Seiring dengan meningkatnya taraf hidup, pola makan pun mengalami perubahan, sehingga tingkat kanker payudara yang menimpa kaum perempuan Asia pun meningkat setiap tahun. Menurut para ahli, hal ini berhubungan dengan makanan ala Barat dan tingginya paparan senyawa plasticizer DEHP (dietilheksil ftalat, ftalat sering diklasifikasikan sebagai pengganggu endokrin atau agen hormon aktif).

Dari segi keamanan pangan dan risiko kesehatan, senyawa DEHP tersebut sangat berbahaya, makanan yang tercemar oleh pengemulsi plasticizer tersebut dapat mengakibatkan penyakit kanker dan leukemia, serta penyakit endocrine disruptors. Karena alasan tersebut konsumen muda usia akan menjadi korban yang paling berisiko terkena efek berbahaya bila senyawa DEHP terkonsumsi oleh mereka.

Departemen Kesehatan Taiwan telah menetapkan kategori produk industri makanan yang kemungkinan besar telah tercemar oleh DEHP, yang membahayakan konsumen yaitu : minuman berenergi atau kebugaran, jus buah-buahan, teh, bonbon buah, bubuk makanan, dan tablet suplemen kesehatan.

Dewasa ini, kanker payudara merupakan kanker yang paling umum ditemui di Tiongkok dan Taiwan, usia rata-rata yang diagnosis berkisar antara 45 – 55 tahun, lebih cepat 10 tahun dari wanita Barat. Dan sekadar catatan, sebesar 85% penderita tidak memiliki riwayat keluarga kanker payudara.

Pola makan ala Barat, kontaminasi plasticizer meningkatkan prevalensi kanker payudara

Jumlah wanita Asia yang menderita kanker payudara melonjak tiga kali dalam tiga dekade terakhir ini, sementara jumlah penderita di bawah usia 35 baru-baru ini juga telah melampaui penderita di Amerika. Jumlah penderita kanker payudara di Taiwan melonjak 60% dalam satu dekade ini, semua ini disinyalir berhubungan dengan makanan tinggi lemak, kalori, makanan dalam kemasan plastik dan semacamnya, selain itu juga berhubungan dengan telat menikah, bahaya PM2.5 (polusi udara partikulat di suatu tempat), kurangnya gerakan fisik-olahraga dan obesitas, kata Zhang Jin-jian, direktur Taiwan Breast Cancer Foundation.

Kanker payudara yang menimpa usia muda sekarang, juga erat kaitannya dengan kaum wanita megapolitan yang lebih banyak makan di luar, para pekerja kantor yang lebih banyak mengisi perutnya dengan (kemasan) makanan dari luar, makanan dengan kadar minyak yang cenderung tinggi, sehingga kolesterol total tubuh sulit untuk bermetabolisme, ditambah lagi dengan seringnya tidur larut malam-begadang yang memengaruhi sistem endokrin, jadi secara tidak langsung meningkatkan prevalensi kanker.

Studi pelacakan terkait yang berlangsung selama 20 tahun di masa lalu juga menunjukkan, bahwa mereka yang sering terkontak dengan paparan hormon lingkungan (senyawa kimia), tingkat menderita kankernya itu adalah 1,8 kali dari mereka yang tidak terpapar dengan senyawa kimia. Menurut statistik, sebesar 37% paparan hormon lingkungan di Taiwan itu melampaui standar paparan di Amerika Serikat, bahkan 30 % dari urine anak-anak usia sekolah di Taiwan itu terdeteksi paparan plasticizer.

Kanker payudara tidak bisa diantisipasi, selain dari riwayat keluarga, dihimbau kepada kaum wanita sebaiknya hindari produk plastik, kurangi menggunakan gelas plastik, bungkus plastik (untuk makanan dan semacamnya), shampo, perlengkapan mandi, produk perawatan kecantikan, parfum dan sebaiknya hati-hati memilih produk perawatan pribadi lainnya, hindari produk wewangian buatan, kontaminasi bahan plastik (plasticizer), untuk mengurangi risiko kanker yang tidak diharapkan. (Epochtimes/Jhn/Yant)

Share

Video Popular