Oleh: dr. Soe Hyo – Seok

Seiring usia bertambah banyak, Anda mulai menerima pemberitahuan obituari lebih banyak dari pada undangan pernikahan. Orangtua yang hidup dalam usia 70-an, 80- an dan 90-an akan sering mendapatkannya, berita sedih dari keberangkatan teman-teman dekat, satu per satu.

Penuaan fisik dan mental berjalan beriringan. Ketika seseorang menua secara mental, maka tubuh seseorang juga akan bertambah tua, tetapi jika seseorang jiwanya terus merasa muda, maka tubuh juga akan mampu mempertahankan kemudaannya.

Demikian pula, ketika orang yang berusia 100 tahun dimasukkan ke dalam kerumunan orang berusia 60- an, dan orang-orang ini berbicara di belakang punggung centenarian, mengatakan bahwa ia adalah mayat hidup, orang yang telah berusia 100 tahun tersebut mungkin mulai berpikir, “Ya, saya telah hidup terlalu lama, dan sudah saatnya saya meninggal.”

Ketika seseorang menutup pintu hatinya, kehidupan orang itu akan segera berakhir setelahnya. Saya percaya bahwa jika bingkai mental seseorang pikiran diatur untuk hidup sampai usia 99 tahun, orang tersebut akan pada kenyataannya hidup sampai usia 99. Selanjutnya, jika pikiran seseorang memiliki pengalaman hidup lebih lama, maka tubuh akan mengikutinya. Jika tubuh dibiarkan saja, itu akan mati lebih awal dibanding jika pikiran dan tubuh saling bahu membahu, dan bertekad memiliki umur panjang.

Berdasarkan ide ini, saya merencanakan proyek yang sangat spesial. Saya ingin membangun ‘taman 100 tahun’ dengan memilih 33 orang di atas usia 90 untuk hidup bersama dalam sebuah komunitas khusus. Untuk memulainya, orang-orang ini akan tinggal di 12 unit rumah tradisional Korea yang beratapkan genteng. Di sini mereka akan mengalami seperti hidup damai bahwa mereka akan bersinar dengan kesehatan yang baik.

Mereka juga akan terus sehat dengan mengonsumsi obat herbal yang sangat efektif. Kesehatan yang baik dan tumbuh-tumbuhan ini juga akan memberikan kontribusi pikiran bahagia sehingga mereka dapat menikmati sisa waktunya di dunia.

Tujuannya agar semua penduduk hidup sehat dan bahagia tanpa berpikir tentang kematian. Saya sangat percaya bahwa semua orang mampu hidup di luar 100 tahun jika memiliki pola pikir muda, melupakan usia tua, dan rutin memelihara kesehatannya setiap hari.

Setelah tahap pertama proyek ini berhasil di Korea, orang-orang dari seluruh penjuru dunia bisa datang untuk melihat dan berbagi pengalaman hidup dari 33 centenarian ini. Dan ketika orang melihat keberhasilan proyek ini di Korea, saya membayangkan dapat mendirikan tempat di mana lebih banyak orang dapat hidup dengan gembira dan dalam kesehatan yang baik.

Dalam rangka memperingati kaisar pertama Tiongkok, Qin Shi Huang, yang meninggal pada usia 49 tahun, setelah gagal menemukan ramuan keabadian, saya ingin 3.300 orang Tiongkok yang berusia sekitar 100 tahun, atau yang mendekati usia 90 tahun jika para centenarian ini tidak bisa ditemukan, lalu akan diseleksi untuk hidup nyaman di rumah yang beratapkan 888 genteng, yang dibangun untuk kehidupan komunal tersebut.

Saya akan menyebut tempat ini Pyunkang Shangri-La atau Pyunkang surga. Mimpi Kaisar Qin Shi Huang diwujudkan dalam konsep Shangri-La. Penyair Tiongkok terkenal Tao Yan Ming, (365 – 427) menulis sebuah puisi tentang surga Shangri- La, dunia yang ideal di mana semua warga mencapai umur panjang dan bebas dari penyakit serta kesedihan. Puisi ini telah menangkap imajinasi populer dan masih sangat populer.

Karena herbal Pyunkang yang saya kembangkan telah menyembuhkan ratusan ribu orang dari berbagai penyakit, maka saya percaya Pyunkang Shangri-La sebenarnya dapat dibentuk dan akan menjadi tempat di mana orang dapat menikmati umur panjang dalam kesehatan yang prima.

Prinsip umur panjang dalam kesehatan prima adalah cukup sederhana: membersihkan paru-paru. Akar dari semua penyakit berasal dari paru-paru, dan paru-paru adalah pusat kehidupan. Namun, pada saat orang mencapai usia 99 tahun, paru-paru mereka pasti rusak. Paru-paru bocor, penuh dengan dahak, atau mengeras.

Ketika pneumonia termanifestasi pada orang yang paru-parunya setengah hancur, maka mereka dapat bertahan hidup hanya jika mereka benar-benar dirawat secara tepat. Meskipun relatif mudah untuk melawan dan memberantas patogen yang menyebabkan pneumonia ketika paru-parunya sehat, orang yang paru-parunya rusak akan memiliki banyak kesulitan untuk mengatasi penyakit tersebut.

Lalu, mengapa paru-paru saat usia 99 tahun menjadi bocor, penuh dengan dahak, dan keras? Hal ini karena mereka belum benar-benar dibersihkan. Paru-paru orang akan pasti menjadi penuh dengan limbah beracun jika mereka tidak dibersihkan secara teratur, dan akumulasi limbah beracun akan meng-hancurkan sel-sel paru. (Epochtimes/Ajg/Yant)

Bersambung

Dr. Seo Hyo Seok adalah direktur Rumah Sakit Pengobatan Pyunkang Korea, yang memiliki tujuh cabang di Korea Selatan, satu di Stanton University, California, dan satu lagi di Atlanta, keduanya di AS. Dr. Seo termasuk peringkat atas dari Kyung Hee University, Korea, dan telah bertahun-tahun melakukan penelitian untuk mengembangkan formula herbal Pyunkang-Hwan, yang dapat meningkatkan kekebalan dengan memperkuat fungsi paru-paru. Ia telah membantu penyembuhan lebih 155.000 pasien dari berbagai kondisi.

Share

Video Popular