Oleh: Keri Szejda

Bulan Mei lalu, FDA mengusulkan untuk menetapkan batas 100 bagian per miliar untuk arsenik anorganik dalam sereal beras untuk bayi. Proposal ini muncul setelah analisis penelitian FDA yang menghubungkan paparan arsenik anorganik terhadap kanker paru-paru dan kandung kemih, hasil kehamilan yang merugikan, dan penurunan kinerja pada uji tumbuh kembang anak. FDA menguji 76 sampel sereal beras untuk bayi dan menemukan bahwa hanya 47 persen dari sereal beras yang diuji memenuhi syarat batas arsenik anorganik yang diusulkan.

Batas yang diusulkan ini penting karena sereal beras secara tradisional merupakan pilihan yang paling umum diberikan sebagai makanan padat pertama untuk bayi (usia 1 bulan -1 Tahun) di Amerika Serikat selama beberapa dekade. Sereal beras untuk bayi yang diperkaya zat besi dikemas dalam satu paket yang praktis, harga terjangkau, mudah dicerna, dan sedikit menyebabkan alergi.

Adalah suatu kesalahan besar secara tradisi turun temurun memberikan sereal beras pada bayi berusia empat minggu dengan tujuan supaya bayi tidur nyenyak di malam hari.

Yang mengkhawatirkan adalah kandungan arsenik di dalam beras terhadap berat badan bayi, karena bayi mengonsumsi beras paling banyak dibanding kelompok usia yang lain. Orangtua cenderung memberi bayinya makan sereal beras karena telah diperkaya dengan zat besi, tapi penting untuk orang tua ketahui bahwa masih banyak makanan lain yang dapat diberikan kepada bayinya supaya mendapatkan zat besi yang cukup.

Defisiensi zat besi dapat menyebabkan masalah kesehatan

Zat besi adalah elemen yang penting untuk sejumlah fungsi dalam tubuh manusia, termasuk sistem kekebalan tubuh dan proses neurologis. Telah terbukti ada hubungan antara anemia defisiensi (kekurangan) zat besi pada bayi yang mengakibatkan penurunan fungsi kognitif dan perilaku, yang bahkan dapat terjadi 10-20 tahun setelah beranjak dewasa.

Bayi dan anak-anak sering menderita kekurangan zat besi. Di negara berkembang paling sering terjadi kekurangan gizi zat besi. Di Amerika Serikat, status zat besi pada bayi tidak rutin dicermati pada kunjungan bayi ke dokter spesialis anak. Kami tidak memiliki data nasional untuk bayi di Amerika Serikat, data yang kami miliki menunjukkan rata-rata 9 persen bayi berusia 1 tahun sampai 3 tahun di Amerika Serikat menderita kekurangan zat besi. (Tergantung pada etnis dan status sosial ekonomi, rata-rata dapat berkisar dari 7 persen menjadi 15 persen.)

Data dari Kanada, Norwegia, Newfoundland, dan Australia menunjukkan kekurangan zat besi pada bayi adalah masalah yang umum terjadi di negara maju lainnya.

Lahir dengan cadangan zat besi

Kebanyakan bayi yang lahir cukup bulan memiliki kandungan cadangan zat besi yang cukup untuk bertahan sampai usia 6 bulan. Janin mendapat cadangan zat besi selama dalam kandungan ibunya, dan sebagian besar (80 persen) janin menumpuk zat besi selama trimester ketiga.

ASI mengandung zat besi yang mudah diserap dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi yang lahir cukup bulan selama enam bulan pertama. Susu formula yang diperkaya zat besi juga memenuhi kebutuhan ini.

Namun, beberapa bayi baru lahir tidak memiliki cadangan zat besi yang cukup. Bayi yang lahir tidak cukup bulan sangat berisiko menderita kekurangan zat besi karena normalnya penumpukan zat besi terjadi pada trimester ketiga, sehingga bayi tersebut lebih sedikit menumpuk zat besi dalam tubuhnya.

The American Academy of Pediatrics mencatat bahwa beberapa bayi yang lahir dengan cadangan zat besi yang rendah mungkin memerlukan suplemen zat besi yang diberikan melalui mulut sebelum bayi tersebut berusia enam bulan.

Infant Feeding Joint Working Group, sebuah kelompok penasehat berdasarkan bukti yang ada yang terdiri dari beberapa organisasi kesehatan terkemuka di Kanada, menganjurkan pengujian atas dasar kasus per kasus dan memberikan suplemen zat besi pada bayi hanya jika diperlukan.

Salah satu cara orangtua dan penolong kelahiran untuk memastikan bayi mulai hidup dengan cadangan tertinggi zat besi adalah dengan cara menunda penjepitan tali pusat. Dengan menunggu tali pusat berhenti berdenyut secara alami sebelum dilakukan penjepitan, maka memungkinkan transfusi darah dari plasenta ke bayi yang baru lahir, sehingga meningkatkan volume darah bayi yang baru lahir sebanyak 30-40 persen. Penundaan penjepitan tali pusat berkaitan dengan kadar zat besi yang lebih tinggi pada saat bayi berusia 6 bulan dan keterampilan motorik halus yang lebih baik pada saat ia berusia 4 tahun.

Banyak terdapat pilihan makanan yang banyak mengandung zat besi

Bayi usia 6 bulan biasanya mulai makan makanan padat, sehingga kebutuhan akan zat besi menjadi jauh lebih meningkat daripada sebelumnya yaitu dari 0,27 miligram per hari meningkat menjadi 11 miligram per hari.

Pada bayi usia 6 bulan, ASI (atau susu formula) harus tetap menjadi sumber utama nutrisi, tetapi makanan padat sudah harus diperkenalkan, dimulai dengan makanan yang kaya akan zat besi. Bukanlah suatu keharusan untuk memberikan sereal beras yang diperkaya zat besi yang selama ini sering diberikan pada bayi sebagai makanan padat pertama.

Sebenarnya banyak makanan padat pertama untuk bayi di seluruh dunia. Ada makanan padat yang diperkaya dengan zat besi (misalnya, oatmeal, gandum, barley, quinoa) dan banyak makanan padat yang secara alami mengandung zat besi yang tinggi yang dapat diberikan kepada bayi.

The Infant Feeding Joint Working Group menyarankan memberikan berbagai makanan dari makanan keluarga (tanpa menambahkan garam dan gula) kepada bayi. Misalnya, jika bayi sudah memiliki gigi maka ia dapat makan potongan sayuran atau daging cincang yang dimasak hingga lunak.

Makanan yang kaya akan zat besi harus diberikan dua kali atau lebih setiap hari kepada bayi. Zat besi ditemukan dalam daging merah, unggas, ikan, serta tanaman seperti lentil, kacang-kacangan, tahu, kacang polong, dan bayam.

Jika produsen makanan bayi tidak terbukti menurunkan kadar arsenik dalam sereal beras yang diperkaya zat besi, orangtua masih memiliki banyak pilihan sumber makanan padat yang kaya akan zat besi untuk bayinya. Daripada hanya mengandalkan sereal beras saja, cobalah berbagai makanan yang kaya akan zat besi untuk memastikan bayi mendapatkan cukup zat besi yang penting untuk tumbuh kembangnya serta untuk mengurangi paparan terhadap arsenik anorganik.(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share

Video Popular