Oleh Gu Qinger

Media  resmi Tiongkok menyebutkan bahwa Pengadilan Negeri Menengah Yichang, Hubei pada 15 Juni telah menjatuhkan hukuman penjara selama 18 tahun penjara dan denda sebesar RMB 350,2 juta kepada putra Zhou Yongkang Zhou Bin. Ia dituduh  atas kejahatannya menerima sejumlah besar uang suap dan kasus lainnya selama ayahnya berkuasa. Zhou Bin langsung menyatakan menerima keputusan dan tidak naik banding.

Menurut pengadilan, Zhou Bin terbukti bersalah telah mengambil keuntungan dari kedudukan ayahnya untuk bersama-sama dengan ayahnya menerima uang suap sebesar RMB 98.046.600. Ia juga terbukti telah bersama kawan-kawannya mengambil keuntungan dari wewenang dan kedudukan ayahnya untuk mencari keuntungan yang tidak sah, menerima uang suap hingga total lebih dari RMB 120,4 juta.

Zhou Bin sebagai eksekutif yang bertanggungjawab telah menjual barang yang dilarang untuk diperdagangkan oleh pemerintah, mengganggu ketertiban pasar, melakukan perbuatan yang tergolong bisnis illegal.

Laporan menyebutkan, hakim pengadilan dalam sidangnya telah menjatuhkan hukuman 13 tahun penjara dan denda sebesar RMB 190 juta atas kasus penerimaan suap yang dilakukan Zhou Bin.

Selain itu, 8 tahun penjara dan denda RMB 160 juta atas kasus penerimaan suap dengan menggunakan pengaruh dari jabatan ayahnya, ditambah lagi dengan 3 tahun penjara dan denda sebesar RMB 200 ribu atas bisnis ilegalnya. Pengadilan akhirnya memutuskan untuk menerapkan hukuman 18 tahun penjara dan denda sebesar RMB 350.2 juta kepada Zhou Bin.

Zhou Bin langsung menyatakan menerima vonis tanpa banding.

Pada hari yang sama, media juga melaporkan bahwa istri Zhou Yongkang, mantan pembawa acara  stasiun CCTV, Jia Xiaoye juga dijatuhi hukuman 9 tahun penjara dan denda RMB 1 juta oleh Pengadilan Negeri Menengah Yichang, Hubei baru-baru ini atas kasus juga penerimaan suap dengan memanfaatkan pengaruh jabatan Zhou Yongkang. Jia Xiaoye dalam pengadilan juga langsung menyatakan menerima vonis tanpa banding.

Pada 11 Juni 2015, Zhou Yongkang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Di pengadilan Zhou mengaku dirinya bersalah dan menyesali perbuatannya.

Laporan media asing sebelumnya pernah menyebutkan bahwa dalam proses penyidikan awal yang dilakukan pihak Zhongnanhai. Pihak berwenang telah membekukan dan menyita sejumlah kekayaan keluarga dan para kroni Zhou Yongkang senilai sedikitnya RMB 90 miliar.  Selain itu, lebih dari 300 orang termasuk anggota keluarga, kerabat, kroni, sekutu politik Zhou dan lainnya telah dimintai keterangan sampai ikut diperiksa.

Selama belasan tahun, Zhou Bin mengandalkan kekuasaan ayahnya telah membangun kerajaan politik dan bisnis yang meliputi  bidang pengairan dan tenaga listrik, minyak, pariwisata, investasi dan sebagainya yang bernilai sampai triliunan Renminbi.

Zhou Bin berhasil mengantongi kekayaan tidak halal setelah dipromosikan ayahnya untuk menjabat sebagai eksekutif di sektor perminyakan dan menangani berbagai proyek berskala besar di Sichuan, termasuk campur tangan dalam proyek minyak dan petrokimia, berkolusi dengan pejabat Departemen Pertanahan untuk menjual tanah-tanah milik negara dan menjual jabatan demi menjarah kekayaan negara.

Media asing berbahasa Mandarin pernah mengungkapkan bahwa rezim Xi Jinping selain menuntut pertanggungjawaban Zhou Yongkang atas kasus kejahatan keuangan, sebenarnya yang menjadi inti  tuntutan adalah pertanggungjawaban atas kejahatan kudeta dan perampasan organ hidup praktisi Falun Gong.

Dengan mengandalkan kekuasaan dan kekuatan Zhou Yongkang, Zhou Bin juga mengkhususkan diri dalam perdagangan jabatan di pemerintahan, mengatur vonis pengadilan, mencarikan pengganti yang menjalani eksekusi mati terpidana. Hanya dengan suapan uang ratusan ribu Renminbi kepada personil peradilan, Zhou Bin bisa menggantikan terpidana yang akan menjalani eksekusi mati dengan praktisi Falun Gong yang sedang ditahan, asalkan yang bersangkutan mampu membayar 3 juta Renminbi (harga pasaran gelap) kepada Zhou Bin.

Pada awal 2009, mantan Asisten Menteri Keamanan dan Ketertiban Umum Tiongkok merangkap Kepala Biro Investigasi Kejahatan Ekonomi, Zheng Shaodong  saat diperiksa pihak berwenang atas dugaan menerima suap telah mengungkapkan keterlibatan Zhao Bin. Berita internal menyebutkan bahwa Zheng Shaodong dalam awal pemeriksaannya sudah membeberkan sejumlah pelanggaran hukum yang dilakukan Zhao Bin.

Zheng Shaodong mengatakan, Zhou Bin memanfaatkan pengaruh ayahnya untuk memperdagangkan kekuasaan. Berkolusi dengan personil peradilan di propinsi Gansu, Shanxi, Liaoning untuk mengatur vonis pelaku kejahatan yang mau membayar sejumlah uang. Dampak dari fenomena itu mengakibatkan beberapa kasus kejahatan berat tidak menerima vonis sesuai hukum yang berlaku.

Kekuatan kelompok Jiang Zemin kini sudah semakin rapuh setelah satu demi satu pendukung utamanya seperti Bo Xilai, Li Dongsheng, Zhou Yongkang, Xu Caihou, Guo Boxiong dan lainnya  dilumpuhkan oleh rezim Xi Jinping. Dari berbagai sinyal yang terpantau belakangan ini menunjukkan bahwa pembasmian korupsi, pengejaran terhadap koruptor yang dilakukan pemerintah Tiongkok sudah berjarak makin dekat dengan target utamanya yaitu Jiang Zemin dan Zeng Qinghong. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular