Seorang saksi dalam insiden di Kebun Binatang Cincinnati, AS, berusaha membela seorang ibu yang putranya berusia 3 tahun ‘menyelinap’ dan terjatuh ke dalam kandang gorila, sehingga memaksa petugas kebun binatang menembak mati hewan itu.

Insiden ini telah memicu reaksi dari seluruh dunia. Beberapa kemarahan ditujukan pada sang ibu, sementara yang lainnya menyalahkan petugas.

Saksi yang bernama Deidre Lykins menulis di akun Facebooknya bahwa insiden itu “kecelakaan yang mengerikan”, dan mengatakan bahwa sang ibu “tidak lalai”. Menurut Deidre, si ibu sedang mengambil foto seekor gorila betina ketika putranya yang berusia 3 tahun, tampak menyelinap ke arah kandang.

Menurut Lewis County Herald dari Kentucky, Amerika Serikat, saat itu Deidre dan suaminya David Lykins yang berasal dari Vanceburg, Kentucky, sedang mengunjungi kandang gorila ketika insiden itu terjadi.

“Saya melihat ke bawah dan terkejut ada seorang anak kecil telah ‘menjatuhkan diri’ dari atas pagar yang tingginya sekitar 90 cm dari lantai yang dipanjat dengan cepat,” kata Deidre, menurut MailOnline.

Menurut Deidre, sang ibu mengatakan bahwa tangan putranya yang memegang saku belakangnya, tiba-tiba menghilang.

“Begitu ia tidak menemukan putranya di mana, dia melihat ke suami saya (yang sudah berada di atas pagar berbicara dengan si anak) dan bertanya ‘Pak, apakah dia mengenakan celana pendek warna hijau?” Suami saya dengan terpaksa harus mengatakan padanya ‘ya’, kemudian dia hampir pingsan,” kata Deidre.

“Mereka berdua ingin melompati pagar setinggi 4,5 meter, tapi saya melarang suami saya melakukannya. Saya kemudian berusaha menenangkan sang ibu dengan menelepon 911 dan meyakinkannya bahwa bantuan segera akan tiba,” lanjut Deidre. “Baik suami saya ataupun ibu itu pasti akan patah tulang jika melompatinya!”

Dia menambahkan: “Saya tidak pergi dengan anak-anak saya, karena saya tidak percaya suami saya untuk tidak melompat dan gorila itu tampaknya melindungi si anak.”

Deidre berkata, gorila itu bernama Harambe, tampaknya gelisah karena kerumunan orang-orang yang “histeris” dan “tak berdaya”.

“Sungguh sangat mendebarkan. Meskipun saya pikir gorila itu masih berusaha untuk melindungi, tapi kita sedang membicarakan gorila yang seberat 400 pound melempar balita seberat 40 pound. Sungguh mengerikan!” tambah Deidre. “Kebun binatang merespon sangat cepat, mensterilkan daerah dan berusaha untuk menyelamatkan keduanya, si anak dan gorila! Pilihan yang tepat telah dibuat.”

Seorang ahli hewan, profesor Gisela Kaplan dari University of New Zealand, yang mempelajari gorila, mengatakan bahwa gorila itu mungkin dikejutkan oleh teriakan tersebut, tulis The Age.

“Hewan gorila tidak menyerang. Mereka adalah spesies yang damai,” katanya. “Mereka hanya akan menyerang jika ada ancaman yang nyata bagi eksistensi mereka sendiri. Ada beberapa catatan tentang bagaimana mereka menyelamatkan anak-anak sebelum insiden itu, dalam situasi yang sangat mirip, yakni ketika seorang anak jatuh ke dalam sebuah kandang.” (Epochtimes/Ajg/Yant)

 

Share

Video Popular