Oleh: Karta Purkh Khalsa

Sejak dahulu makanan telah menjadi obat untuk manusia. Banyak herbal yang selama ini kita gunakan hanya sebagai bumbu masak saja ternyata merupakan obat herbal yang ampuh.

Perbedaan antara makanan herbal dengan obat herbal sebenarnya cukup jelas, walaupun ada wilayah tumpang tindih yang luas antara makanan herbal dengan obat herbal. Ada wilayah di mana makanan herbal seperti kentang dan wortel berpotensi sebagai obat, tetapi efeknya sangat ringan dan aman. Ada wilayah di mana obat herbal seperti opium yang pasti bukanlah makanan, tapi sebagai obat dengan efek yang sangat serius.

Wilayah abu-abu berada di tengah yang tumpang tindih itu, misalnya peterseli. Peterseli di dalam salad, berarti sebagai makanan. Jus peterseli untuk mengobati edema, berarti sebagai obat.

Yang benar adalah, obat herbal memiliki komponen kimia yang sama seperti tanaman pangan. Obat herbal hanya dipilih dari tanaman yang memiliki konsentrasi bahan aktif lebih besar dari, sehingga nyaman dikonsumsi.

Adas

(Ekaterina Kondratova/Shutterstock)
(Ekaterina Kondratova/Shutterstock)

Adas mengandung creosol dan alfa pinene, zat yang mengencerkan lendir di paru-paru dan membantu membersihkan lendir di tenggorokan, bermanfaat untuk asma. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa adas juga menurunkan tekanan darah.

Adas selama berabad-abad digunakan untuk memproduksi air susu ibu dan mempercepat wanita mengalami menstruasi setelah melahirkan. Adas juga meningkatkan libido.

Untuk meredakan kembung, Anda dapat menyeduh 1 sendok adas dengan secangkir air. Anda dapat menggunakan bubuk adas sebagai bumbu, atau mengonsumsi adas dalam kapsul.

Dill

Biji dill digunakan untuk meredakan kembung pada anak-anak, sedangkan biji adas digunakan untuk meredakan kembung pada orang dewasa.

Biji dill benar-benar ajaib untuk meredakan kembung pada bayi sehingga orangtua terhindar dari kerewelan bayi. Dill merangsang menstruasi. Biji dill bersamaan dengan adas bermanfaat untuk meredakan sendawa pada orang dewasa. Dalam keadaan darurat, jika tidak ada adas maka dapat dipakai dill, atau sebaliknya. Bayi yang menderita kembung akan menangis sambil menjerit-jerit, maka berilah bayi minum 2 sendok teh biji dill dalam 1 cangkir air pada suhu kamar (25°C), ditambah gula supaya manis, dan dimasukkan ke dalam botol susu atau botol minum untuk meredakan kembung yang dideritanya.

Peterseli

(stock.tookapic/pexels)
(stock.tookapic/pexels)

Peterseli adalah salah satu obat herbal yang kuat. Biji, daun, dan akar tanaman peterseli semuanya dapat dimakan, tapi daun peterseli terutama yang digunakan sebagai herbal.

Peterseli adalah sumber fitoestrogen, sehingga berkhasiat mengobati osteoporosis dan Amenore (suatu kondisi medis yang ditandai dengan tidak adanya periode menstruasi), serta untuk merangsang air susu ibu.

Sejak dahulu peterseli digunakan untuk mengobati penyakit sistem kemih. Penelitian menunjukkan bahwa peterseli adalah diuretik (mengeluarkan air kemih), dan sejak dahulu digunakan sebagai herbal untuk mengobati infeksi kandung kemih.

Peterseli digunakan untuk mengobati angina yaitu nyeri hebat pada dada, yang menjalar ke pundak, lengan, dan leher karena suplai darah yang tidak mencukupi untuk jantung. Peterseli yang dilumatkan dan ditabur di atas memar akan menyembuhkan memar tersebut. Peterseli menghambat pelepasan histamin, sehingga berguna untuk mengobati alergi dan gatal-gatal. Peterseli mencegah dan mengobati batu ginjal.

Peterseli banyak mengandung vitamin dan mineral. Peterseli kaya akan boron dan fluorin, yaitu mineral penting untuk kesehatan tulang. Peterseli mengandung vitamin C 3,5 kali lebih banyak daripada jeruk, dan mengandung kalsium dua kali lebih banyak daripada brokoli.

Karena peterseli adalah sumber yang kaya akan kalsium, magnesium, dan kalium, maka sangat efektif untuk mengobati kram, seperti kram kaki.

Tiga ons peterseli mengandung sekitar 3 mg boron, dosis yang disarankan untuk kesehatan tulang. Dalam pengalaman klinis saya, 2 ons peterseli yang dibuat jus yang diminum setiap hari adalah dosis yang sangat baik untuk mengobati edema (penimbunan cairan dalam rongga atau jaringan tubuh).

Daun peterseli banyak tersedia dalam bentuk kapsul, baik sebagai herbal tunggal, dan dikombinasi dengan herbal lain. Peterseli yang dikombinasi dengan kunyit untuk mengobati saluran cerna biasanya diberikan 2-9 gram per hari.

Thyme

(EQRoy/Shutterstock)
(EQRoy/Shutterstock)

Thyme berkhasiat sebagai anti-penuaan. Sejak dahulu, thyme digunakan untuk mengobati sakit kepala.

Thyme dikenal sebagai antimikroba umum, terutama untuk infeksi bakteri, dan berfungsi sebagai ekspektoran, serta meredakan demam, sehingga terkenal untuk mengobati penyakit flu.

Salah satu bahan thyme yaitu thymol memiliki sifat antivirus dan antispasmodik (anti kejang), sehingga digunakan untuk mengobati sakit kepala dan kram.

Thyme dapat diminum sebagai teh dan dapat dipakai sebagai obat kumur.

Basil leaf

(kaboompics/pexels)
(kaboompics/pexels)

Herbal pedas yang berasal dari India ini sangat terkenal di seluruh dunia. Ada banyak jenis varietasnya, tetapi semuanya memiliki kualitas obat yang sama. Salah satu varietasnya yang terkenal, “holy” basil adalah sangat menonjol digunakan sebagai obat dalam buku daftar obat Ayurveda. Sejak dahulu basil leaf digunakan sebagai obat untuk mengobati pencernaan, untuk meredakan kembung dan mempercepat proses pencernaan, serta untuk menghangatkan dan menggerakkan sendi yang kaku akibat rematik.

Basil leaf meningkatkan panas tubuh sehingga digunakan untuk mengobati penyakit pernapasan, seperti flu, dan untuk menurunkan demam dengan cara berkeringat. Basil leaf juga sebagai ekspektoran (pengencer dahak) maka digunakan untuk mengobati emfisema (keadaan di mana kantung udara paru rusak dan membesar yang mengakibatkan gagal nafas) dan asma.

Sebagi anggota keluarga mint, basil leaf mengandung senyawa antibakteri. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa basil leaf berkhasiat mencegah kanker.

Basil leaf menurunkan tekanan darah. Basil leaf mengandung senyawa antivirus. Pada pengobatan tradisional, basil leaf digunakan untuk menghancurkan kutil.

Jika Anda menderita sakit kepala, cobalah kunyah beberapa lembar basil leaf yang segar.

Lada hitam

 Lada hitam mentah (David Bokuchava / Shutterstock)
Lada hitam mentah (David Bokuchava / Shutterstock)

Lada hitam hanya dikenal sebagai bumbu masak di negara barat, tapi di Asia terkenal untuk membuang racun dari tubuh dan berkhasiat sebagai anti-penuaan.

Lada hitam menghangatkan saluran cerna sehingga berfungsi mencegah kembung.

Lada hitam meningkatkan sirkulasi darah dan menurunkan tekanan darah.

Lada hitam juga mengandung senyawa yang mencegah osteoporosis.

Pada pengobatan Ayurveda, lada hitam terkenal untuk membuang racun dari tubuh. Penelitian terbaru terhadap tikus menunjukkan bahwa lada hitam meningkatkan pelepasan karsinogen melalui hati sehingga mengurangi risiko terjadi kanker. Piperin adalah bahan aktif utama yang melindungi hati terhadap kerusakan, hampir sama seperti khasiat milk thistle, serta berfungsi meningkatkan bioavailabilitas (efektivitas) dan penyerapan zat gizi. Para ilmuwan menemukan piperine meningkat bioavailabilitas penyerapan bahan aktif kunyit sebesar 154% dan mengurangi waktu untuk penyerapan setengahnya.

Lada hitam mengurangi radikal bebas karena berfungsi sebagai antioksidan dan mencegah penurunan kadar glutation. Lada hitam juga mencegah kerusakan antioksidan lainnya, seperti vitamin A.

Pada pengobatan Ayurveda, lada hitam digunakan untuk melegakan sumbatan akibat sinus dengan cara merebus 10 butir lada hitam dalam susu, kemudian saring dan minum.

Lada hitam tersedia di toko makanan kesehatan sebagai suplemen. Gunakan 50 mg per hari atau lebih ekstrak piperine.

Gunakan lada hitam sebagai bumbu dalam masakan Anda.

Nettles (Jelatang)

(SergiyMolchenko/iStock)
(SergiyMolchenko/iStock)

Hati-hati terkena duri jelatang ketika Anda memetiknya. Meskipun kurang dikenal sebagai makanan, jelatang rasanya lezat. Durinya menjadi lunak setelah dimasak atau dikeringkan. Cara menyajikannya mirip seperti memasak bayam, rasanya lebih asin daripada bayam.

Jelatang adalah favorit ahli herbal di Eropa, yang menggunakannya sebagai tonik yang bergizi, mirip tonik alfalfa yang digunakan di Amerika. Sejak dahulu jelatang digunakan untuk mengobati eksim pada masa kanak-kanak, penyakit pernapasan, dan untuk memperkuat jaringan peredaran darah.

Baru-baru ini, jelatang diketahui dapat mengobati rhinitis alergi (hay fever).

Jelatang dijual di toko makanan kesehatan dalam bentuk kapsul. 2 Gr jelatang akan meredakan serangan alergi.

Biji fenugreek

Biji fenugreek memiliki rasa seperti buah maple yang digunakan dalam tradisi kuliner dan pengobatan di seluruh dunia. (Ezergil / iStock
Biji fenugreek memiliki rasa seperti buah maple yang digunakan dalam tradisi kuliner dan pengobatan di seluruh dunia. (Ezergil / iStock

Biji fenugreek sangat kaya akan serat yang larut dalam air.

Biji fenugreek sangat efektif untuk mengobati diabetes dengan cara mengurangi kadar gula dalam darah, baik dalam bentuk serat maupun dalam bentuk komponen metabolik aktif lainnya.

Biji fenugreek menurunkan kadar kolesterol total seiringan meningkatkan kolesterol ‘baik’ HDL.

Biji fenugreek mengandung kolin dan beta karoten yang sangat tinggi yang bermanfaat untuk mencegah dan mengobati penyakit Alzheimer.

Biji fenugreek mengandung diosgenin fitoestrogen yang berfungsi mencegah kanker payudara.

Gunakan biji fenugreek sebagai bumbu masak. Dosis untuk mengendalikan kadar gula darah adalah jauh lebih tinggi, yaitu 100 gr per hari sehingga memberi rasa pahit. Dalam penelitian ilmiah, biji fenugreek sering dipanggang dalam roti tawar, atau dimasak menjadi sup. Biji fenugreek direndam semalaman supaya lembut untuk dicampurkan pada oatmeal.

Namun, penelitian baru menunjukkan penurunan kadar kolesterol total dan trigliserida yang nyata karena mengonsumsi kapsul biji fenugreek yang mengandung dosis 2,5 gr biji fenugreek dua kali sehari. Fenugreek dapat dibeli di toko makanan kesehatan dalam bentuk kapsul maupun ekstrak.

Tambahkan herbal-herbal tersebut dalam masakan Anda setiap hari dengan demikian Anda seperti memiliki lemari obat dalam dapur Anda.(Epochtimes/Vivi/Yant)

Share
Tag: Kategori: Headline KESEHATAN

Video Popular