Oleh: John Edwards

Usus mendapat sebagian besar informasi saraf dari daerah tulang belakang dekat sanggar dada dan bagian atas pinggang, yang merupakan salah satu daerah yang kami periksa pada saat orangtua membawa anaknya dengan gejala kolik karena adanya gangguan aliran yang membuat usus berfungsi dengan tidak baik.

Pada saat lahir, bayi memiliki satu lengkung tulang belakang. Pada posisi janin, lengkung yang berbentuk huruf C ini merupakan punggung tengah. Posisi janin diperlukan supaya bayi berada dengan nyaman di dalam rahim ibunya. Lengkung utama ini adalah satu-satunya lengkung yang dimiliki janin sampai nantinya terbentuk dua lengkung lainnya pada tulang belakang. Pertama, dibentuk kembali tulang belakang leher pada saat bayi belajar mengangkat kepala dan kemudian mempertahankan posisi tersebut. Yang kedua, lengkung lumbalis di daerah pinggang belakang yang dibentuk pada saat bayi belajar merangkak, yang dibutuhkan untuk mendukung berat badan pada saat berdiri, membungkuk, dan mengangkat badan seumur hidupnya.

Mekanisme fungsi tulang belakang bayi sangat berbeda dengan orang dewasa. Bayi belum memiliki lengkung servikalis (leher) dan lengkung lumbalis (pinggang). Jika kita menganggap tulang belakang bayi ibarat jembatan gantung, maka tengah-tengah jembatan adalah antara vertebra ke-9 dan vertebra k-11 pada tulang belakang daerah dada. Pada orang dewasa, sangkar dada dibentuk oleh vertebra ke-1 sampai vertebra k-8 pada tulang belakang daerah dada, sedangkan vertebra ke-9 sampai vertebra ke-12 seperti bergantung pada tulang belakang.

Jika seseorang terlalu sering dalam posisi badan membungkuk, seperti sedang bekerja dengan laptop atau mengemudi terlalu lama, maka akan mulai merasa sesak pada bagian punggung akibat vertebra mulai bergeser ke belakang dari posisi awal. Semakin sering seseorang dalam posisi badan membungkuk, maka akan semakin menderita nyeri. Demikian pula yang terjadi dengan bayi jika orangtua mengangkat kedua kaki bayinya berulang-ulang untuk mengganti popok, maka tanpa disadari hal ini menyebabkan subluksasi (pergeseran sebagian tulang) dan gangguan saraf yang mengakibatkan kolik.

Tulang paha pada infant (bayi yang berusia 29 hari sampai satu tahun) belum berkembang dengan sempurna karena bayi belum memerlukan struktur tulang tersebut untuk berdiri atau kekuatan otot untuk berjalan.

Normal bila bayi mengangkat kedua kakinya sampai di atas kepalanya dan kemudian memasukkan jari-jari kaki ke dalam mulutnya sambil tertawa. Tapi jika kita dalam sehari beberapa kali mengangkat kedua kaki bayi, menekuk tengah-tengah tulang belakangnya, mendorong vertebra keluar dari posisinya tepat di mana tempat keluarnya aliran saraf untuk usus pada saat kita mengganti popok pada bayi yang tidak memiliki lengkung lumbalis sekunder, maka tidak heran jika banyak kasus anak yang menderita kolik.

Kita harus berhenti melakukan kesalahan dalam mengganti popok bayi. Maka saya menganjurkan teknik seperti ‘menggulung’ badan bayi untuk mengganti popok jika bayi belum mulai belajar merangkak. Pegang dada bayi dengan tangan Anda dan ‘gulung’ dari sisi ke sisi supaya tulang belakangnya sejajar. Anda membutuhkan sedikit latihan, tapi setelah beberapa hari Anda akan terbiasa dengan hal ini. (Epochtimes/Vivi/Yant)

Share
Tag: Kategori: KELUARGA

Video Popular