Oleh Xu Jialin

Satu demi satu petinggi organisasi ekstremis bersenjata Islamic Staet/ IS tewas dalam serangan udara. Hal itu menyebabkan para petinggi lainnya merasa takut dan was-was. Mereka mulai curiga apakah ada musuh dalam selimut. Pembunuhan semacam ini juga membuat orang-orang di daerah yang diduduki IS jadi panik, babkan makin banyak anggota yang sudah bergabung dengan IS menggunakan kesempatan untuk melarikan diri.

Laporan Fox News pada Senin (6/6/2016) menyebutkan bahwa pemimpin IS untuk Tunisia Abu Hayjaa al-Tunsi tewas dalam serangan udara pesawat tak berawak milik AS saat ia sedang memimpin pertempuran pada Maret lalu. Sejak itu, organisasi IS mulai melakukan pembersihan besar-besaran terhadap anggota dan mengeksekusi mati 38 orang yang dicurigai.

Aktivis oposisi Suriah, komandan milisi Kurdi dan informan dalam organisasi IS menginformasikan  bahwa dalam beberapa bulan terakhir ini, satu per satu petinggi IS tewas dalam serangan udara, membuat yang masih hidup ketakutan sekali. Akibatnya belasan anggota yang dicurigai tidak setia kepada IS mendapat hukuman mati. Sebagian dari mereka yang dimasukkan ke dalam rumah tahanan juga mati mungkin akibat siksaan. Hal demikian membuat lebih banyak anggota merasa tidak nyaman dan memilih kabur daripada jadi sasaran pembersihan.

Sejumlah petinggi IS sangat panik

Penanggung jawab Syrian Observatory for Human Right yang berkantor pusat di London, Rami Abdurrahman mengatakan, serangan udara yang dilakukan oleh pesawat tempur koalisi yang dipimpin AS telah berhasil memutus jalur keuangan IS sehingga menurunkan pendapatan mereka secara drastis. Karena itu, ada anggota IS yang bersedia memberikan informasi, menawarkan diri sebagai informan hanya untuk memperoleh uang. Bahkan membantu militer koalisi dengan menanamkan chip GPS agar serangan udara dapat mengenai sasaran yang tepat.

Selama beberapa bulan terakhir, serangan udara militer koalisi telah menewaskan beberapa orang pejabat senior IS, termasuk Menteri Pertempuran mereka Omar al-Shishani, militan Irak Shaker Wuhayeb dan pejabat keuangan lainnya.

Informan Irak dalam organisasi IS memberitahu Associated Press bahwa pejabat yang ditunjuk IS untuk menjabat sebagai gubernur di Mosul, wilayah yang mencakup bagian utara Irak sampai Suriah telah tewas dalam serangan udara pesawat militer koalisi. Dan penggantinya telah meminta untuk tidak mengungkapkan namanya, ia jadi sangat berhati-hati dalam bertindak.

Aktivis dari kelompok opisisi Suriah yang memantau IS, Bebars al-Talawy menyebutkan, petinggi IS karena takut mendapat serangan udara, tidak berani ke Suriah melalui Irak. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular