Oleh Qin Yufei

Xi Jinping  membuka Dialog Strategi Ekonomi AS – Tiongkok pada Senin (6/6/2016) di Beijing dalam suasana ketegangan soal isu Laut Tiongkok Selatan yang masih memanas. Ia menekankan, dalam bidang kerjasama seharusnya tidak perlu takut dengan timbulnya perbedaan pendapat.

Dalam pidato pembukaan acara dialog, Xi Jinping mengatakan bahwa meskipun komunikasi tentang kebijakan ekonomi dan pertukaran informasi militer antar kedua negara yang memiliki kekuatan ekonomi terbesar dunia, termasuk kesepakatan untuk mengubah iklim telah membawa keuntungan bagi kita semua, namun baik Tiongkok atau AS tidak perlu takut untuk menghadapi perbedaan.

Pertengkaran tidak mengerikan, kuncinya adalah apakah perbedaan itu dijadikan sebagai alasan untuk berkonfrontasi, demikian kata Xi Jinping. Mungkin saja beberapa persengketaan tidak berhasil diselesaikan dalam waktu pendek. Namun para pihak perlu berempati, berpikir dan bertindak demi mencapai hasil yang lebih konstruktif.

“Sebagai negara berkembang terbesar di dunia, kita semestinya berusaha untuk meningkatkan kerjasama dalam bidang kebijakan ekonomi makro,” katanya.

Kerry : Mencari solusi damai untuk menyelesaikan sengketa Laut Tiongkok Selatan

Meskipun kedua pihak saling bersitegang karena strategi AS untuk kembali ke Asia Pasifik dan Tiongkok menunjukkan kebijakan luar negeri yang keras, namun Xi Jinping dalam pidatonya sama sekali tidak menyinggung soal pusat kontroversi. Namun ia mengisyaratkan untuk mencari keuntungan bersama dengan tidak berkonfrontatif dan mengesampingkan perselisihan yang ada. Ia mengatakan, Tiongkok dan AS sama-sama memiliki kepentingan di kawasan Asia Pasifik, kawasan ini jangan sampai dijadikan “Gelanggang Adu Keterampilan.”

“Kita sedang mencarikan solusi damai untuk menyelesaikan sengketa Laut Tiongkok Selatan, untuk itu kami menentang Negara manapun mengambil tindakan sepihak untuk menyelesaikan klaim territorial,” kata Menteri Luar Negeri AS John Kerry.

Dialog tersebut akan berakhir pada Selasa. Delegasi Tiongkok dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Wang Yang dan anggota Dewan Negara Yang Jiechi. Delegasi AS dipimpin oleh Menlu John Kerry dan Menteri Keuangan Jacob Joseph Lew.

Jacob Joseph Lew : Kelebihan kapasitas produksi industri Tiongkok membuat distorsi pasar global

Dengan kelebihan produksi pada industri besi dan baja Tiongkok dan menurunkan harga jual, menyebabkan gangguan serius terhadap industri sejenis di dunia serta gelombang PHK. Isu tersebut juga menjadi topik pembahasan dalam dialog kali ini, menelan waktu lebih panjang dibandingkan dengan pembahasan isu nilai tukar.

Joseph Lew mengatakan bahwa kelebihan kapasitas produksi industri besi dan baja telah membuat distorsi harga dan dampak destruktif bagi pasar global. Mengurangi serangkaian kelebihan kapasitas produk besi dan baja, termasuk aluminium Tiongkok menjadi signifikan dalam upaya untuk menstabilkan harga pasar internasional bagi produk tersebut.

Topik dialog kedua negara juga meliputi laju reformasi ekonomi Tiongkok. Financial Times dalam laporannya menyebutkan bahwa peringatan tentang tingginya jumlah hutang yang dihembuskan media corong PKT ‘Ren Min Re Bao’ secara luas ditafsirkan masyarakat sebagai Xi Jinping tidak ingin melepas reformasi ekonomi yang sangat sulit. Namun banyak analis meragukan kehendak pemerintah daerah untuk menghentikan kegiatan operasional pabrik-pabrik zombe dan melakukan PHK karyawannya.

Xi Jinping : Secepatnya mencapai kesepakatan investasi bilateral menjadi sangat penting

Isu lain yang juga dibahas dalam forum dialog ini adalah masalah macetnya negosiasi tentang investasi bilateral antara kedua negara. Pemerintahan Obama terus mendesak delegasi Tiongkok untuk melonggarkan serangkaian ketentuan investasi terhadap perusahaan asing.

Direktur Greater China di Kadin AS, Jeremie Waterman kepada Financial Times mengatakan, perjanjian investasi bilateral akan dimanfaatkan sebagai pengujian oleh Tiongkok untuk mencapai liberalisasi pasar. Namun sekarang kita menemukan beberapa indikasi yang menunjukkan bahwa Tiongkok sedang beranjak kea rah yang berlawanan. Sebagai salah satu indikasinya adalah, apakah Beijing bersedia mengeluarkan sebuah Daftar Investasi Negatif yang baru, yang lebih pendek larangannya bagi para investor asing ?

Dalam pidatonya Xi Jinping menekankan pentingnya untuk sesegera mungkin mencapai kesepakatan agar investasi bilateral bisa terlaksana.

Mencegah Korea Utara mengekspansi program senjata nuklir

Kerry juga mendesak kedua belah pihak untuk bekerjasama dalam mencegah perluasan kemampuan senjata nuklir Korea Utara. Xi Jinping pada Rabu lalu telah menerima delegasi tingkat tinggi dari Pyongyang, Beijing mengeluarkan isyarat bahwa ada rencana untuk memperbaiki hubungan dengan Pyongyang.

“Dalam rangka untuk mengekang Korea Utara mengancam Negara tetangga dan perdamaian kawasan, kami percaya bahwa masih penting untuk terus memberikan  tekanan kepada Korea Utara,” kata John Kerry. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular