Oleh CNA Paris

Para regu kebersihan kota Paris telah melakukan pemogokan kerja sejak beberapa hari lalu sebagai tanggapan atas rancangan reformasi undang-undang tenaga kerja Prancis. Karena tidak ada pembersihan, sampah jadi memenuhi beberapa jalan-jalan di daerah administrasi.

Pejabat berwenang dari Walikota Paris mengatakan bahwa pihaknya telah memobilisasi sejumlah tenaga kerja sementara untuk melakukan pembersihan, tetapi butuh beberapa hari untuk memulihkan keadaan.

Sekitar 1/3 bagian dari total regu kebersihan kota Paris bergabung dalam pemogokan tersebut, sampah-sampah yang menumpuk di lebih dari separo daerah administrasi tidak ada yang mengurus.

Di beberapa arus jalan, kantong sampah berwarna hitam dan tempat pengumpul sampah sampai menyita trotoar. Sudah sekitar sepekan terakhir ini cuaca cukup sejuk, tetapi pejalan kaki yang melewati lokasi bersampah tersebut masih tetap bisa mencium bau tidak sedap.

Walikota Paris Anne Hidalgo melalui tweet menuebutkan bahwa pihaknya telah memobilisasi sejumlah tenaga kerja sementara untuk membersihkan kira-kira 2.000 ton sampah dalam 24 jam, namun masih ada kira-kira 2.850 ton yang perlu diangkut. Masih membutuhkan beberapa hari untuk memulihkan keadaan.

Media Prancis Le Monde melaporkan, pemerintah kota Paris telah bernegosiasi dengan Serikat Buruh Prancis untuk menghentikan pemogokan sementara Piala Eropa sedang berlangsung. Namun mendapat penolakan dari mereka. Sebagai kelonggaran yang diberikan oleh serikat, walikota diperbolehkan untuk mengkaryakan para petugas kebersihan yang tidak ikut pemogokan untuk membawa kendaraan pengangkut sampah keluar dari garasinya. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular