Bayi seorang ibu hamil asal Taiwan yang gemar makan salad, mengalami hipoksia (kurangnya pasokan oksigen pada jaringan tubuh), demam dua hari pasca melahirkan, dan dinyatakan terinfeksi listeria monocytogenes/bakteri gram positif, sehingga memicu terjadinya meningitis (radang pada membran pelindung yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang). Terinfeksinya listeria itu diduga karena sang ibu mengonsumsi salad yang tidak higienis.

Melansir laman Central News Agency-Taiwan, bayi perempuan yang baru genap berusia 2 hari itu, memiliki kondisi stamina yang buruk, suka mengantuk (lesu), nafsu makan buruk, dan kerap mengalami gejala anoxemia (kekurangan oksigen dalam darah), kemudian dibawa ke ruang observasi untuk pemeriksaan, dan disinyalir mengalami infeksi kongenital (infeksi sejak dalam kandungan), dan dari pembiakan terkait ditemukan adanya listeria-bakteri gram-positif yang langka, terinfeksinya listeria ini diduga melalui saluran reproduksi sang ibu saat mengandung bayi tersebut, sehingga menyebabkan meningitis, tapi untungnya cepat diketahui sehingga bayi itu bisa diselamatkan, ujar Huang Jun-bin, dokter spesialis anak di Cathay General Hospital, Taipei, Taiwan.

Dugaan terinfeksinya bakteri bawaan ini erat kaitannya dengan sang ibu, dengan menelusuri kembali rekam jejaknya, ditemukan sang ibu suka makan salad, mungkin dalam benak ibu ini berpikir bahwa salad itu jauh lebih bergizi, dan bagus bagi bayi, namun, bisa jadi karena mengonsumsi salad yang tidak higienis, sehingga menyebabkan infeksi, ujarnya.

Menurut keterangan Huang Jun-bin, bahwa infeksi listeria pada wanita hamil mungkin hanya infeksi ringan, tetapi jika parah, besar kemungkinan akan berisiko lahir prematur, bayi meninggal dalam kandungan ; kemungkinan infeksi serius yang sangat berisiko bagi bayi baru lahir, angka kematian janin karena infeksi terekait mencapai hingga 50 %, dan listeria adalah salah satu penyebab meningitis neonatal yang umum ditemui.

Adapun cara janin terinfeksi bakteri, setelah induknya terinfeksi, kemudian menyusup ke plasenta, cara penularanya mungkin melalui darah, vagina, atau setelah induknya BAB, dimana dalam kotoran itu disertai dengan bakteri, dan karena anatomi perempuan, bakteri itu mungkin menyebar ke vagina, kata Huang Jun bin menambahkan.

Listeria monocytogenes adalah suatu bakteri anaerob fakultatif, dapat beradaptasi dengan berbagai lingkungan, mampu berkembang/hidup dengan atau tanpa oksigen, umumnya ditularkan melalui makanan dan air, selain itu, bakteri ini memiliki patogenisitas (kemampuan untuk menyebabkan penyakit) yang sangat kuat.

Menurut cdc.gov.tw-Centers for Disease Control, Taiwan, bahwa bagi mereka yang sehat kondisinya, mungkin tidak akan merasakan gejalanya, atau demam ringan seperti flu dan semacamnya, atau tidak merasakan gejala sakit kepala, mual, muntah dan gejala tidak nyaman lainnya jika terinfeksi Listeria, bisa tidak perlu diobati ; sementara bagi wanita hamil atau pasien dengan disfungsi kekebalan tubuh, berpotensi mengandung risiko kematian apabila terinfeksi listeria yang rentan menyebabkan sepsis dan meningitis.

Sistem kekebalan tubuh wanita hamil agak lemah, karena itu sangat berisiko terinfeksi jika tidak mendapatkan makanan yang tidak higienis, dihimbau sebaiknya hindari makanan mentah, terutama salad yang tidak higienis, sashimi, susu mentah, telur mentah dan produk sejenisnya (salad dressing, eggnog dan sebagainya), begitu juga dengan keju yang belum disterilisasi, untuk menghindari ancaman listeria pada janin dan mengancam jiwa, pungkas Huang Junbin. (Epochtimes/Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular