Oleh: Lin Yan

Para ilmuwan terkejut dengan hasil pengamatan astronomi baru-baru ini yang menemukan gugus galaksi raksasa yang langka dan galaksi penyendiri yang misterius.

“Pengamat telah menemukan sesuatu yang kami pikir mustahil,” ujar Astronom dari Australian National University (ANU), Julie Banfield, seperti dilansir dari situs phys.org, Senin  (13/6/2016).

Temuan yang dimaksud Banfield adalah sebuah gugus galaksi raksasa, dimana penyebaran galaksi yang berkerumun di dalamnya itu seperti segumpalan kacang (berbentuk C). Gugus galaksi tersebut berjarak sekitar 1 miliar tahun cahaya dari Bumi, yang terbentuk setidaknya dari 40 galaksi, adalah sebuah gugus galaksi terbesar yang pernah ditemukan sejauh ini.

“Meskipun dari sisi ukurannya, galaksi tersebut sangat besar, namun, sangat sulit diamati. Galaksi tersebut diberi nama Matorny-Terentev cluster,” ujar peneliti dalam jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society.

Ada banyak galaksi menakjubkan seperti Bima Sakti ini yang tak terhitung banyaknya di alam semesta. (inset : Galaksi Bima Sakti). (Fotolia)
Ada banyak galaksi menakjubkan seperti Bima Sakti ini yang tak terhitung banyaknya di alam semesta. (inset : Galaksi Bima Sakti). (Fotolia)

Melansir laman astronomynow, Senin (6/6/2016), teleskop luar angkasa Hubble menemukan galaksi kerdil UGC 4879 dengan bentuk yang tidak teratur, terletak di konstelasi Ursa Major, yang jauhnya sekitar 4 juta tahun cahaya dari Bumi.

Adapun yang dimaksud dengan tak beraturan ini mengacu pada bentuknya yang tidak elips atau spiral seperti galaksi atau planet lainnya. Sementara galaksi kerdil menunjuk pada skala galaksi yang berukuran kecil.

Para ilmuwan juga mencatat keberadaan galaksi UGC 4879 ini sangat jauh jaraknya dari galaksi lain. Jarak terdekatnya dengan salah satu galaksi di dekatnya adalah sekitar 2,3 juta tahun cahaya. Ini menunjukkan bahwa interaksinya sangat kecil dengan galaksi lain, sehingga sangat ideal sebagai sebuah galaksi penyendiri dan menjadi sebuah laboratorium untuk mempelajari pembentukan bintang tanpa kerumitan oleh interaksi dengan galaksi lain.

Namun yang membingungkan para ilmuwan, data pengamatan menunjukkan bahwa galaksi UGC 4879 telah membentuk sejumlah besar bintang pada 4 miliar tahun semasa permulaan alam semesta, namun, selama 9 miliar tahun berikutnya dan tanpa sebab yang jelas tidak menghasilkan bintang baru. Sementara pada 1 miliar tahun belakangan ini dan atas faktor tertentu mulai kembali membentuk bintang baru dengan kecepatan normal. (Epochtimes/joni/rmat)

Share

Video Popular