Seorang wanita etnis Tionghoa yang tinggal di California, Man Wenxia dituntut pengadilan karena upayanya untuk menyelundupkan mesin pesawat tempur dan pesawat tanpa awak (UAV) ke daratan Tiongkok melalui Hongkong.

Persidangan terhadap kasus tersebut sudah dilakukan di pengadilan negeri di Florida pada (9/6/2016). Dewan juri sudah menyatakan Man bersalah. Hakim menunda keputusan hukuman hingga 19 Juni. Man mungkin akan dikenakan hukuman penjara maksimal 20 tahun.

Menurut laporan media Hongkong bahwa Man Wenxia berupaya melalui Hongkong, Korea Selatan, Israel dan lainnya untuk mengekspor ke Tiongkok mesin pesawat tempur F-35, F-22 dan F-16, pesawat tanpa awak yang mampu membawa dan meluncurkan rudal jenis Hellfire.

Seorang pria asal Tiongkok bernama Zhang Xinsheng yang dijuluki ‘mata-mata teknologi’ adalah kawan konspirasi Man Wenxia, namun pria tersebut tidak ditangkap karena berada di Tiongkok. Petugas investigasi menemukan bukti bahwa Zhang juga terlibat dalam pencurian data yang berkaitan dengan teknologi militer Rusia. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular