- Erabaru - http://www.erabaru.net -

IS Mengakui Simpatisannya Membunuh Seorang Polisi Prancis

Oleh CNA Paris

Laporan seorang sumber yang memperoleh informasi dari polisi yang menangani investigasi terhadap peristiwa menyebutkan bahwa seorang pria simpatisan organisasi teroris Islamic State/ IS dengan menggunakan sebilah pisau menikam mati seorang anggota polisi di pinggiran kota Paris. Pria itu akhirnya juga ditembak mati oleh polisi.

Sebuah media yang memiliki jaringan dengan IS memberitakan bahwa serangan terhadap polisi Prancis itu memang dilakukan oleh salah seorang militan IS. Mereka itu termasuk yang melakukan serangan dengan senjata api baru-baru ini di sebuah klub malam di kota Orlando, AS.

Polisi yang sedang bersama dengan seorang rekan itu terkena tikaman pria simpatisan IS di Magnanville, sebuah daerah pinggiran kota Paris. Kejaksaan Prancis langsung membentuk tim untuk melakukan pengusutan.

Saksi mata menuturkan, pria simpatisan IS itu sambil mengacungkan pisau meneriakkan “Allahu Akbar,” lalu menghujamkan sejumlah tusukan ke badan seorang polisi. Setelah itu ia berlari masuk ke sebuah rumah untuk bersembunyi. Di dalam rumah itu ada istri dan anak berusia 3 tahun dari polisi itu.

“Negosiasi tidak berhasil, oleh karena itu pihak berwenang memutuskan untuk melakukan serangan mendadak,”kata Jaksa Vincent Lesclous.

Kemudian pasukan khusus ‘Panther’  menemukan jenasah seorang wanita. Pembunuh sudah mati tertembak.

SITE Intelligence Group yang berpusat di AS mengutip media Amaq yang memiliki jaringan dengan IS menyebutkan bahwa militan IS telah membunuh wakil kepala kepolisian dan istrinya di Les Mureaux dengan menggunakan senjata tajam. (sinatra/rmat)