Oleh CNA Paris

Prancis sebagai penyelenggara pertandingan sepakbola memperebutkan Piala Eropa 2016 sedang diselimuti oleh kekhawatiran terhadap ancaman terorisme, pemogokan kerja dan banjir. Presiden Hollande berjanji akan segera mengatasi permasalahan tersebut.

Agence France-Presse melaporkan bahwa sepakbola Piala Eropa sudah akan mulai digelar 5 hari lagi, banjir akibat curah hujan yang tinggi masih mengancam Prancis khususnya Paris. Namun Hollande akan mencoba untuk menghapus hambatan yang diperkirakan dengan sejumlah penanganan serius agar pertandingan tetap bisa berjalan lancar.

Hollande mengakui bahwa ancaman serangan teroris tidak dapat diabaikan, namun Prancis tak seharusnya bergentar.

“Sayangnya, ancaman ini akan berlanjut untuk beberapa waktu sehingga kami harus melakukan segalanya untuk memastikan bahwa Piala Eropa 2016 tetap dapat diselenggarakan secara sukses oleh Prancis,” kata Presiden Hollande.

Otoritas Paris telah memobilisasi 90.000 orang petugas keamanan untuk menjaga keamanan selain stadion juga zona-zona untuk penggemar sepakbola. Zona itu tersebar di setiap kota, disediakan untuk para penggemar sepakbola yang mau menonton siaran langsung melalui layar lebar.

Hollande juga menghimbau para pekerja di bidang transportasi yang memprotes reformasi tentang hukum perburuhan agar kembali bekerja.

“Jika kereta api dan pesawat yang mengangkut penonton sampai tidak berjalan karena pemogokan, lalu lintas jadi tidak lancar dan orang-orang biasanya tidak bisa memahaminya,” kata Hollande.

Pemogokan yang sudah berlangsung selama 5 hari menyebabkan sebagian besar kereta api tidak beroperasi, diduga negosiasi akhir untuk menghentikan pemogokan akan diadakan besok.

Para penerbang Air France mengancam akan melakukan pemogokan terbang selama 4 hari mulai hari pertama penyelenggaraan Piala Eropa. Dan akan ada lagi gelombang pemogokan yang lebih besar mulaai 14 Juni nanti. (Sinatra/rmat)

Share

Video Popular