Organisasi teroris bersenjata Islamic State/ IS kembali melakukan kekejaman dengan membakar hidup-hidup dalam kurungan besi, 19 orang wanita etnis Yazidi karena menolak untuk dijadikan wanita penghibur.

Apple Daily mengutip laporan RIA Novosti (Berita Rusia) memberitakan bahwa 19 orang wanita etnis Yazidi yang menolak untuk dijadikan wanita penghibur telah dimasukkan ke dalam kurungan besi dan dibakar hidup-hidup oleh anggota IS di kota Mosul pada Kamis (2/6/2016). Adegan menyedihkan itu dipertontonkan kepada ratusan masyarakat yang hadir.

Laporan menyebutkan, anggota IS menganggap etnis Yazidi sebagai musuh, karena mereka memiliki warna kulit yang berbeda dan cara beribadah yang tidak sama. Sehingga mendapat perlakuan yang tidak segolongan. Para wanita etnis Yazidi tersebut sering mendapat kekerasan seksual dari anggota IS dan juga diperdagangkan.

Sebuah kuburan massal yang berisi 78 jenasah wanita etnis Yazidi telah ditemukan di kota Sinjar yang terletak di bagian utara Irak. Mereka itu dibunuh dan dibuang oleh IS setelah diperkosa. Akibat pembersihan etnis yang dilakukan IS secara terus menerus. Etnis Yazidi kini sudah menghadapi kepunahan.

Menurut berita yang disiarkan oleh stasiun TV satelit Arab bahwa etnis Yazidi selama ini terus mendapat perlakuan kejam, pemerkosaan dan pembunuhan dari organisasi ektrem IS. Sebagaimana diungkapkan oleh seorang pemudi etnis Yazidi yang juga seorang anggota parlemen lokal yang berhasil melarikan diri dari IS, Miyasir Haji bahwa kuburan massal yang berisi 78 jenasah itu terdiri dari wanita yang berusia antara 40 – 80 tahun. Mereka itu sebelumnya diperdagangkan sebagai budak seks, terutama yang berusia muda.  (sinatra/rmat)

Share

Video Popular