Menteri pertahanan dari Jepang, Korea Selatan dan AS bertemu dalam acara pembahasan tripartit di Forum Dialog Tahunan Keamanan Asia yang diadakan di Hotel Shangri-La Singapura. Mereka sependapat untuk bekerjasama dalam menghadapi ancaman dari Korea  Utara. Disamping itu juga  berencana untuk mengadakan latihan militer bersama tentang pendeteksian rudal balistik dan pelacakan pada akhir Juni ini.

Sementara itu, antara Tiongkok dengan AS masih belum sepakat dalam  masalah penanganan konflik teritorial di Laut Tiongkkok Selatan.

RFI mengutip laporan CNA Singapura memberitakan bahwa Menteri Pertahanan AS Ashton Carter, Menteri Pertahanan Jepang Nakatani dan Menteri Pertahanan Korea Selatan Han Min-goo sepakat untuk mempererat kerjasama dalam menghadapi ancamana Korut dan mempercepat pembagian intelijen pertahanan yang berkaitan dengan Korea Utara.

Selain itu, menteri pertahanan ketiga negara tersebut juga membahas situasi di Laut Tiongkok Selatan dan Laut Timur. Berkonsensus pada 2 hal prinsip yakni untuk menjamin kebebasan navigasi dan penerbangan, serta menyelesaikan secara damai sengketa teritorial.

Sebelum pertemuan tripartit, menteri pertahanan Jepang dan Korea Selatan telah melakukan  pertemuan bilateral untuk membicarakan perihal pengadaan hotline antar anggota kabinet kedua negara. Namun dalam hal penandatangan Surat Kesepakatan Perlindungan terhadap Intelijen Militer yang diajukan pihak Jepang, kedua menteri sepakat untuk melanjutkan pembahasannya pada lain pertemuan.

Sementara itu, dalam forum dialog tersebut AS dan Tiongkok menuduh satu sama lain melakukan tindakan provokasi. Menteri Pertahanan AS menghimbau Tiongkok agar bersedia memperluas kerjasama militer dengan AS, jaga memperingatkan Tiongkok untuk tidak terus mengambil tindakan sepihak dalam menangani konflik teritorial di Laut Tiongkok Selatan agar terhindar dari  situasi terisolasi.

Menteri Pertahanan Tiongkok Sun Jianguo dalam pernyataannya pada 5 Juni siang itu membantah adanya situasi terisolasi. Ia menegaskan bahwa Tiongkok tidak perlu takut menghadapi masalah karena tidak mau membuat masalah di Laut Tiongkok Selatan. Selain itu, Sun Jianguo juga menekankan bahwa Tiongkok tidak mengakui arbitrase Laut Tiongkok Selatan yang dikeluarkan oleh ICJ Den Haag. Pernyataan yang ‘menusuk telinga’ tersebut sampai menimbulkan kontroversi.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry tiba di Beijing pada Minggu kemarin untuk menghadiri Dialog Strategi Ekonomi AS – Tiongkok yang akan diadakan dalam pekan depan. Sebelum ke Beijing, ia mengunjungi Mongolia. Di Ulan Bator Kerry mengkritik tindakan provokasi Tiongkok berupa memiliterisasi Laut Tiongkok Selatan. Ia menambahkan bahwa jika Tiongkok sampai membentuk zona identifikasi pertahanan udara di Laut Tiongkok Selatan, maka itu akan sangat mengganggu stabilitas regional dan berpotensi untuk  meningkatkan ketegangan kawasan. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular