Lebih dari 150.000 jiwa diklaim di India terjadi karena kecelakan di jalan setiap tahun dan terakhir Laporan Kecelakaan Jalan mengatakan 11.000 dari mereka terlibat kecepatan karena adanya gundukan ataupun lubang.

Dalam upaya untuk memerangi angka-angka tersebut, kementerian transportasi telah mengusulkan solusi radikal menggunakan lukisan ilusi optik 3D yang bertindak sebagai ‘gundukan virtual’ untuk mendorong pengemudi agar memperlambat laju kecepatannya.

Ide ini datang beberapa minggu setelah keputusan untuk menghapus semua ‘polisi tidur’ (penghambat kecepatan) dari jalan raya di seluruh negeri, dimana merupakan peringkat utama sebagai salah satu tempat paling berbahaya untuk berkendara di dunia.

“Kami mencoba lukisan 3D yang digunakan sebagai penghambat kecepatan ‘virtual’ untuk menghindari persyaratan yang tidak perlu dalam menghambat kecepatan. Ilusi optik bertujuan untuk mendorong pengemudi untuk memperlambat secara otomatis, bukannya mendesing melompati gundukan yang bisa melemparkan orang dari kendaraan mereka,” kata Nitin Gadkari, Menteri Transportasi dan Jalan Raya dalam sebuah Tweet.

zebra cross 3D
India berencana untuk mencoba solusi Gadkari pada beberapa jalan raya sebagai percobaan dalam satu atau dua bidang jalan, tetapi menyatakan hanya akan bergerak maju jika terbukti bermanfaat. Di wilayah Pujiang, Tiongkok, zebra cross 3D dicat di jalan-jalan telah dilakukan.

The Times of India melaporkan, bulan lalu India telah memasukkannya dalam perencanaan agar semua penghambat kecepatan dihapus dari jalan raya negara karena tingginya jumlah insiden. Para pejabat mencatat bahwa banyak daerah otoritas lokal sedang membangun gundukan jalan atau penghambat kecepatan untuk mengontrol kecepatan kendaraan meskipun pedoman yang diperlukan berada di tempat.

“Ini yang tidak diinginkan, karena fungsi jalan raya nasional untuk memfasilitasi pergerakan lalu lintas. Penghambat kecepatan dapat menjadi sumber bahaya serius dan kecelakaan lalu lintas meningkat cepat,” kata mereka

Penerapan ilusi optik sebagai penghambat kecepatan pertama kali digunakan di kota Philadelphia, AS, pada tahun 2008 dalam upaya yang sama untuk memerangi mengemudi agresif.

“Tujuannya adalah untuk mengubah pola pikir. Sopir melihat ini di jalan raya, dan mereka berpikir bahwa itu beberapa tonjolan keluar dari jalan raya, dan bukan permukaan datar sempurna. Jadi mereka memperlambat sebelum mereka melintas di atasnya,” kata Charles Denny, kepala lalu lintas Philadelphia, kepada The Telegraph.

Pusat berencana untuk mencoba solusi Gadkari pada beberapa jalan raya sebagai percobaan.

“Kami akan menguji itu dalam beberapa jalan raya di satu atau dua poin. Jika tidak menimbulkan masalah keselamatan jalan, kita bisa bereksperimen dengan lebih lanjut,” kata Raghav Chandra, ketua Otoritas Jalan Raya Nasional India kepada The Hindu.

Di India, kota-kota seperti Ahmedabad dan Chennai telah memulai kampanye keselamatan jalan 3D dengan mengecat jalan penyeberangan, untuk meningkatkan perhatian kepada para pengemudi. Zebra cross lukisan 3D telah diuji di zona rawan kecelakaan di jalan raya dan terbukti berhasil.

Setelah Gadkari berbagi solusi dengan Twitter, beberapa kritikus kembali dengan tanggapan setuju. Beberapa tanggapan lain dari pembaca percaya bahwa lukisan 3D akan bekerja pada awalnya, tetapi akan diabaikan setelah pertemuan awal. (ran)

https://youtu.be/w8_i9KVpQB8

Share

Video Popular