Oleh: Ethan A. Huff

Maraknya penyakit otak di Amerika saat ini, dan bukti menunjukkan obat farmasi yang populer adalah penyebab sebagian besar kasus penyakit tersebut. Mereka dikenal sebagai statin, dan secara ilmiah menunjukan bahwa Statin secara bertahap menghambat otak untuk mendapatkan kolesterol yang dibutuhkan otak untuk menjalankan fungsinya, sehingga menyebabkan penurunan fungsi memori, demensia dan kondisi lain yang sejenis.

Dalam bukunya “Lipitor: Thief of Memory,” Dr. Duanne Graveline, M.D., menulis tentang pengalamannya yang mengerikan karena mengonsumsi statin, dan bagaimana statin menyebabkan dia menderita dua kali peristiwa amnesia global transient serta neuropati kronis.

Mantan ilmuwan astronot dan penelitian medis kedirgantaraan menjelaskan bahwa peristiwa traumatis yang dialaminya adalah akibat langsung statin yang mengubah otaknya.

Teman baik Dr. David Brownstein juga menyoroti mekanisme di balik kerusakan ini di blog-nya, menunjukkan bahwa statin bekerja dengan meracuni enzim HMG-CoA reduktase, yang digunakan tubuh untuk memproduksi kolesterol, hormon adrenal, hormon seks dan protein untuk fungsi memori. Enzim HMG-CoA reduktase juga bertanggungjawab untuk memelihara supaya sel tubuh tetap memiliki energi, yang sangat dibutuhkan oleh setiap sistem tubuh.

Penghambatan terhadap enzim HMG-CoA reduktase yang penting ini secara buatan adalah resep untuk menimbulkan bencana kesehatan, demikian penjelasan Dr Brownstein, itulah sebabnya ia menyarankan siapa pun jangan mengonsumsi obat statin. Dia juga mempertanyakan mengapa setiap dokter yang telah menyadari hal ini tetap memberikan resep obat statin kepada pasiennya, mengetahui bahwa sebanyak 3,6 juta orang telah melaporkan disfungsi otak sebagai akibat dari penggunaan obat statin.

“Anda tidak dapat meracuni enzim HMG-CoA reduktase yang penting atau menghambat reseptor yang penting untuk jangka panjang dan mengharapkan hasil yang baik,” jelas Dr Brownstein dalam bukunya “Drugs That Don’t Work and Natural Therapies That Do.”

Statin menghancurkan tubuh dan tidak bermanfaat

Berdasarkan ribuan masukan yang diterbitkan di Adverse Event Database Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat, statin telah dikaitkan dengan hilangnya memori jangka pendek dan disorientasi hingga depresi kronis dan demensia. Database yang sama ini melaporkan lebih dari 100.000 efek samping juga terjadi di daerah lain,berdasarkan rata-rata pelaporan 1-10 persen yang bila diterjemahkan berarti jutaan orang dirugikan oleh statin.

Seperti yang telah dilaporkan pada beberapa kasus, penggunaan statin terkait dengan kerusakan hati, keracunan ginjal, nyeri otot dan hilangnya massa otot, dan gagal jantung, serta banyak masalah kesehatan lainnya. Yang terburuk adalah statin terbukti tidak bermanfaat.

“Mungkin kita dapat mentoleransi semua efek samping statin yang merugikan jika statin secara nyata menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, tetapi nyatanya tidak demikian, “tulis Dr. Brownstein di blog-nya.

“Statin tidak pernah terbukti secara meyakinkan dalam mencegah serangan jantung untuk pertama kali baik pada pria maupun wanita. Pada pria, penelitian yang terbaik terhadap statin menunjukkan 1-4 persen penurunan risiko untuk mencegah serangan jantung untuk kedua kalinya. Pada wanita, jumlahnya persentasenya lebih buruk lagi. “

Hal ini sangat mengkhawatirkan mengingat beberapa profesional medis meresepkan statin seperti memberikan permen kepada pasiennya, atau bahkan menyuruh untuk meneteskan statin bersamaan dengan fluoride ke dalam persediaan air minum untuk umum. Statin disebut “obat” yang mendatangkan malapetaka pada kesehatan masyarakat karena tidak memberikan manfaat terapeutik yang sah.

“Statin sering menyebabkan kerusakan otot, kram otot, kelemahan otot, nyeri otot, tidak mampu melakukan latihan otot (bahkan tanpa nyeri dan peningkatan CPK-suatu enzim otot), disfungsi seksual, kerusakan hati dan saraf dan masalah lain yang dialami 10-15 persen penderita yang mengkonsumsi statin, “tambah Dr Mark Hyman.(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular