Oleh: DR. Frank Tian, Xie

Seorang ilmuwan Amerika Serikat kenamaan tentang masalah Tiongkok baru-baru ini mengemukakan, kekuasaan Tiongkok Komunis “sudah memasuki masa kemerosotan yang berkepanjangan. Ia beranggapan, 10 – 15 tahun yang akan datang, “revolusi bersifat reformasi” akan mengakhiri kediktatoran Partai Komunis Tiongkok/ PKT.

Pendapat si pakar politik ini tidak bisa dianggap salah, tapi juga tidak memiliki makna baru, karena prinsip ini sudah diketahui oleh banyak orang. Sampai pada hal yang paling krusial dan paling diperhatikan oleh masyarakat yaitu “kapan” (kapan PKT akan hancur), tahun berapa persisnya PKT akan runtuh, si pakar melewatinya begitu saja, sampai ke kesimpulan yang tidak dimengerti masyarakat.

Hasil dari “10-15 tahun” yang dimaksud si pakar tidak mengandung proses apa pun, juga tidak ada proses yang mengkalkulasi dan membuktikannya, hanya sekadar angka yang dilontarkan tanpa dasar apa pun. Itu pun bisa dimaklumi, juga dianggap sangat toleran pada PKT, tapi sangat mengecewakan bagi warga di daratan Tiongkok. Mengapa 10-15 tahun? Mengapa bukan 25-30 tahun, atau 5-10 tahun, atau 1-5 tahun?

Kesimpulan dari riset yang tidak memiliki dasar apa pun seperti ini, lebih baik tidak dilakukan riset. Mengapa demikian?

Angka konkrit yang didapat tanpa didasari sesuatu, tidak juga seperti Gao Zhisheng (pengacara pembela HAM yang masih dalam tahanan rumah di RRT) yang mengaku mendapat pencerahan dari Tuhan. Berarti apabila hanya berupa angka yang muncul begitu saja di benaknya si pakar tersebut. Hal yang muncul begitu saja di benak seseorang tidak bisa diandalkan.

Mengesampingkan pakar politik tersebut, dulu banyak akademisi Barat yang mempelajari permasalahan di Tiongkok, juga lantaran takut menyindir PKT lantas tidak berani mengungkap fakta, tidak berani berkata yang sebenarnya, hanya sekedar membahas permukaannya saja, banyak yang tidak berani berhadapan dengan PKT demi mempertahankan kesempatan untuk tetap bisa melakukan riset atau seminar di Tiongkok, sehingga begitu berhati-hati dalam bertindak, kondisi seperti ini sangat mengecewakan rakyat Tiongkok.

Perdebatan Seketika atau Bertahap, Tidak Bermakna Apa Pun

Apakah PKT masih berumur 10-15 tahun, akankah PKT hancur tiba-tiba dalam beberapa tahun, atau akankah PKT hancur perlahan atau hancur seketika, analisa menyangkut skala waktu ini tergantung dari sudut pandang mana sang peneliti mengobservasi. Analisa dari berbagai aspek telah menunjukkan bahwa dalam bidang politik, ekonomi, keuangan, sosial, dan lingkungan hidup di bawah pemerintahan PKT telah mendekati bahkan ada yang telah melampaui ambang batas, mencapai titik ledak, titik dimana tidak bisa balik lagi (Point of no return) dan situasinya bisa cepat berubah sewaktu-waktu.

Bagaimana kita bisa mengetahui waktu terjadinya perubahan besar di Tiongkok, bukankah barangkali akan terjadi cepat sewaktu-waktu?

Masalah PKT akan hancur seketika atau hancur perlahan hanya masalah waktu saja, bukan sesuatu yang baru. Saat PKT bicara soal revolusi proletar, juga terdapat perbedaan maju perlahan atau gerak cepat; dalam ilmu pengetahuan terutama dunia fauna, ada mahluk hidup yang berevolusi perlahan dan berevolusi mendadak.

Di dalam ilmu geologi dan paleontologi juga ada istilah ledakan Kambrian (Cambrian Explosion) dan pemusnahan zaman kapur, juga ada teori evolusi perlahan dan evolusi cepat mahluk hidup. Di dalam riset klimatologi, perihal perubahan iklim dan pemanasan global juga ada istilah perubahan cepat dan perubahan perlahan. Di dalam dunia agama zaman dulu, ajaran Buddha aliran Zen juga mengenal polemik mengenai pemahaman bertahap (Jian Wu) dan pemahaman seketika (Dun Wu).

Sebagai contoh, jika manusia terus mengkonsumsi makanan hasil rekayasa genetika, manusia akan mengalami perubahan, perubahan perlahan menjadi abnormal, perlahan akan mengarah pada kehancuran. Bagi Anda, apakah ini perubahan perlahan atau perubahan seketika?

Jika dilihat dari usia hidup manusia, perubahan itu adalah perubahan perlahan; tapi jika dilihat dari sudut pandang sejarah dan peradaban manusia, mungkin perubahan tersebut adalah perubahan besar, perubahan seketika. Dan perdebatan mengenai perlahan atau seketika walau terlihat sangat krusial, sebenarnya justru tidak terlalu bermakna.

Langit Hancurkan PKT Pasti Akan Terjadi

Mantan petinggi PKT Mao Zedong juga pernah bicara soal “perubahan kuantitas” dan “perubahan kualitas.” Jika dibalik, maka yang dimaksud “perubahan kuantitas” adalah perubahan perlahan, dan yang dimaksud dengan “perubahan kualitas” adalah perubahan mendadak atau seketika. Maka pada saat perubahan kuantitas secara terus menerus, orang akan menyebutnya perubahan perlahan; tapi pada detik terakhir perubahan kuantitas, di saat akan terjadi perubahan kualitas, maka perubahan pada detik terakhir itu apakah perubahan kuantitas atau perubahan kualitas?

Waktu yang tersisa bagi rezim PKT sudah tidak ada lagi, batas usia PKT telah habis. Perubahan kuantitas pada rezim PKT adalah proses kehancuran PKT, telah dimulai dari saat Revolusi Kebudayaan (1966-1976) sampai pada peristiwa Tiananmen 4 Juni 1989. Proses itu telah dipercepat dan PKT menindas Falun Gong pada 1999, proses itu semakin dipercepat lagi, dan akhirnya 17 tahun penindasan tersebut hingga hari ini. Busur yang sudah dibentangkan maksimal, PKT sudah ditakdirkan mengalami kehancurannya. PKT paling getol ber-motto, berani melawan langit dan melawan bumi. Itulah penyebab kehancuran PKT, siapa suruh menantang sang Pencipta?

Apakah PKT masih punya waktu 10-15 tahun lagi? Ada yang masih berharap, ada yang bingung. Bagi penulis, tidak ada waktu lagi. Jika dikatakan pondasi pemerintahan PKT saat ini yang tersisa hanya bidang ekonomi dan tidak ada lagi pondasi hati rakyat dan kehendak langit, maka begitu ekonomi RRT melambat atau stagnan, pondasi itu pun tidak ada lagi. Bukankah pemerintahan PKT akan tercerai-berai? Bisakah ekonomi RRT tiba-tiba runtuh?

PKT sendiri pernah mengatakan, pada periode akhir Revolusi Kebudayaan, perekonomian rakyat Tiongkok telah di “ambang kehancuran.” Ini dikatakan oleh PKT sendiri, PKT juga sadar bahwa ekonomi juga ada kemungkinan akan kolaps. Ekonomi RRT pasca Revolusi Kebudayaan sebetulnya sudah runtuh, hanya saja, PKT waktu itu tertolong dengan kebijakan mengirim semua kaum muda-mudi untuk bercocok-tanam ke pedesaan, hal itu telah mengurangi angka pengangguran. Kini, kaum muda-mudi mana yang mau diterjunkan lagi ke pedesaan, malah kaum muda dari pedesaan masih saja membanjiri daerah perkotaan, siasat yang dipakai kala itu sudah pasti tidak manjur lagi.

Slogan yang saat ini paling trendy dan paling heboh baik di dalam maupun luar negeri, juga yang paling ditakuti oleh PKT, adalah “langit akan musnahkan PKT.” Dimusnahkan berkat kehendak ilahi. Tentu bagi sebagian besar orang, takdir itu tidak bisa diprediksi. Tapi jika kita amati secara seksama, maka sekelumit takdir dapat kita perkirakan. Dalam sejarah manusia, saat langit akan menumpas sesuatu, di tengah gemuruh guntur halilintar, apakah akan ditumpas seketika atau ditumpas perlahan?

Berakhirnya tirani, dinasti, bahkan suatu peradaban, mulai dari zaman kekaisaran Romawi sampai Uni Soviet, dan rezim komunis Eropa Timur, yang mana yang bukan dimusnahkan seketika? Jika semua contoh di atas dimusnahkan seketika, apa alasan kita mengatakan PKT akan dimusnahkan secara bertahap? (sud/whs/rmat)

Tamat

Share

Video Popular