Oleh Li Wei

Menurut sumber yang dapat dipercaya bahwa jika Inggris nantinya menarik diri dari Uni Eropa, Bank Sentral Eropa bersama Bank of England akan bergandengan dalam melakukan penyelamatan pasar keuangan.

Kamis (23/6/2016), rakyat Inggris akan memberikan suaranya lewat referendum dalam rangka penetapan apakah akan tetap tinggal atau keluar dari Uni Eropa. Jika hasil voting awal telah menunjukkan positif keluar dari Uni Eropa, Bank Sentral Eropa (ECB) akan mengeluarkan sebuah pernyataan pada 24 Juni guna mengantisipasi kepanikan pasar dan mempertahankan kepercayaan investor di Eropa.

Seorang pejabat ECB mengatakan, swap mata uang belum tentu dapat digunakan. Pasar saat ini memiliki banyak likuiditas, swap mungkin saja tidak dibutuhkan. Tetapi berita ini belum pasti.

Bank Sentral Eropa saat terjadi krisis moneter setelah serangan teror ‘11 September’ juga menggunakan metode yang serupa. Ia bersama The Fed merilis dollar AS tambahan ke pasar.

Sementara itu, Gubernur Bank of England (Bank Sentral Inggris) Mark Carney berencana untuk menemui  Gubernur ECB Mario Draghi pada hari referendum. Sejumlah pejabat dari 19 negara yang bergabung dalam Uni Eropa juga akan mengadakan konperensi telepon pada keesokan harinya untuk merespon hasil referendum.

ECB telah membentuk jaringan swap mata uang dengan beberapa Bank sentral negara seperti Inggris, Kanada, Jepang, Swedia dan Amerika di saat krisis moneter demi menekan ketegangan pasar keuangan akibat ketatnya likuiditas. Berdasarkan perjanjian swap, perbankan di zona Eropa dapat meminta ECB untuk menyediakan likuiditas dalam mata uang dollar AS atau poundsterling, dan perbankan di Inggris pun dapat meminta Bank of England untuk menyediakan likuiditas dalam mata uang dollar AS atau euro. (Sinatra/rmat)

Share

Video Popular