Oleh: Qin Yufei & Han Jie

Pabrik milik Foxconn (Taiwan) yang berlokasi di Kunshan propinsi Jiangsu Tiongkok mengimport sistem operasional dengan robot, dan menggantikan sekitar 60.000 orang karyawannya. Meskipun mampu mengurangi biaya tenaga kerja, tapi juga menimbulkan kekhawatiran akan pengangguran besar-besaran. Dan dampak langsung mesin robot terhadap bursa tenaga kerja serta potensi bahaya mengendalikan manusia, kembali menjadi topik pembicaraan.

Perusahaan Taiwan Investasi Robot

Gelombang pertama mesin robot merebut piring nasi pekerja manusia telah tiba. Salah satu perusahaan pemasok Apple yakni Foxconn mengumumkan PHK terhadap 60.000 orang karyawannya. Jumlah ini melampaui setengah dari total karyawannya di Kunshan sebanyak 110.000 orang, pekerjaan karyawan yang di-PHK tersebut telah digantikan dengan robot.

Ini adalah PHK berskala besar di Kunshan, tempat dimana juga banyak perusahaan Taiwan membangun pabriknya. Namun Foxconn yang mempunyai karyawan sebanyak 1,2 juta orang di RRT itu berjanji, akan mempertahankan skala penerimaan karyawannya di Tiongkok.

Pihak Foxconn membenarkan diterapkannya otomatisasi pada sebagian besar proses produksinya, namun menyangkal karyawannya kehilangan pekerjaan karena hal itu, dan berpendapat penggunaan robot bertujuan untuk menggantikan pekerjaan yang bersifat berbahaya bagi karyawan dan pekerjaan yang bersifat mengulang.

Sedangkan karyawan ditingkatkan kemampuannya melalui training internal untuk melakukan pekerjaan yang bernilai tambah lebih tinggi, seperti riset, pengawasan proses produksi, pengawasan kualitas, dan lain-lain. Produk Foxconn antara lain adalah iPhone dan iPad, smartphone Samsung serial Galaxy, dan juga PlayStation untuk merek SONY.

Keterangan foto: Robot bernama Pepper yang diproduksi oleh Softbank Group sejak tahun lalu telah digunakan di sejumlah toko di Tiongkok, dan minggu lalu telah mulai dipekerjakan di Pizza Hut sebagai penerima pesanan pelanggan. (internet)
Keterangan foto: Robot bernama Pepper yang diproduksi oleh Softbank Group sejak tahun lalu telah digunakan di sejumlah toko di Tiongkok, dan minggu lalu telah mulai dipekerjakan di Pizza Hut sebagai penerima pesanan pelanggan. (internet)

Data pemerintah Kunshan menunjukkan, sekitar 600 perusahaan sedang mengupayakan penggunaan robot untuk menggantikan tenaga kerja manusia demi meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya produksi. Jumlah penduduk Kunshan sekitar 2,5 juta jiwa dengan 2/3 penduduknya merupakan pekerja dari luar daerah. Dan sebanyak 35 perusahaan investasi Taiwan tahun lalu telah menginvestasikan sebesar USD 610 juta di bidang kecerdasan buatan alias robot, antara lain Hon Hai Group sejak tahun 2010 telah menginvestasikan USD 50 juta untuk otomatisasi pabrik Foxconn di Kunshan, dengan mendatangkan sebanyak lebih dari 2000 unit mesin lengan robot.

Meskipun mengembangkan kecerdasan buatan seperti ini membesarkan biaya investasi awal, namun untuk jangka panjang, robot dianggap relatif memiliki tingkat stabilitas lebih tinggi dan lebih bisa diprediksi daripada tenaga manusia. Seiring dengan tekanan yang dihadapi produsen Tiongkok untuk merakit produk teknologi konsumsi seluruh dunia, robot telah mampu meredam permasalahan etika untuk kerja lembur karyawan yang berlebihan.

Selama bertahun-tahun Foxconn selalu dikritik mempunyai lingkungan kerja yang sangat buruk, mengakibatkan serangkaian pekerja yang bunuh diri. Karyawan juga kerap mengeluhkan beban pekerjaan yang terlalu berat serta pemberian gaji yang tidak adil.

Keterangan foto: Meskipun robot mampu mengurangi biaya tenaga kerja tapi juga menimbulkan kekhawatiran akan pengangguran besar-besaran. Foto suasana jalur perakitan di industri otomotif yang telah bertahun-tahun menggunakan robot untuk merakit mobil.(inrernet)
Keterangan foto: Meskipun robot mampu mengurangi biaya tenaga kerja tapi juga menimbulkan kekhawatiran akan pengangguran besar-besaran. Foto suasana jalur perakitan di industri otomotif yang telah bertahun-tahun menggunakan robot untuk merakit mobil.(inrernet)

Perusahaan AS Beli Robot

Penggunaan robot yang jauh lebih efisien daripada manusia tidak hanya sebatas di Tiongkok saja. Menurut data dari Robotic Industries Association, hingga Februari 2016 terdapat lebih dari 260.000 unit robot dipekerjakan di pabrik-pabrik di AS. Perusahaan di Amerika Utara tahun lalu telah memesan sebanyak 31.464 unit robot, atau tumbuh 14%. Perusahaan Amazon Logistics Center memiliki ribuan robot yang hilir mudik, memilah produk, bahkan telah merencanakan untuk mengirim paket dengan pesawat tanpa awak. Produsen otomotif telah bertahun-tahun menggunakan robot untuk merakit mobil.

Saat ini robot terutama digunakan pada posisi bergaji rendah yang tidak memerlukan kemampuan yang terlalu rumit, tapi dari hari ke hari juga terus membidik peran yang lebih rumit dan bersifat sosial yang menuntut kemampuan memberikan pelayanan kepada pelanggan. Robot berwujud manusia bernama Pepper yang diproduksi oleh Softbank Group tahun lalu telah digunakan di sejumlah toko di Tiongkok, dan minggu ini telah mulai bekerja di Pizza Hut sebagai penerima pesanan pelanggan di toko pizza tersebut.

Manusia robot yang lebih rumit juga sedang dikembangkan, tapi masih harus melalui jalan yang berliku sampai bisa diterima oleh manusia, karena robot mengancam lowongan pekerjaan kelompok orang yang bergaji tinggi. Contohnya robot yang memiliki kemampuan anastesi setelah setahun diluncurkan di Amerika Serikat, terpaksa harus berhenti diproduksi karena penjualan yang kurang baik. Setelah ditelusuri penyebabnya mungkin berasal dari penolakan keras dari Asosiasi Dokter Anastesi AS. (sud/whs/rmat)

Share

Video Popular