Seorang profesor astronomi tidak hanya memiliki pekerjaan yang baik, tetapi juga memiliki kehidupan pernikahan bahagia yang membuat orang iri, dia berbagi tiga hal melepaskan : melepaskan sifat egois, manipulatif dan macho, sehingga dapat menciptakan keharmonisan perkawinan.

Pria ini adalah seorang profesor astronomi di sebuah Universitas, pertama kali sangat khawatir tidak cocok dengan kehidupan setelah pernikahan, tidak dapat beradaptasi dengan pasangannya, dan mungkin akan kehilangan kebebasannya, tetapi ketika dia belajar melepaskan tiga hal, dia memperoleh lebih banyak lagi- memiliki istri yang mencintainya dan kehidupan keluarga yang penuh kebahagiaan.

  1. Melepaskan sifat Macho

Berpikir sangat cerdas, sangat arogan, harga diri lelaki menyebabkan sifat macho lelaki tersebut. Setiap kali mengekspos sifat yang angkuh, istri akan meminta cerai. Setelah mengalami tujuh kali pengalaman tidak menyenangkan, pria ini akhirnya belajar untuk saling menghormati.

2. Melepaskan sifat manipulatif

Pria ingin mengontrol hal-hal yang berkembang, terutama keputusan besar. Tetapi, belum tentu keputusan suami selamanya adalah benar, mendengar pandangan dari istri mungkin hasilnya tepat.

Contohnya, ketika pemilik rumah ingin mengambil kembali rumahnya, dan menyuruh mereka pindah. Pertama kali ketika pria menemukan rumah yang sangat cocok untuknya, tetapi istrinya tidak beranggapan demikian, berusaha mencari rumah yang lain, ketika pria akan menandatangani kontrak, istrinya menentangnya. Tak lama suaminya mendapat pekerjaan yang lebih bagus di kota lain, dan harus segera pindah ke luar kota, dia merasa beruntung mendengarkan pandangan istrinya tidak menekan kontrak, jika tidak dia akan terperangkap kepada sewa selama 1 tahun.

3. Melepaskan keegoisan

Karena sebagai profesor, sangat dihormati, dan semua orang akan mematuhi saran tanpa komentar. Pria ini sudah terbiasa dengan cara ini.

Dia suka pergi ke kunjungan lapangan dengan siswa. Sampai istrinya menangis, dia baru menyadari bahwa dia telah menghabiskan terlalu banyak waktu di tempat kerja, sifat egois muncul hanya memikirkan dirinya sendiri yang suka ke luar negeri, mengabaikan perasaan istrinya. Kemudian, antara pekerjaan dan keluarga, ia melepaskan keegoisannya, dan menemukan keseimbangan, lebih banyak waktu untuk bersama keluarganya.

Pria ini bukan seorang pria yang mudah dibujuk dan mudah berubah, tetapi dalam kehidupan pernikahan dia belajar melepaskan 3 hal, dan karena itu memiliki kehidupan pernikahan yang bahagia, menghabiskan 10 tahun ulang tahun pernikahan, berjalan menuju 10 tahun ke depan .

Pernikahan perlu di-manage, tetapi juga perlu belajar, menjadi seorang pendengar yang serius, memperhatikan komunikasi, bersikap jujur, pria ini belajar melepaskan tiga hal, sehingga perjalanan pernikahan akan menjadi mudah, lancar dan menyenangkan.

Generasi muda Jepang menyarankan 10 cara menghormati dan mencintai istri, juga dapat merujuk kepada pria yang menikah:

  • Setelah pernikahan masih mencintai istrinya.
  • Dengan antusias membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga.
  • Tidak pernah berbohong kepada istrinya.
  • “Lady first”
  • Berjalan bergandengan tangan dengan istrinya.
  • Dengan serius mendengarkan istrinya berbicara.
  • Dalam satu malam menyelesaikan sengketa istri dan ibu mertua.
  • Tidak akan ragu untuk mengatakan “terima kasih.”
  • Tidak takut untuk mengatakan “Aku minta maaf.”
  • Tidak malu untuk mengatakan “Aku mencintaimu.”

 

Share

Video Popular