Migrain merupakan suatu sakit kepala sebelah yang cukup mengganggu. Migrain, meskipun merupakan gangguan sepele, tapi rasa sakitnya dapat memengaruhi efisiensi kerja dan gangguan belajar. Sebuah penelitian di Amerika mengungkapkan bahwa cahaya berwarna hijau bisa membantu meredakan migrain. Penelitian ini mungkin bisa dijadikan sebagai pengembangan kacamata yang dapat menyaring semua gelombang warna cahaya kecuali hijau untuk membantu para penderita migrain di masa depan, dan jelas ini merupakan kabar yang baik bagi mereka.

Melansir laman “New Scientist”, peneliti di Harvard University menemukan bahwa warna hijau memiliki efek menenangkan, dapat meredakan sakit kepala. Tim peneliti mengadakan percobaan terkait terhadap para relawan yang menderita migrain. Mereka dibawa ke dalam sebuah ruangan yang sangat gelap, kemudian perlahan-lahan meningkatkan intensitas cahaya lampu warna putih, biru, hijau, merah dan kuning.

Percobaan menunjukkan bahwa warna merah, putih dan biru akan menambah rasa sakit penderita migrain (colorsark.deviantart.com)
Percobaan menunjukkan bahwa warna merah, putih dan biru akan menambah rasa sakit penderita migrain (colorsark.deviantart.com)

Untuk penelitian ini, para penderita migrain diminta melaporkan bagaimana pengaruh warna dan intensitas cahaya yang berbeda terhadap sakit kepala mereka. Pada level cahaya seperti di kantor umumnya, pasien melaporkan hanya cahaya lampu hijau yang tidak membuat sakit kepala mereka lebih buruk. Lampu lainnya, seperti warna biru, kuning dan merah, membuat kepala semakin sakit. Pantauan yang dilakukan oleh para peneliti menunjukkan bahwa cahaya hijau membuat lebih sedikit aktivitas listrik, baik di mata maupun otak, dibanding warna lainnya.

Paparan cahaya hijau dapat mengurangi rasa sakit penderita migrain (Alex4739924/wikimedia)
Paparan cahaya hijau dapat mengurangi rasa sakit penderita migrain (Alex4739924/wikimedia)

Dalam ilmu kedokteran, migrain dikategorikan sebagai suatu penyakit tertentu, memiliki gejala dan faktor tersendiri, bukan hanya sakit kepala sebelah pada umumnya. Karakteristik sakitnya meliputi sakit kepala setengah seperti rasa sakit seperti tertarik atau rasa sakit berdenyut, disertai dengan detak jantung atau detak nadi, bahkan saat sakitnya parah akan terasa mual mau muntah, takut cahaya dan suara berisik, dan akan rasa sakitnya akan semakin buruk saat berjalan, turun naik tangga atau kepala bergoyang.

Untuk faktor atau penyebab migrain, hingga kini penelitiannya juga belum menunjukkan kemajuan yang pasti. Sementara studi lain menyebutkan, bahwa migrain disebabkan oleh rangsangan internal atau eksternal, yang memicu ketidakseimbangan pada sistem saraf, sehingga terjadi perubahan neurotransmitter dalam otak, dan menyebabkan serangkaian proses rasa sakit seperti itu.

Tim peneliti ini berharap dapat mengembangkan kacamata yang dapat menyaring semua gelombang warna cahaya kecuali hijau untuk membantu para penderita migrain, kata Rami Burstein, Profesor Anestesi di Beth Israel Deaconess Medical Center (BIDMC) dan Harvard Medical School. (Epochtimes/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular