Oleh : Joseph Mercola

Salah satu cara terbaik dan termudah untuk menormalkan berat badan dan mendukung kesehatan adalah tidak makan karbohidrat gandumg. Tetapi karena Anda mengurangi makan karbohidrat non-sayuran, Anda harus meningkatkan asupan lemak yang sehat. Alpukat adalah sumber asupan lemak sehat yang sangat baik serta mengandung kadar gula yang rendah. Alpukat terutama kaya akan lemak tunggal tak jenuh yang mudah dibakar untuk menghasilkan energi yang bermanfaat untuk jantung sehat.

Hampir setiap hari saya menambahkan satu buah alpukat ke dalam salad untuk makan siang. Hal ini meningkatkan asupan lemak sehat dan kalori tanpa meningkatkan asupan protein atau karbohidrat. Alpukat juga mengandung kadar kalium yang tinggi, sehingga membantu keseimbangan rasio natrium: kalium yang sangat penting.

Alpukat untuk makan siang akan membantu mengendalikan berat badan Anda

Salad alpukat. (Samira Bouaou / Epoch Times)
Salad alpukat. (Samira Bouaou / Epoch Times)

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrition, jika Anda mengalami kelebihan berat badan dengan hanya makan satu setengah alpukat segar pada makan siang akan memberi rasa kenyang yang memuaskan, yang akan mencegah ngemil yang seharusnya dihindari.

Penelitian juga menemukan bahwa alpukat berperan mengendalikan kadar gula darah, yang penting bagi kebanyakan orang, mengingat bahwa satu dari empat orang Amerika menderita diabetes ataupun pra-diabetes. Seperti dilansir dan dipublikasikan dalam Medical News Today:

“Peneliti ingin melihat bagaimana konsumsi alpukat memberi dampak kenyang pada seseorang, bagaimana respons kadar gula darah dan insulin dalam darah serta pola makan individu setelah makan alpukat.

Para peneliti merekrut 26 orang dewasa yang sehat dengan kelebihan berat badan. Selama lima sesi, peserta diminta untuk makan sarapan yang biasa mereka makan diikuti oleh salah satu dari tiga pilihan makan siang yang diteliti, yaitu:

• Makan siang standar tanpa alpukat
• Makan siang standar yang mengandung alpukat (alpukat diganti makanan lain), atau
• Makan siang standar yang ditambah dengan setengah buah alpukat segar”

Lima jam kemudian, para peserta diminta untuk menilai nafsu makannya dengan menggunakan skala analog visual. Kadar glukosa dan insulin dalam darah juga diukur sebelum makan siang dan pada interval tertentu selama tiga jam setelah makan.

Pada peserta kelompok kedua, yang makan siang standar ditambah dengan setengah buah alpukat, dilaporkan 40 persen peserta menjadi kurang lapar setelah tiga jam makan siang, dan 28 persen peserta menjadi kurang lapar setelah lima jam makan siang, dibandingkan dengan peserta yang makan siang tanpa alpukat. 26 Persen peserta merasa lebih kenyang setelah makan siang dengan alpukat dibandingkan dengan peserta yang makan siang tanpa alpukat.

Mengapa sebagian besar orang memperoleh manfaat setelah makan alpukat?

Tambahkan beberapa potong alpukat pada sandwich untuk makan siang Anda. (Hidup-Of-Pix / Pixabay)
Tambahkan beberapa potong alpukat pada sandwich untuk makan siang Anda. (Hidup-Of-Pix / Pixabay)

Hal ini tidak sangat mengejutkan bila Anda menyadari bahwa sering merasa lapar menunjukkan pola makan yang tidak benar. Sebagai aturan umum, kebanyakan orang memerlukan 50-85 persen lebih lemak sehat dalam makanannya, disertai makan banyak sayur yang mengandung karbohidrat yang tinggi, protein berkualitas tinggi dalam jumlah sedang sampai rendah, dan sangat sedikit atau kalau bisa tidak makan gandum atau karbohidrat yang tidak berasal dari sayuran.

Lemak jauh lebih mengenyangkan daripada karbohidrat, sehingga jika Anda mengurangi makan karbohidrat maka Anda akan merasa lapar dan berpikir bahwa Anda “harus makan karbohidrat,” ingat ini adalah tanda bahwa Anda belum mengganti karbohidrat dengan jumlah yang cukup dari sumber lemak yang sehat, seperti:
1. Zaitun dan minyak zaitun
2. Kacang mentah, terutama kacang macadamia
3. Kelapa dan minyak kelapa, serta minyak kacang organik yang tidak dipanaskan
4. Kuning telur organik
5. Mentega yang terbuat dari susu organik mentah yang diperoleh dari sapi yang makan rumput mentah
6. Daging yang berasal dari hewan pemakan rumput

Keju yang diperoleh dari sapi yang makan rumput mentah, buah zaitun dan kacang-kacangan merupakan sumber lemak sehat yang baik. (VikaCVZ / Shutterstock)
Keju yang diperoleh dari sapi yang makan rumput mentah, buah zaitun dan kacang-kacangan merupakan sumber lemak sehat yang baik. (VikaCVZ / Shutterstock)

Penelitian juga menunjukkan bahwa penambahan setengah buah alpukat pada makanan akan meningkatkan asupan kalori peserta, tapi tidak mengakibatkan peningkatan kadar gula darah, yang tidak terjadi pada peserta yang hanya makan siang standar. Ini adalah salah satu manfaat utama dari menggantikan karbohidrat yang tidak berasal dari sayuran dengan lemak sehat yang tidak berpengaruh negatif terhadap kadar gula dan insulin dalam darah.

Pentingnya menjaga rasio natrium-kalsium

Seperti disebutkan sebelumnya, alpukat mengandung kalium yang tinggi untuk menyeimbangkan rasio natrium-kalium yang penting untuk kesehatan yang optimal dan pencegahan penyakit. Ketidakseimbangan rasio natrium-kalium akan menyebabkan hipertensi (tekanan darah tinggi) dan sejumlah penyakit lainnya, seperti:

• Penyakit jantung dan stroke
• Penurunan memori
• Batu ginjal
• Katarak
• Osteoporosis
• Disfungsi ereksi
• Kanker dan ulkus (luka) pada saluran cerna
• Arthritis rheumatoid (radang sendi)

Penyakit jantung mendapat perhatian khusus karena merupakan pembunuh utama kedua pada orang Amerika. Menurut penelitian federal pada tahun 2011 terhadap asupan natrium dan kalium, individu yang berisiko terbesar menderita penyakit kardiovaskular adalah individu yang makan terlalu banyak natrium serta terlalu sedikit makan kalium.

Penelitian yang diterbitkan dalam Archives of Internal Medicine adalah salah satu penelitian pertama dan terbesar di Amerika Serikat untuk mengevaluasi hubungan garam (natrium), kalium dan kematian akibat penyakit jantung.

Menurut Dr. Elena Kuklina, salah satu penulis utama pada penelitian tersebut di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), AS, kalium sebenarnya menetralkan efek garam yang merusak hati. Individu yang makan banyak garam dan sedikit kalium cenderung dua kali lipat meninggal akibat serangan jantung dibandingkan dengan individu yang makan garam dan kalium dalam jumlah yang seimbang.

Menurut artikel di The New England Journal of Medicine pada tahun 1985 yang berjudul “Paleolitik Nutrition,” nenek moyang kita makan sekitar 11.000 mg kalium dan 700 mg natrium setiap hari yang setara dengan hampir 16 kali lebih banyak kalium dibandingkan natrium. Bandingkanlah dengan Diet American Standard di mana rata-rata konsumsi kalium harian sekitar 2.500 mg (RDA adalah 4.700 mg / hari), disertai 3.600 mg natrium.

Cara termudah untuk memperbaiki ketidakseimbangan ini adalah tidak makan makanan olahan yang mengandung kalium yang rendah, mengandung natrium dan fruktosa yang tinggi yang jelas terkait dengan penyakit kronis, termasuk penyakit jantung. Biasanya dianjurkan makan pisang karena pisang mengandung kadar kalium yang tinggi. Namun alpukat merupakan pilihan yang jelas lebih baik daripada pisang karena alpukat mengandung kadar kalium dua kali lebih banyak daripada pisang, dan mengandung kadar fruktosa yang rendah.

Alpukat membantu mempertahankan kesehatan jantung

Alpukat meningkatkan profil lipid pada individu yang sehat maupun penderita hiperkolesterolemia ringan (Nataliya Arzamasova / Shutterstock)
Alpukat meningkatkan profil lipid pada individu yang sehat maupun penderita hiperkolesterolemia ringan (Nataliya Arzamasova / Shutterstock)

Penelitian sebelumnya juga menunjukkan alpukat menjadi salah satu makanan sehat untuk melindungi jantung dan memelihara kesehatan jantung. Penelitian yang diterbitkan pada bulan November 2012, menemukan bahwa makan satu setengah alpukat segar dengan hamburger (yang terbuat dari 90 persen daging sapi tanpa lemak) secara nyata menghambat produksi Interleukin-6 (IL-6), suatu senyawa penyebab peradangan dibandingkan dengan individu yang makan hamburger tanpa alpukat segar.

Alpukat tidak meningkatkan kadar gula darah. Alpukat segar tidak meningkatkan kadar trigliserida (dibanding dengan hanya makan burger saja), meskipun alpukat memasok lemak dan kalori tambahan. Menurut penulis David Heber, MD, PhD, temuan menunjukkan khasiat alpukat untuk fungsi pembuluh darah dan kesehatan jantung.

Peneliti juga menyimpulkan bahwa alpukat meningkatkan profil lipid pada individu yang sehat maupun penderita hiperkolesterolemia ringan (kadar kolesterol tinggi). Dalam satu penelitian, individu yang sehat mengalami penurunan 16 persen dari total kadar kolesterol serum setelah satu minggu makan alpukat yang mengandung lemak tunggal tak jenuh yang tinggi. Pada individu dengan kadar kolesterol yang tinggi, makan alpukat menurunkan 17 persen dari total kolesterol serum, dan menurunkan 22 persen kolesterol-LDL maupun trigliserida, serta meningkatkan 11 persen kolesterol HDL “si kolesterol baik”.

Alpukat penuh nutrisi yang baik

Yuuum. (Unijewels / Pixabay)
Yuuum. (Unijewels / Pixabay)

Menurut California Avocado Commission, sebuah hamburger alpukat berukuran sedang mengandung sekitar:

• 22,5 gr lemak, dua pertiganya adalah lemak tunggal tak jenuh
• 3 gr total karbohidrat
• Kurang dari satu gr fruktosa per satu ons porsi

Alpukat mengandung fruktosa yang sangat rendah yang sangat menguntungkan. Alpukat mengandung hampir 20 zat gizi yang penting untuk meningkatkan kesehatan, termasuk:

• Serat (sekitar delapan persen asupan serat yang disarankan setiap hari)
• Kalium (lebih dari dua kali jumlah yang ditemukan dalam pisang)
• Vitamin E
• Vitamin B
• Asam folat

Karena kandungan lemaknya yang menguntungkan, maka alpukat lebih efisien menyerap zat gizi yang larut dalam lemak (seperti alfa-karoten, beta-karoten, dan lutein) dari makanan yang dimakan bersamaan dengan alpukat. Satu penelitian pada tahun 2005 menemukan bahwa dengan menambahkan alpukat pada salad memungkinkan relawan untuk menyerap tiga sampai lima kali lebih banyak karotenoid, suatu molekul antioksidan yang melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas!

Berita Baik: Alpukat yang ditanam secara konvensional bebas dari bahan kimia berbahaya

Alpukat adalah salah satu buah yang paling aman untuk dimakan karena bebas dari kontaminasi bahan kimia, sehingga Anda tidak perlu menghabiskan uang untuk membeli alpukat varietas organik. Saya telah mengirimkan lebih dari enam lusin sampel alpukat organik dan alpukat yang ditanam secara konvensional untuk diuji kadar racun yang terkandung di dalamnya, dan hasilnya menunjukkan tidak ada ditemukan herbisida atau herbisida fenoksi pada alpukat organik maupun yang ditanam secara konvensional.

Sampel alpukat yang saya kirim tersebut berasal dari berbagai petani di berbagai negara yang dijual di beberapa toko besar, dan semuanya telah diuji bebas dari bahan kimia berbahaya. Walaupun alpukat telah terpapar pestisida, kulitnya yang tebal melindungi buah bagian dalam dari bahan kimia. Saya sarankan Anda untuk makan alpukat karena risiko yang sangat rendah untuk terkontaminasi dengan racun. (Epochtimes/Vivi/Yant)

Share
Tag: Kategori: Headline KESEHATAN

Video Popular