Sebuah obat baru untuk mencegah migrain dapat mengurangi lamanya nyeri kepala pada penderita migrain kronis dalam waktu tiga hari sampai tujuh hari setelah suntikan pertama, menurut penelitian yang diterbitkan pada tanggal 8 Juni, 2016, edisi online Neurology®, jurnal medis dari American Academy of Neurology. Migrain kronis adalah nyeri kepala yang timbul minimal 15 hari setiap bulan. Peserta penelitian mengalami serangan migrain selama rata-rata 20 tahun sebelum terapi obat baru ini.

“Migrain kronis diderita sekitar 1 persen dari seluruh orang dewasa, namun kurang dari 5 persen penderita tersebut menerima diagnosis yang benar dan pengobatan yang tepat,” kata penulis penelitian Marcelo Bigal, MD, PhD, dari Teva Pharmaceuticals di Frazer, Penn., yang mengembangkan obat baru, yang disebut TEV-48125. “Kebanyakan penderita yang menerima obat pencegah terjadinya migrain kronis berhenti menggunakannya, dan salah satu alasannya karena obat tersebut membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkan manfaatnya. Jika hasil ini dapat dipastikan melalui penelitian yang lebih besar, maka akan menarik perhatian penderita migrain. “

TEV-48125 adalah antibodi yang menghalangi kalsitonin peptida terkait-gen penyebab nyeri migrain.

Penelitian ini melibatkan 261 peserta yang menderita migrain selama rata-rata 18 tahun. Peserta ini rata-rata mengalami nyeri kepala selama 162 jam setiap bulan dan rata-rata mengalami nyeri kepala selama 22 hari setiap bulan.

Setelah satu minggu, rata-rata jumlah jam mengalami nyeri kepala turun sebanyak 2,9 jam untuk peserta yang memakai plasebo, 9,1 jam untuk peserta yang memakai dosis rendah TEV-48125 dan 11,4 jam untuk peserta yang memakai dosis tinggi TEV-48125. (BlueGoa ☮ / Flickr / CC BY)
Setelah satu minggu, rata-rata jumlah jam mengalami nyeri kepala turun sebanyak 2,9 jam untuk peserta yang memakai plasebo, 9,1 jam untuk peserta yang memakai dosis rendah TEV-48125 dan 11,4 jam untuk peserta yang memakai dosis tinggi TEV-48125. (BlueGoa ☮ / Flickr / CC BY)

Dari peserta tersebut, 87 peserta menerima suntikan bulanan selama tiga bulan dengan dosis rendah TEV-48125 , 85 peserta menerima suntikan dosis tinggi TEV-48125 dan 89 peserta menerima suntikan plasebo. Para peserta menggunakan sebuah buku harian elektronik untuk merekam nyeri kepala yang dialaminya. Penelitian fase 2b dilakukan untuk mencari hasil setelah tiga bulan, dan hasilnya yang positif telah diterbitkan. Untuk penelitian ini, para peneliti menganalisa kembali hasil untuk melihat hasil jumlah jam pada hari pertama penelitian dan jumlah hari terjadinya nyeri kepala pada minggu pertama penelitian.

Setelah satu minggu, rata-rata jumlah jam mengalami nyeri kepala turun 2,9 jam untuk peserta yang menerima plasebo, 9,1 jam untuk peserta yang menerima dosis rendah TEV-48125 dan 11,4 jam untuk peserta yang menerima dosis tinggi TEV-48125. Peserta yang diberi dosis tinggi pertama menunjukkan perbedaan dengan peserta yang diberi plasebo setelah tiga hari, yaitu 3,1 jam lebih sedikit menderita nyeri kepala, dibandingkan dengan tambahan 0,4 jam mengalami nyeri kepala untuk peserta yang diberi plasebo. Peserta yang diberi dosis TEV-48125 yang lebih rendah menunjukkan perbedaan dengan peserta yang diberi plasebo setelah tujuh hari, yaitu 7,3 jam lebih sedikit menderita nyeri kepala, dibandingkan dengan 1,6 jam lebih sedikit menderita nyeri kepala untuk peserta yang menerima plasebo.

Peserta yang menerima dosis TEV-48125 yang tinggi maupun yang rendah menunjukkan perbedaan dalam jumlah hari mengalami nyeri kepala sedang atau berat dengan peserta yang menerima plasebo setelah dua minggu terapi, di mana nyeri kepala berkurang 0,8 hari untuk peserta yang menerima plasebo, nyeri kepala berkurang 1,3 hari untuk peserta yang menerima dosis rendah TEV-48125 dan nyeri kepala berkurang 1,5 hari untuk peserta yang menerima dosis tinggi TEV-48125.

Bigal mencatat bahwa keterbatasan penelitian meliputi analisis terhadap hasil awal tidak ditetapkan sebelum penelitian ini dilakukan dan peserta penelitian tidak ditanya apakah hasil pada hari pertama penelitian cukup bermakna bagi mereka.( American Academy of Neurology/Vivi/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular