai, pasukan Jepang masih memiliki 4 buah kapal induk yang luput dari maut karena tidak ikut dalam pertempuran itu dan sejumlah kapal penempur. Pada 4 Juni malam hari, induk kekuatan armada Jepang yang dipimpin langsung oleh admiral Yamamoto yang ‘menyanggong’ di garis belakang, bersiap-siap menggunakan jurus pamungkas mereka yakni serangan dadakan dan waktu sudah ditetapkan pada malam hari. Karena pasukan Jepang masih memiliki banyak kapal perang yang kuat, di malam hari muatan pesawat kapal induk tidak bisa lepas landas yang sama saja dengan kehilangan daya tempur, namun kapal perang/penempur yang diperlengkapi dengan meriam dahsyat bisa menenggelamkan kapal induk dengan sangat mudah.

Pasukan Amerika tidak memiliki satupun kapal penempur. Oleh karena itu, orang Jepang yang handal berperang di kegelapan masih tetap mencari kesempatan bertempur di malam itu, maka disusunlah taktik kapal perang menghujani kapal induk Amerika dengan bom, dengan harapan meraih kemenangan di babak berikut, membalikkan kekalahan menjadi kemenangan.

Namun, kehendak Ilahi sekali lagi menuntun orang Amerika. Kapal induk AS yang asalnya dipimpin oleh Halsey, namun kebetulan Halsey sedang sakit dan mengangkat Spruance sebagai wakil Halsey untuk memimpin. Sifat Spruance sangat cermat, setelah dipagi hari pasukan Amerika meraih kemenangan, ia segera memerintahkan armada AS meninggalkan radius tempur armada Jepang sehingga jebakan pasukan Jepang untuk bertempur pada malam hari meleset. Jika saja Halsey tidak sakit dan armada tetap dipimpin oleh Halsey yang bersifat agresif, akankah pasukan AS jatuh ke dalam perangkap pasukan Jepang, hal itu sulit dikatakan. Kebetulan Halsey sakit, juga adalah kehendak Tuhan.

Orang Amerika sendiri juga mengakui bahwa kemenangan pertempuran Midway betul-betul mengandalkan nasib. Dengan lain kata, kehendak Ilahilah yang telah berperan.  

Kasus Kehendak Ilahi yang lain

Sebenarnya contoh dalam pertempuran antara dua pasukan lantaran peran kehendak Ilahi, dari terancam kalah berbalik menjadi meraih kemenangan atau sebaliknya dari kemenangan berbalik menjadi kekalahan, contoh-contoh seperti itu muncul terus-menerus dalam 5000 tahun sejarah panjang Tiongkok. Karena peperangan itu menentukan pola konfigurasi dunia manusia, maka kehendak Ilahi dalam peperangan juga paling menonjol. Misalnya seperti: Perang Chi Bi (dibaca: Je Pi) yang paling terkenal.

Kala itu di tengah musim dingin yang seharusnya berhembus angin barat laut, namun kebetulan hembusan angin tiba-tiba berbalik berhembus dari arah tenggara untuk beberapa saat, maka api dahsyat bisa membakar ludes kemah pasukan Cao Cao (Negara Wei). Zhou Yu (dari Negara Dong Wu) yang waktu itu beraliansi dengan pasukan negara Shu, bisa menaklukkan Cao Cao di medan tempur sungai Yangtse. Dengan demikian pasca pertempuran itu, telah membentuk situasi Tiga Negara (Sam Kok) yang saling berkonfrontasi.

Catatan: Pertempuran Midway ini terjadi pada 4 hingga 7 Juni 1942. Adalah satu pertempuran kunci penentuan (turning point) di Perang Dunia II. Membuat tentara sekutu membalik kekalahan menjadi kemenangan terhadap tentara Jepang. Pasca peristiwa Pearl Harbor, Jepang mencoba menduduki pulau atol Midway untuk mengepung dan membinasakan armada AS dengan keunggulan absolut di perairan Pasifik. Namun, manusia merencanakan, Tuhanlah yang menentukan. Setelah pertempuran ini, pasukan sekutu yang sebelumnya sempat keteteran, telah meletakkan landasan membalik situasi dari ‘asor’ menjadi unggul. Amerika Serikat kehilangan kapal induk Yorktown namun telah sekaligus menenggelamkan 4 buah kapal induk dan satu kapal penjelajah Jepang, menggagalkan secara tuntas serangan Jepang di samudra Pasifik. (lin/whs/rmat)

TAMAT

Share

Video Popular