Oleh: Ye Yu Huan

Di perairan dekat pelabuhan Iskandariyah atau Aleksandria, Mesir, sejumlah penyelam menemukan sejumlah besar artefak menakjubkan di bekas reruntuhan kuil dan istana Ratu Mesir Kleopatra VII.

Tim internasional melakukan ekskavasi pada salah satu situs arkeologi bawah laut terkaya di dunia ini. Mereka menemukan kembali peninggalan menakjubkan dari dinasti terakhir yang memerintah Mesir kuno sebelum Kekaisaran Romawi menganeksasinya pada 30 SM. Dengan menggunakan tekhnologi canggih, tim tersebut mensurvei bekas istana Kerajaan Alexandria yang terbenam di dasar laut dekat pelabuhan Aleksandria. Mereka memastikan keakuratan gambaran dari ahli geografi dan sejarawan Yunani lebih dari 2.000 tahun silam terkait kota tersebut.

Tim arkeolog menemukan sejumkah besar peninggalan yang sangat berharga, mulai dari koin, barang sehari-hari, hingga arca-arca granit raksasa dari penguasa Mesir.

“Ini merupakan salah satu situs yang unik di dunia,” kata arkeolog Perancis, Franck Goddio, yang telah menghabiskan dua dekade hidupnya untuk mencari rongsokan kapal dan sejumlah kota yang hilang di bawah lautan.

Banyak situs arkeologi telah dirusak, patung juga dihancurkan. Bandar Alexandria’s Royal Quarter, tanjung dengan sejumlah pulau yang dipenuhi kuil, istana dan pos-pos militer, tenggelam ke dasar lautan akibat gempa dahsyat yang terjadi pada abad keempat dan kedelapan. Tim peneliti Goddio menemukan situs tersebut pada 1996.

“Banyak benda-benda peninggalan masih utuh, terbungkus sedimen yang melindunginya dari air laut. (benda-benda budaya) itu sama persis dengan yang tenggelam,” kata Abdel-Raouf, Dewan Tertinggi Antiquities (Budaya) Mesir yang terlibat dalam penelitian tersebut.

Arkeolog Perancis, Franck Goddio menunjukkan patung perunggu yang dtemukan dari reruntuhan Kuil Isis. (Internet )
Arkeolog Perancis, Franck Goddio menunjukkan patung perunggu yang dtemukan dari reruntuhan Kuil Isis. (Internet )

Eksplorasi ini membawa tim penyelam mengunjungi kompleks istana dan kuil Isis. Di tempat itulah Cleopatra menjalin hubungan asmara dengan jenderal Romawi, Markus Antonius (Mark Antony). Mereka konon bunuh diri menyusul kekalahan Antonius dari mantan sekutunya, Oktavianus, dalam Perang Saudara. Oktavianus kemudian tampil memimpin Romawi dengan nama Kaisar Augustus.

Tim penyelam menemukan sejumlah tempat utama dalam kehidupan dramatis pasangan Cleopatra-Antony, termasuk Timonium, tempat di mana Antony menarik diri dari dunia luar setelah menelan kekalahan dari Oktavianus. Bangunan tersebut belum rampung dikerjakan karena Antony terlanjur bunuh diri.

Mereka juga menemukan batu berbentuk kepala berukuran besar, yang diduga kuat sebagai Caesarion, putra Cleopatra dan kekasihnya sebelum Antony, Julius Caesar. Tim juga menemukan dua patung sphinx yang salah satu di antaranya kemungkinan merupakan gambaran ayah Cleopatra, Ptolemy XII. Patung Firaun abad ke-5 SM ini, terdapat di antara beberapa arefak lain yang diangkat ke permukaan dari istana dan kuil-kuil Cleopatra bawah air.

“Kami menemukan banyak barang-barang peninggalan Firaun, yang dibawa dari Heliopolis, tempat yang sekarang disebut Kairo,” ujar Abdel-Raouf.

Di antara bongkahan limestone raksasa tersebut, terdapat bongkahan kwarsit dengan ukiran seorang Firaun. Prasasti ini menggambarkan Seti I, yakni ayah dari Ramses II. (Secretchina/joni/rmat)

Share

Video Popular