Oleh: Andrea Hayley

Pada tanggal 31 Mei, kantor Google New York bermitra dengan Food Loves Tech untuk menjadi tuan rumah kompetisi #MakeFutureFood, di mana para pemikir dan pembuat makanan diundang untuk mempresentasikan ide bagaimana layanan perusahaan makanan memenuhi makanan pekerja di masa depan. Peserta diminta untuk membayangkan isi lemari dapur tempat kerja di masa depan.

Dalam beberapa tahun terakhir, terlihat jelas hubungan antara penyakit kronis dengan gaya hidup yang buruk. Terjadi peningkatan penyebab terbesar terjadinya obesitas, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2, dan para ahli tahu bahwa makanan dapat memperbaiki gejala penyakit dan bahkan mencegah penyakit tersebut.

Sebagian besar orang Amerika menghabiskan waktu paling produktifnya di tempat kerja, maka diutamakan menangani kesehatan di tempat kerja.

Menurut perusahaan riset IBIS Dunia, kesejahteraan perusahaan, meliputi makanan sehat, adalah industri bernilai 8 miliar dollar di Amerika Serikat, dan tumbuh 4,8 persen per tahun sejak 2011.

Menurut survei nirlaba RAND Corporation pada tahun 2013 terhadap pemilik perusahaann, sekitar setengah (51 persen) dari pengusaha di Amerika dengan lebih dari 50 karyawan menawarkan setidaknya satu program kerja kesehatan, yang meliputi pencegahan penyakit, vaksinasi di tempat dan konseling gizi, sementara perusahaan yang kreatif menawarkan fasilitas kesehatan di tempat kerja seperti yoga, meditasi, dan ruangan untuk tidur siang.

Ada insentif besar bagi pengusaha yang menawarkan makanan sehat, yang merupakan salah satu sinyal terampuh kepada pekerja untuk menyadari budaya perusahaan yang mempromosikan perilaku sehat.

Ketika pekerja memiliki akses ke makanan lezat adalah baik untuknya, karena membantunya untuk tetap sadar dan produktif secara mental, bahkan di sore hari. Pekerja yang sakit menjadi lebih sedikit dan biaya perawatan kesehatan karyawan yang menjadi lebih rendah bukanlah hasil bisnis yang buruk.

Michiel Bakker, direktur global Google Food Services, mengatakan baru-baru ini ia ingin menginspirasi orang untuk memilih makanan sebagai bagian dari gaya hidup yang berkelanjutan.

Makanan gratis yang diberikan oleh Google kepada pekerjanya dilihat sebagai kepuasan atas kinerja pekerja yang terkenal tinggi. Google meraih posisi ketujuh teratas selama 10 tahun terakhir dalam artikel 100 Tempat Kerja Terbaik pada majalah Fortune.

Google melibatkan 700 kafe dan 1.000 dapur mikro (juga dikenal sebagai lemari dapur kantor) di 56 negara, untuk melayani 125.000 makanan setiap hari untuk pekerja dan tamu Google, menurut Kim Huskey, manajer pelayanan makanan kantor Google di New York.

Berikan makanan yang pekerja inginkan!

Sous Labs adalah pemenang kompetisi The Make Future Food yang menggunakan data dan informasi untuk mengetahui apa yang dikonsumsi pekerja di tempat kerja.

Kani, seorang konsultan teknologi kuliner, percaya Sous Labs menggunakan aplikasi media sosial, dan penanda frekuensi radio pada makanan untuk melacak apa yang dikonsumsi karyawan di tempat kerja. Laboratorium Sous kemudian menganalisa data untuk memenuhi keinginan pekerja. Sebagai contoh jika teh adalah salah satu minuman favorit di tempat kerja, maka Sous Labs menyediakan alat pembuat teh di tempat kerja.

Pelacakan dengan menggunakan frekuensi radio telah lama dilakukan untuk meningkatkan transparansi rantai pasokan makanan, tetapi biayanya yang mahal menjadi kendala, terutama untuk barang yang murah.

Kani mengatakan sebuah penanda berharga minimal 2-5 sen, dan harga transponder untuk mengukur konsumsi sekitar 20 dollar AS.

Adrian Chong, yang bertanggungjawab atas pengalaman pelanggan pada restoran Feast di Toronto, Kanada, mengatakan untuk meningkatkan kesehatan pekerja adalah membuat makanan sehat yang mudah diakses oleh pekerja. Chong mengatakan Feast dapat mengantarkan makan siang yang berkualitas tinggi dan makan malam untuk para pekerja dalam waktu 12 menit.

“Pesaing terbesar perusahaan Feast adalah Uber Eats,” menurut Chong.

Hari-hari pekerja umumnya diisi dengan minum dan pertemuan. Makanan yang tiba pada waktu yang tak terduga membuat pekerja menjadi frustrasi untuk memesan makanan. Restoran Feast ingin membuat pekerja dapat memilih makan sehat dengan mudah. “Ini semua kami lakukan dan semua yang kami peduli,” jelas Chong.

Chong mengatakan dalam sebuah wawancara telepon bahwa para pemimpin perusahaan sudah menyadari bahwa makanan dapat meningkatkan kesehatan di tempat kerja, dan menjaga pekerja tetap sehat dan produktif.

Feast menawarkan program subsidi melalui aplikasi yang memungkinkan pengusaha untuk memberikan kebebasan penuh kepada karyawannya untuk memilih makanan yang diinginkan.

Cabinet Lunch menawarkan sebuah aplikasi yang memuat resep sehat dari bahan-bahan yang sudah disediakan di lemari tempat kerja.

Misalnya, pekerja membuat salad dengan memotong keju dan tomat ceri, kemudian mencampurnya dengan minyak zaitun dan bumbu.(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share

Video Popular