Tutankhamun Memiliki Belati Ruang Angkasa

1404
belati dari besi batu meteor
Belati ditemukan dalam sarkofagus Tutankhamun pada tahun 1925 (peti mati foto kiri), ditemukan tergeletak di samping paha kanan sisa-sisa mumi raja termuda tersebut (foto kanan)

Ketika makam Tutankhamun ditemukan hampir 100 tahun yang lalu di gurun Mesir, harta yang ditemukan di dalamnya memiliki kualitas ‘dunia lain’ bagi mereka yang menangkap imajinasi global. Namun penelitian baru menemukan bahwa salah satu benda yang ditemukan bersama mumi Firaun termuda Mesir kuno tersebut benar-benar keluar dari dunia ini. Yaitu sebilah belati, dengan hiasan rumit dan terbungkus dalam selubung emas, telah diyakini terbuat dari besi yang berasal dari batu meteor.

Para peneliti di Museum Mesir di Kairo, Milan Polytechnic dan Pisa University, telah menggunakan teknologi x-ray untuk untuk memeriksa komposisi logam belati tersebut. Mereka menemukan bilah pisaunya sangat terawat, hanya sedikit korosi saat dikuburkan dengan pemiliknya, memiliki kandungan nikel tingkat tinggi, selain kobalt dan fosfor.

Mereka mampu untuk mencocokkan komposisi kimia dari pisau tersebut dengan sebuah batu meteor bernama Kharga, yang ditemukan pada tahun 2000 di dataran Maras Matruh di Mesir, 150 mil barat dari Alexandria.

pisau belati peninggalan Tutankhamun
Sebuah belati indah berhias emas ditemukan di dalam sarkofagus Tutankhamun, bilah pisaunya terbuat dari besi yang berasal dari batu meteor. Para peneliti telah menemukan belati tersebut memiliki kandungan kobalt tingkat tinggi, nikel dan fosfor yang sesuai dengan komposisi kimia dari batu meteor yang ditemukan di Mesir pada tahun 2000

Belati tersebut, dianggap salah satu benda yang paling luar biasa yang telah diambil dari makam Tutankhamun, di dalam sarkofagus (peti mati) Firaun muda tersebut, yang tampak dari pekerjaan pembuatan logamnya yang sangat halus. Pegangannya bersulam emas dengan ujung terbuat dari kristal sementara sarung belati dihiasi dengan motif bunga, pola bulu dan kepala serigala.

Penelitian yang ditulis dalam jurnal “Meteoritics dan Planetary Science” ini, para peneliti, yang dipimpin oleh Daniela Comelli dari Politeknik Milan, mengatakan, “Penelitian kami menegaskan bahwa orang Mesir kuno menghubungkan nilai tinggi pada besi meteor untuk memproduksi benda berharga.”

“Selain itu, kualitas produksi yang tinggi dari pisau belati Tutankhamun, dibandingkan dengan artefak besi meteor berbentuk sederhana lainnya, menunjukkan penguasaan yang signifikan pada pembuatan besi pada masa Tutankhamun ini. Belati sepanjang 13 inci (34.2cm) yang ditemukan ini tergeletak di samping paha kanan dari mumi Raja Tutankhamun,” tambahnya.

Makam Tutankhamun firaun termuda mesir kuno
Makam terkenal Tutankhamun (foto dari luar) pertama kali digali pada tahun 1922. Banyak harta telah diambil dari pemakaman kuno tersebut untuk memberikan imajinasi pada dunia tentang pesona orang Mesir kuno.

Arsip-arsip kerajaan Mesir Kuno dari abad 1,400 SM menyebutkan hadiah-hadiah kerajaan yang terbuat dari besi pada periode tersebut segera sebelum masa pemerintahan Tutankhamun. Tushratta, Raja Mitanni, kerajaan di Suriah utara dan Anatolia, dilaporkan telah mengirim benda besi untuk Amenhotep III, yang dianggap kakek dari Tutankhamun.

Baru-baru ini beberapa manik-manik kecil yang ditemukan di sebuah makam di Gerzeh di Mesir, diperkirakan berasal dari 3.200 SM di hari-hari awal sejarah Mesir kuno, juga ditemukan terbuat dari besi dari batu meteor.

“Temuan-temuan ini memberikan wawasan ke dalam penggunaan ‘besi’ istilah dalam kaitannya dengan langit dalam teks-teks kuno yang ditemukan di Mesir dan Mesopotamia,” ungkap Dr Comelli bersama timnya.

Gabungan dari simbol heiroglphic menggambarkan apa yang telah diterjemahkan tentang arti ‘besi dari langit’ dan mulai dipakai pada Dinasti ke-19 di Mesir kuno, sekitar 1,300 SM, pada pengertian semua jenis besi. Dan menurut para peneliti, pengenalan dari istilah gabungan baru ini menunjukkan orang Mesir kuno tersebut, di dalam bangkitnya orang kuno lainnya dari daerah Mediterania, sudah menyadari bahwa bongkahan besi langka besi ini jatuh dari langit pada abad ke-13 SM, mendahului  budaya Barat lebih dari dua ribu tahun.

batu meteor yang mengandung nikel tingkat tinggi
Besi yang digunakan untuk membuat pisau belati berasal dari batu meteor yang disebut Kharga, yang ditemukan pada tahun 2000 di dataran Maras Matruh di Mesir, 150 mil barat dari Alexandria (besi meteor serupa yang ditemukan di Nangan, Tiongkok, dalam foto)

Penemuan Tutankhamun, Penguasa Termuda Mesir Kuno

Pada tahun 1907, Lord Carnarvon George Herbert meminta arkeolog sekaligus ahli Mesir kuno Inggris, Howard Carter, untuk mengawasi penggalian di “Valley of the Kings”.

Pada tanggal 4 November 1922, kelompok Carter menemukan tangga yang menuju ke makam Tutankhamun. Dia menghabiskan beberapa bulan katalogisasi ruang depan sebelum membuka ruang pemakaman dan menemukan sarkofagus pada bulan Februari tahun berikutnya.

Carter telah mencatat semua perjalanan tersebut di jurnal dan buku harian, dimana baru-baru ini telah dipamerkan di pameran “Ashmolean’s ‘Discovering Tutankhamun”

Tutankhamun adalah firaun Mesir ke-12 dari dinasti ke-18, yang memerintah antara 1332 SM – 1323 SM, selama periode itu dikenal sebagai Kerajaan Baru. Nama aslinya Tutankhaten, berarti “Gambar Hidup Aten”, sementara Tutankhamun berarti “Gambaran Hidup Amun”. Dia adalah anak dari Akhenaten dan menduduki tahta pada usia 9 tahun.

Sebagai seorang firaun atau pharaoh, Tutankhamun merupakan raja mesir kuno termuda sepanjang sejarah mesir kuno. Meskipun demikian, Tutankhamun merupakan firaun yang paling terkenal dari Firaun-firaun yang menguasai mesir sebelumnya, dan hanya satu yang memiliki julukan dalam budaya populer sebagai “King Tut” atau raja Tut.

Ketika ia menjadi raja, ia menikahi saudara tirinya, Ankhesenpaaten. Dia meninggal pada usia sekitar 18 tahun dan penyebab kematiannya tidak diketahui. (ran)