Air, lingkungan di darat dan atmosfer yang unik di Bumi telah menciptakan beragam kekayaan di dunia biologi. Sebuah laporan evaluasi tentang spesies bumi yang paling komprehensif menunjukkan, bahwa di atas bumi ini tidak tertutup kemungkinan terdapat satu triliun spesies yang tidak sama. Angka ini setidaknya 10 kali dari data evaluasi sebelumnya, artinya ada 99,999% spesies di Bumi ini belum ditemukan.

Di saat manusia mengira telah memahami segelintir tentang seisi jagat raya ini, Ibu Bumi justru mengingatkan kita, bahwa pengetahuan manusia terhadap permukaan bumi ini hanya sebatas ujung kuku, demikian dilansir dari “Huffington Post.”

Sebuah studi terbaru menyebutkan, bahwa planet biru kita yang megah ini tersembunyi satu triliun spesies, temuan ini sungguh menarik. Ditilik dari jumlah penduduk saat ini, setiap individu memiliki sekitar 135 species yang setara dengan kehidupan di jagat raya ini.

Jika temuan ini benar, itu berarti ada 99,999% spesies di Bumi yang tidak diketahui manusia.

Keanekaragaman mikroba jauh melampaui imajinasi ilmiah

Dalam sebuah siaran pers, asisten profesor Biologi dari Indiana University Bloomington, Jay T. Lennon mengatakan, “Munculnya keanekaragaman mikroba jauh lebih besar dari imajinasi kita.”

Dalam penelitian ini, Lennon dan rekannya Ken Locey telah menyisir database dan sumber pengetahuan dari sejumlah besar pemerintah maupun akademisi, dan merilis hasil terkait di Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America (PNAS) yang diterbitkan pekan lalu. Mereka mengumpulkan 35.000 lokasi di seluruh dunia, dan lebih dari 5,6 juta daftar spesies, dari mamalia terbesar hingga organisme bersel satu atau organisme uniselular. Berdasarkan Principle of proportionality ( asas keseimbangan ) dapat diperkirakan jumlah spesies global mencapai satu triliun jenis.

Menurut studi tersebut, bahwa dikarenakan jarangnya pengujian teori keanekaragaman hayati, termasuk pengumpulan data dari mikroba dan microbial, sehingga pemahaman keanekaragaman hayati biasanya hanya terbatas pada sejumlah besar spesies tanaman dan hewan yang mencolok.

Namun, dengan mempelajari data mikroba, tim tersebut mampu menemukan bagaimana jarang atau umumnya mikroba menetap dalam tubuh. Kemudian, mereka dapat menggunakan “Hukum skala” yang umum dari komunitas ilmiah untuk memprediksi ciri-ciri keanekaragaman hayati, dan mengestimasi berapa banyak sebenarnya spesies yang ada di segenap planet ini.

Salah satu tantangan besar biologi

Tugas ini merupakan salah satu tantangan besar dalam biologi,” ujar Jay T. Lennon.

Dalam rangka mengamati secara rasional hasil studi dari segenap tim, sebuah studi pada 2011 lalu memperkirakan, bahwa terdapat 8.7 juta organisme (yakni eukaryotic species ) yang terbentuk dari Eukariot di dalam lingkup global, yang dibentuk oleh kelompok kehidupan dari sel kompleks atau cellmass / kumpulan sel,  termasuk hewan, tumbuhan dan jamur. Sementara Earth Microbiome Project hanya menyusun program kehidupan mikroba kurang dari 10 juta jenis.

Atau dengan kata lain, jalan kita masih sangat panjang untuk menemukan satu triliun jenis spesies seperti tersebut di atas. Menurut penulis, meskipun sudah memastikan bahwa setiap spesies mikroba di Bumi ini merupakan “sebuah tantangan besar yang hampir tak terbayangkan.” Tetapi demi untuk memahami kehidupan, maka umat manusia harus mulai bekerja ekstra di suatu tempat.

“Ini seperti menggambar Bima Sakti dan pemetaan astronomi terkait galaksi lainnya yang dapat membantu kita memahami sejarah perkembangan manusia di alam semesta, dan memahami keragaman kehidupan mikroba akan membantu kita memahami kehidupan di Bumi, dan mensyukuri tempat keberadaan kita,” kata Ken Locey kepada IFL Science.

Ibu Bumi tercinta selalu menyembunyikan banyak rahasia dibalik lengannya. (Secretchina/joni/rmat)

 

Share

Video Popular