Jika suami Anda lumayan baik, dan Anda bilang tidak berutang padanya, maka Anda berutang pada mertuamu. Tidak harmonisnya hubungan antara menantu dan mertua, ini adalah pertemuan Anda yang berutang padanya dalam kehidupan dahulu. Sehuhungan dengan utang-piutang (karma dalam kehiduan dahulu), ada mertua yang tidak mengerti, mengatakan : “Demi anak saya, saya telah menghabiskan banyak uang, sehingga ia menjadi menatu saya, tapi apa balasannya, ia (menantu perempuan) justru galak pada saya mertuanya, saya benar-benar kesal dibuatnya. Benar-benar sial.” Bukan sial, itu utang yang Anda bayar sebagai penebus utang dalam kehidupan dahulu yang dipertemukan dalam kehidupan sekarang sebagai mertua dan menantu.

Bukan sial, jika tidak ada karma antara Anda dengannya dalam kehidupan dahulu, maka ia juga tidak akan dipinang oleh keluarga Anda. Anda kesal dibuatnya, karena itu adalah benih yang Anda tabur, dan Anda petik dalam kehidupan sekarang. Antar sesama saudara, menjadi benci dan dendam satu sama lain, semua ini erat kaitannya dengan karma masa lalu. Tidak akan datang atau bertemu (menjadi anggota keluarga) kalau tidak ada utang, dan juga tidak akan bersama kalau tidak ada ada utang-piutang di masa lalu. Sementara itu, mengapa ada sekeluarga yang hidup rukun dan harmonis, santun dan saling hormat menghormati ? Karena karma baik mereka dalam kehidupan dahulu, sehingga mereka juga dipertemukan/disatukan dalam satu keluarga untuk menyelesaikan takdir pertemuan mereka dalam kehidupan sekarang.

Sadarlah, orang-orang yang berada di sisi kita (menjadi anggota keluarga), ada yang datang/dipertemukan untuk menagih utang, ada yang membayar utang, ada yang balas budi, semua itu adalah orang-orang yang berjodoh atau yang ditakdirkan untuk bersatu dalam keluarga.

Jika ada anak-anak yang selalu jatuh sakit sejak kecil, membuat harta Anda habis, atau suka melawan dan memberontak, mencaci maki orangtua (ayah/ibu), ketahuilah, anak-anak seperti ini adalah utang hidup Anda pada mereka semasa kehidupan Anda sebelumnya, kini mereka datang ke dunia menjadi bagian dari keluarga Anda baik sebagai anak atau menantu untuk menagih utang pada Anda.

Jika pada kehidupan Anda sebelumnya pernah menipu terlalu banyak harta orang lain, maka dalam kehidupan Anda sekarang dipastikan mereka akan bereinkarnasi sebagai anak dalam keluarga Anda untuk menagih utang. Ada anak yang kerap berobat ke dokter sejak kecil, sehingga membuat seluruh harta di rumah pun habis hanya untuk biaya pengobatannya, setelah dewasa malah tidak berbakti (durhaka), tapi Anda tidak boleh membencinya, dan tidak boleh berkeluh kesah, Anda harus bisa bersikap baik dan memperlakukannya dengan curahan cinta dan kasih sayang, karena utang Anda terlalu banyak padanya semasa kehidupan Anda sebelumnya.

Sebaiknya jangan mencaci maki lagi, karena jika selalu marah dan berkeluh kesah, belum habis utang karma Anda pada kehidupan dahulu, “utang baru Anda akan bertambah lagi dalam kehidupan sekarang, meskipun “utang karma lama belum selesai”.

Jika Anda tidak ingin membayarnya dalam kehidupan sekarang, maka pada kehidupan yang akan datang, bunganya akan bertambah dan bertambah, bahkan akan ada orang yang mencambuk dan memaksa Anda untuk membayarnya. Bantu dan selamatkanlah diri Anda sendiri, takdir kebencian masa lalu yang belum dituntaskan, sebaiknya diselesaikan. Bersikap baik pada setiap insan, dan ketahuilah, bahwa orang-orang ini datang untuk menyelesaikan takdir pertemuan ini. Buddha mengatakan : “Segenap insan manusia itu sederajad. Suami Anda bukan harta milik pribadi Anda seorang, karena berjodoh denganmu pada kehidupan dahulu, sehingga (jodoh) datang dan menyatu (menikah) dalam kehidupan sekarang untuk menyelesaikan takdir pertemuan yang telah digariskan dengan Anda.”

Demikian juga dengan anak-anak Anda bukanlah harta milik pribadi Anda sendiri, mereka juga insan manusia di dunia, hanya saja pada kehidupan dahulu mereka berutang padamu, dan sekarang mereka datang dalam bentuk sebagai anggota keluaga Anda untuk membayar utang, namun sebaliknya, ada juga yang datang menangih utang dalam kehidupan sekarang karena Anda yang berutang padanya semasa kehidupan Anda dahulu. Lagi-lagi semua ini erat kaitannya dengan takdir pertemuan.

Jika Anda merenungkan secara mendalam pelajaran hari ini, maka Anda akan bisa mulai bisa menyadarinya. Dan akan melepaskan keterikatan hati atas diri suami maupun anak-anak. Mengapa Buddha meminta Anda untuk melepaskan keterikatan hati ? Meminta Anda untuk tidak memandang suami Anda itu sebagai harta milik Anda pribadi, tidak boleh menempatkan isteri sebagai harta pribadi milik Anda. Hanya karena ada benihnya dengan Anda pada kehidupan dahulu, sehingga baru ada buahnya dalam kehidupan sekarang. (Secretchina/Jhn/Yant)

Selesai

Share

Video Popular