Oleh: Xia Lin

Lebih seribu tahun lalu, kalimat dalam puisi karya sastrawan Dinasti Tang bernama Bai Juyi yang berbunyi “Api liar membakar tiada tuntas, berkat tiupan angin musim semi rumput kembali tunas”, kata-kata ini sungguh tepat digunakan untuk melukiskan kebakaran hutan di Fort McMurray provinsi Alberta, Kanada.

Bicara soal “api liar membakar tiada habis”. Kebakaran hutan Fort McMurray terjadi pada 1 Mei 2016, titik awal api berasal dari daerah terpencil 15 km sebelah barat daya Fort McMurray, Alberta. Pada 3 Mei 2016, api merambat hingga mencapai Fort McMurray, membakar habis 2.400 unit rumah dan bangunan serta memaksa lebih dari 90.000 warga Alberta untuk mengungsi.

Kebakaran terus merambat ke arah utara provinsi Alberta dan hingga tanggal 19 Mei kebakaran memasuki wilayah provinsi Saskatchewan, sampai pada Jumat (3/6/2016) api masih belum dapat dikendalikan seluruhnya. Kebakaran hutan ini telah berdampak pada industri pasir minyak Kanada, dan diperkirakan akan menjadi bencana yang mengakibatkan kerugian ekonomi terbesar sepanjang sejarah Kanada. Berbagai media massa dunia terus meliput kebakaran ini.

Kebakaran ini mengepulkan asap tebal seolah tak berbatas, saat warga kota dievakuasi besar-besaran, pemandangan iringan pengungsi dan manusia serta konvoi kendaraan yang berdesakan di jalanan terlihat seperti skenario film hari kiamat produksi Hollywood. Secara riil, bagi warga Kanada ini bukan hari kiamat, mereka juga tidak sampai panik.

Hal pertama yang dilakukan oleh pemerintah Kanada bukan mengerahkan lautan manusia untuk memadamkan api, melainkan memanfaatkan momentum pertama (prime time) mengevakuasi warga kota. Bagi pemerintah, nyawa manusia adalah yang paling berharga. Pertama-tama pemerintah mengerahkan kendaraan dan personel dalam skala besar untuk mengevakuasi warga secara tertib keluar dari kota yang terbakar, untuk diungsikan ke kota yang aman, bahkan hewan peliharaan mereka pun ikut diungsikan.

Tentu saja, nyawa para pemadam kebakaran juga sangat berharga, mereka terutama menggunakan teknologi canggih untuk memadamkan api, sangat sedikit personel pemadam kebakaran yang menerjang masuk ke dalam api untuk berduel dengan maut. Jadi sejak 1938, meskipun telah terjadi puluhan ribu kali kebakaran hutan di Kanada, tidak seorang pun warga sipil terperangkap dan tewas, petugas damkar yang gugur dalam tugas juga sangat sedikit. Kebakaran di hutan Fort McMurray yang telah berkobar selama sebulan lebih ini pun tak sampai menimbulkan korban jiwa manusia ataupun hewan peliharaan.

Dalam proses evakuasi api telah menyambar hingga ke dekat jalan tol dan mengakibatkan hambatan bagi pekerjaan evakuasi dan penyelamatan, jalan raya nomor 63 di lokasi kejadian mengalami kemacetan luar biasa, tapi tidak ada orang yang panik, tidak berebut jalan, semua warga tertib mengikuti prosedur dan saling membantu satu sama lain. Peradaban masyarakat yang berbudaya, berpendidikan dan berhati bajik sangat terasa sekali.

Bicara soal “berkat tiupan angin musim semi rumput kembali tunas.” Kebakaran hutan ini tidak diragukan lagi telah menimbulkan kerugian sangat besar, estimasi dari pihak asuransi yang memperkirakan biaya pembangunan kembali kota ini membutuhkan biaya CAD 9 milyar (94 triuliun rupiah), ini akan menjadi bencana yang menyebabkan kerugian terbesar sepanjang sejarah Kanada. Banyak pejabat Kanada saat diwawancara oleh media massa terisak sedih. Tapi ada juga pakar dan akademisi yang mengatakan, dilihat dari sudut pandang ekosistem, kebakaran ini membuat hutan mendapatkan zat mineral baru, terbaharui kembali, jadi bukan hal buruk. Kasusnya berbeda dengan di Indonesia yang hutannya dibakar dengan sengaja.

Umumnya sepetak hutan akan terbakar dengan sendirinya setiap 150 tahun hingga 250 tahun. Hampir separoh dari seluruh hutan gugur yang menutupi Kanada telah memiliki sejarah ribuan tahun, frekuensi kebakaran hutan yang tak terhitung jumlahnya bukan saja tidak menghancurkan hutan gugur Kanada, sebaliknya hutan gugur Kanada bahkan terus terbaharui, hutan yang terbakar pun dengan cepat tumbuh kembali menjadi hutan baru.

Kebakaran hutan yang terjadi di hutan gugur Kanada utamanya adalah jenis api mahkota, di saat api melanda kobaran api terlihat membubung ke angkasa dan terlihat sangat menakutkan, tapi kebakaran ini menguak ruang terbuka bagi tanaman baru untuk tumbuh, menyediakan kondisi yang lebih baik bagi regenerasi hutan. Prosedur untuk regenerasi hutan gugur yang baru saja terbakar adalah, rumput liar, jamur, jenis tanaman berry, dan semak akan tumbuh terlebih dahulu, setahun kemudian pohon kecil akan menjadi besar, dan 10 tahun kemudian pohon besar akan tumbuh subur, dan 10 tahun berikutnya lagi akan kembali menjadi hutan.

Tentu saja kebakaran hutan juga memberikan peringatan dan pelajaran bagi manusia. Dalam kebakaran ini rumah yang terbakar mencapai puluhan ribu unit. Ini mengingatkan manusia, di tengah kesenangan akan kehidupan di alam yang hijau, juga harus sewaktu-waktu mewaspadai bencana kebakaran.

Misalnya, saat membangun rumah, masyarakat modern hanya memikirkan kesenangannya akan kehidupan alami dan berdiam sedekat mungkin dengan hutan yang berudara segar. Tanpa mewaspadai ancaman bahaya kebakaran hutan, perencanaan harus dilakukan mulai dari kota, menyediakan zona penyanggah anti api yakni jarak yang aman antara hutan dengan wilayah kediaman, juga harus memperhatikan bahan bangunan yang dipakai. Di tempat yang berisiko terjadi kebakaran hutan menggunakan bahan bangunan tahan/anti api. Setelah bencana ini, diyakini masyarakat akan mendapat pelajaran, harga yang telah dibayar ini tidak akan sia-sia. (sud/whs/rmat)

Share

Video Popular