Oleh: Jim Liao

Microplastik atau microbead, adalah partikel plastik yang berukuran lebih kecil dari 5mm dan berasal dari penghancuran plastik yang lebih besar. Partikel mikroplastik juga digunakan sebagai bahan dalam proses industri, seperti shampo.

Telah diketahui sejak lama bahwa mikroplastik yang berbahaya terdapat pada lingkungan laut, namun laporan baru menunjukkan mikroplastik juga mencemari udara yang kita hirup.

Frank Kelly, seorang profesor kesehatan lingkungan, memperkenalkan sebuah laporan kepada House of Commons Environmental Audit Committee (EAC) di Inggris pada 24 Mei 2016.

“Ketika Anda sebagai petani menyebar bubur di suatu bidang tanah dan jika bubur itu mengering, berarti mikroplastik terdapat di atas bidang tanah itu ” kata Kelly.

Kelly mengatakan partikel mikroplastik terbawa dalam udara dan akhirnya kita hirup.

“Partikel mikroplastik ini mempunyai ukuran yang demikian kecil sehingga dapat lolos masuk ke dalam saluran napas, tapi yang mengherankan mengapa jumlahnya kian meningkat dalam lingkungan,” tambah Kelly.

Partikel mikroplastik membahayakan sistem pernapasan manusia, kata Kelly. Menghirup partikel mikroplastik dapat membawa zat kimia berbahaya masuk ke bagian bawah paru-paru serta ke dalam sirkulasi tubuh, yang menimbulkan akibat yang sebanding dengan akibat yang ditimbulkan oleh emisi kendaraan.

Mikroplastik juga mengandung bahan kimia yang diketahui mengganggu hormon manusia. Mikroplastik dikenal sebagai “magnet” yang menarik bahan kimia berbahaya lainnya.

Dalam lingkungan laut, serpihan plastik sering lolos masuk ke dalam pabrik pengolahan air laut menjadi air minum karena ukurannya yang kecil. Plastik yang masuk ke dalam saluran air diminum oleh ikan, burung, dan organisme air lainnya. Karena plastik sering mengandung bahan kimia berbahaya yang meresap ke dalam tubuh binatang, maka hal ini tidak hanya menimbulkan masalah untuk binatang tersebut, tetapi juga untuk manusia yang makan binatang tersebut.

Tidak semua orang siap menerima bahwa sekarang kita menghirup plastik. The Independent melaporkan bahwa beberapa anggota komite terkejut dengan ide ini.

Rebecca Pow, seorang anggota komite mengatakan,”Ini adalah masalah yang sangat serius.”

Dr Erik van Sebille, dari Grantham Institute for Climate Change di Imperial College London mengatakan kepada komite bahwa plastik adalah “materi yang fantastis dan kami benar-benar tidak ingin masyarakat yang hidup tanpa plastik.”

Dia menambahkan bahwa sampah plastik harus dibatasi untuk mengurangi kontaminasi lingkungan alam.

Penelitian lebih lanjut yang tertunda adalah mengenai karena serpihan plastik terdapat di udara, maka masyarakat umum sudah menentang penggunaan partikel di bidang manufaktur.

Pada 2015, Presiden Amerika Serikat Barack Obama menandatangani RUU yang melarang penggunaan microbead dalam kosmetik.

Sebuah jajak pendapat di Inggris pada awal tahun ini menunjukkan bahwa dua pertiga rakyat Inggris berharap adanya larangan menggunakan microbead.(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share

Video Popular